SUARA TASIKMALAYA - Jakarta International Stadium (JIS) tidak dianggap sebagai prioritas utama oleh pemerintah karena program renovasi 22 stadion masih menjadi perhatian terbesar.
Padahal, Jakarta International Stadium (JIS), menghabiskan dana sebesar 5 triliun rupiah yang telah menjadi sorotan ketika dipilih sebagai salah satu opsi penyelenggara Piala Dunia U17 2023.
Hal ini mendorong pemerintah untuk turun tangan dalam melakukan renovasi, terutama dalam hal keluar-masuk stadion.
Tampaknya, ketika melihat area dalam stadion JIS, terdapat banyak pintu masuk berupa tangga, namun pintu masuk penonton ke dalam stadion hanya terbatas pada satu pintu.
Masalah ini muncul karena JIS dianggap belum memenuhi standar FIFA karena hanya memiliki satu akses pintu masuk penonton ke dalam stadion.
Kekhawatiran timbul bahwa jika situasi tidak diperbaiki, kemungkinan terjadi penumpukan penonton pada pintu masuk dan pintu keluar. Hal ini, merupakan bahaya besar dan meningkatkan risiko bagi para penonton.
Hal ini terungkap setelah Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, bersama dengan beberapa pihak seperti Menteri (PUPR), Basuki Hadimuljono, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha, dan Ketua Umum Jakmania, Diky Soemarno, melakukan inspeksi stadion di Ancol, pada hari Selasa (5/7/2023).
Basuki Hadimuljono mengungkapkan masalah akses pintu masuk dan keluar stadion yang saat ini hanya ada satu.
"Kami akan menambahkan lima akses lagi, termasuk jembatan penyeberangan, karena kami mendapatkan pengalaman dari Jakmania bahwa banyak yang memarkirkan kendaraan mereka di Ancol. Ancol. Dan, kalau mau ke sini harus mutar. Jadi, kami akan membangun jembatan agar lebih cepat," terangnya.
Selain itu, ada masalah lain yang ditemukan dalam inspeksi JIS, yaitu kondisi rumput yang tidak memenuhi standar FIFA, seperti yang diungkapkan oleh seorang ahli bernama Qamal Mustaqim yang juga hadir dalam rombongan inspeksi.
Basuki menjelaskan, "Hasil evaluasi ahli menunjukkan bahwa kondisi rumput saat ini, termasuk di GBK yang dipasang untuk Asian Games, tidak memenuhi standar FIFA," ucapnya.
Baca Juga: Bisa Sebabkan Kerusakan Gigi dan Tulang Rahang, Yuk Lakukan Cara Ini untuk Mencegah Radang Gusi!
Meskipun pemerintah sedang mengevaluasi 22 stadion, mengapa hanya JIS yang menjadi pusat perbincangan masyarakat masih menjadi pertanyaan.
Dalam kesempatan tersebut, Erick mengungkapkan, "Mengapa selalu fokus pada JIS? Padahal ada lapangan lain yang juga perlu diperiksa," kata Ketua Umum PSSI.
"Jika kita hanya fokus pada JIS, berarti lapangan lain tidak dianggap sebagai prioritas, padahal pemerintah sedang merenovasi 22 stadion. Jadi, jangan terpaku hanya pada satu atau dua stadion saja," tutup Erick Thohir.
Dengan demikian, pemerintah mempertimbangkan renovasi 22 stadion sebagai prioritas utama, termasuk JIS. Masalah akses pintu masuk dan keluar yang terbatas serta kondisi rumput yang belum memenuhi standar FIFA menjadi fokus perbaikan yang harus segera ditangani. (*)
Sumber: Nasional.id