SuaraTasikmalaya.id – Selain Ramadhan, Syawal merupakan satu di antara bulan terbaik dalam Islam.
Bagi umat muslim, Syawal merupakan bulan penanda suatu kemenangan.
Khususnya memperoleh kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan.
Kemenangan tersebut diawali dengan hari Raya Idul Fitri pada 1 Syawal.
Banyak amalan penting yang dianjurkan untuk dilaksanakan di bulan Syawal, satu di antaranya adalah puasa sunah enam hari yang sangat besar pahalanya.
Di bulan Syawal, setiap muslim bahkan dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadah dan amalan kepada Allah SWT.
Lantas, apa saja amalan penting yang dapat dilakukan di bulan Syawal agar ibadah selama Ramadhan tidak terputus?
Berikut adalah beberapa amalan yang dapat dilakukan di bulan Syawal agar mendapat pahala yang berlimpah.
1. Puasa sunah selama enam hari
Baca Juga: Pernah Datangkan Michael Essien, Persib Kini Bergerilya Incar Mantan Pemain Real Madrid Lainnya
Satu di antara amalan penting ini biasanya dilakukan mulai hari kedua di bulan Syawal, karena hari pertama, ketika hari Raya Idul Fitri diharamkan untuk melaksanakan ibadah puasa.
Melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal ini menjadi pelengkap atau menyempurna amalan pada bulan Ramadhan.
Puasa enam hari di bulan Syawal ini bisa dilaksanakan di awal, tengah, atau akhir bulan.
Dari keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal ini, tentunya akan sangat merugi bila seorang muslim tidak memanfaatkan satu di antara keistimewaan bulan Syawal ini.
Bagi seorang muslim yang melaksanakan puasa sunah enam hari di bulan Syawal, maka akan mendapatkan pahala berpuasa setahun penuh.
Tidak hanya itu saja, puasa enam hari di bulan Syawal juga merupakan wujud rasa syukur dan memohon ampunan kepada Allah SWT bagi seluruh umat muslim.
2. Perbanyak silaturahmi
Silaturahmi merupakan satu di antara ibadah yang tidak asing lagi di bulan Syawal.
Amalan penting di bulan Syawal ini biasanya dilakukan dengan berbagai kegiatan seperti mudik ke kampung halaman dan saling bermaafan dengan keluarga, tetangga, dan teman-teman.
Syawal merupakan bulan penuh berkah dan ampunan dari Allah SWT. Untuk itu, sudah sepantasnya bagi hamba-Nya agar bisa saling memaafkan antara satu dengan lainnya.
3. Shalat malam dan ibadah sunah lainnya
Saat Ramadan, umat Islam melaksanakan ibadah wajib dan sunah dengan mengharapkan balasan berlipat ganda dari Allah SWT.
Ibadah shalat malam dan ibadah lainnya di malam hari pun gencar dilakukan.
Bahkan dengan mengamalkan shalat malam usai yang wajib dapat membawa kebaikan bagi diri sendiri.
Untuk itu, ada baiknya seluruh amalan sunah yang dilakukan selama bulan Ramadhan bisa diteruskan. Jangan sampai amalan-amalan baik tersebut terputus saat memasuki bulan Syawal.
4. Perbanyak sedekah
Amalan sunah selanjutnya yang bisa dilakukan di bulan Syawal adalah perbanyak bersedekah.
Selain mendapatkan pahala yang berlimpah, sedekah juga ternyata memiliki manfaat lain untuk diri kita sendiri.
Diketahui, sedekah mampu meningkatkan rasa empati seseorang, menghindarkan dari sifat kikir, melancarkan rezeki, melatih pikiran positif, dan meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT.
5. Itikaf di bulan Syawal
Itikaf atau berdiam diri di masjid merupakan satu di antara amalan penting yang dapat dilakukan di bulan Syawal.
Itikaf di masjid biasanya diisi dengan aktivitas berupa membaca Alquran, berzikir, shalat wajib hingga sunah.
Itikaf sendiri adalah upaya dari seorang hamba untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Bulan Syawal memang datang secara istimewa untuk menyempurnakan amalan-amalan yang mungkin terlewat selama bulan Ramadhan.
6. Menikah di bulan Syawal
Amalan bulan Syawal selanjutnya adalah dapat melaksanakan upacara pernikahan.
Bulan Syawal menjadi pilihan yang tepat bagi seorang muslim yang sudah memiliki rencana dan persiapan menikah.
Melangsungkan pernikahan di bulan Syawal dapat mendatangkan kebaikan bagi pasangan dan keluarga yang melaksanakannya.
Seperti yang dikisahkan dari istri Rasulullah SAW, Aisyah RA: “Rasulullah SAW menikahiku saat bulan Syawal dan mengadakan malam pertama dengan aku di bulan Syawal. Manakah istri beliau yang lebih mendapatkan perhatian selain aku?” (HR. Muslim, An Nasa’i).
7. Bertakbir
Amalan terakhir di bulan Syawal adalah bertakbir. Membaca takbir sama juga dengan berdzikir, oleh karena itu tidak ada larangan dalam bertakbir selama dalam batas wajar.
Takbir terbagi dua macam yakni takbir mursal dan takbir muqayyad. Takbir mursal adalah pembacaan takbir yang tidak terikat waktu sehingga dianjurkan sepanjang malam, seperti takbir di malam Idul Fitri dan Idul Adha.
Sedangkan takbir muqayyad merupakan takbiran yang terbatas pada waktu, seperti pembacaan takbir setiap selesai salat lima waktu selama hari raya Idul Adha dan hari tasyrik, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.(*)