SUARA TASIKMALAYA – Menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran 2023, Polri memberlakukan sistem lawan arah (contra flow) dan satu arah (one way) untuk meminimalkan kepadatan kendaraan yang keluar-masuk Jakarta.
Melansir Antara News pada Selasa, (18/4/2023), Polri bersama pemangku kepentingan terkait berkomitmen untuk melaksanakan pengamanan arus mudik dan arus balik libur Lebaran 2023 melalui Operasi Ketupat 2023 selama 14 hari, terhitung dari 18 April 2023 hingga 1 Mei 2023.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengatakan, bahwasanya ada peningkatan kegiatan rutin yang diawali sejak 10 April 2023 hingga 16 April 2023, dan dilanjutkan pasca operasi pada 2 Mei hingga 9 Mei 2023, termasuk rekayasa lalu lintas.
Sementara itu, untuk contra flow akan diberlakukan dari KM 47 Karawang Barat sampai KM 72 Cikampek. Dilanjutkan sistem one way dari KM 72 CIkampek hingga KM 414 Kalikangkung.
Rekayasa tersebut diberlakukan untuk arus mudik dan arus balik selama libur Idul Fitri 1444 H.
“Ada beberapa tempat yang kita atur, mulai dari pelaksanaan contra flow, kemudian di situasi tertentu, kita melaksanakan one way, yang akan kita laksanakan mulai dari Cikampek sampai dengan Kalikangkung,” ucap Kapolri pada Senin, (17/3/2023).
Kapolri menambahkan bahwa dalam pelaksanaannya, Polri akan bersinergi dengan pihak-pihak terkait.
“(Operasi Ketupat) ini pun akan diatur secara sinergi,” ucapnya.
Kekuatan yang dilibatkan dalam Operasi Ketupat 2023 berjumlah 148.261 personil gabungan yang akan ditempatkan di 1.787 pos.
Baca Juga: 2 Doa Malam Lailatul Qadar Berdasarkan Riwayat Hadis Shahih
Pos tersebut meliputi pos pengamanan yang berfungsi sebagai pusat informasi, rekayasa lalu lintas, objek wisata, pusat perbelanjaan, dan pusat keramaian lainnya, serta pos pelayanan lainnya yang berfungsi sebagai tempat istirahat para pengemudi.
Selain itu, untuk memastikan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2023 berjalan optimal, Polri membagi wilayah pengendalian utama, yakni di Pulau Sumatera, Jawa, dan pengendalian kewilayahan di Polda. (*/editor zahran)