SUARA TASIKMALAYA - Pertandingan melawan Argentina di Laga FIFA Match diprediksi bakal menerapkan permainan counter attack dengan memanfaatkan dribbling cepat Marselino Ferdinan dan aksi finishing Rafael Struick.
Counter attack sendiri merupakan strategi dalam permainan sepakbola yang melambangkan serangan balik cepat, dengan memanfaatkan satu atau dua sentuhan antar pemain untuk mencetak goal.
Laga melawan Argentina menjadi kesempatan bagi pemain Timnas Indonesia untuk menampilkan permainan terbaiknya, sehingga dapat mencuri perhatian dunia.
Penyerang Rafael Struick memberi isyarat bahwa Timnas Indonesia akan lebih banyak bertahan dan menunggu momen serangan balik. Hal ini disampaikannya setelah sesi latihan pada hari Kamis, (15/6) di Lapangan A Senayan.
Di tengah dilema ketidakhadiran para pemain bintang Tim Tango, yakni Leo Messi dan Angel Di Maria, besar harapan Marselino dan rekan-rekan dapat menyuguhkan permainan apik.
Pelatih Timnas Garuda, Shin Tae-yong pun menekankan agar anak asuhnya dapat menikmati pertandingan. Dia berharap, para penggawa skuad Garuda tak mengalami starstuck dan merasa tegang saat berjumpa Tim Tango tersebut.
Sebagai pemain muda, Marselino merupakan salah satu pemain andalan Timnas Indonesia sejak usianya baru 17 tahun. Penampilannya yang konsisten serta aksi-aksinya ciamiknya dalam mengolah si kulit bundar membuat dirinya banyak mendapat atensi jagat sepakbola Tanah Air.
Efek Marselino di skuad Timnas Indonesia memberi warna tersendiri, dirinya rajin turun untuk membuka ruang dan mendistribusikan bola kepada rekan timnya. Ia pun memiliki visi bermain yang baik untuk memancing pemain lawan sehingga rekan satu tim nya dapat menciptakan goal.
Selain itu, berkat performa dan pamornya di dalam dan luar lapangan membuat dirinya dijuluki 'Wonderkid Indonesia'.
Baca Juga: Timnas Indonesia vs Argentina: Koreo 'Maju Tak Gentar' Membentang di Curva Nord
Hal ini menjadikan market value pemain yang kini berusia 18 tahun itu meroket. Dalam dua tahun terakhir, Marselino mengalami peningkatan market value dari Rp 1,2 miliar pada 2021 hingga kini Rp4,9 miliar di tahun 2023.
Di sisi lain, Rafael Struick tak kalah performanya kala berjumpa Palestina beberapa hari lalu. Pada laga tersebut, Rafael tampil sebagai starter dan mendapat beberapa peluang berkat aksinya. Namun sayangnya, peluang tersebut belum dapat membuahkan hasil. Meski begitu, Rafael langsung menjadi sorotan karena aksi dan akselerasi memukaunya tersebut.
Sebagai penikmat sepakbola, narasi positif harus kita gelorakan demi kemajuan persepakbolaan Indonesia. Tapi sekali lagi, dukungan dan fasilitasi pemerintah sangatlah berpengaruh bagi nasib sepakbola kita di masa mendatang. (*)
Sumber: akun instagram @kamustimnas / laman pssi.org.