SUARA TASIKMALAYA - Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia, Rafael Struick bagikan pengalamannya usai membela Timnas Indonesia di FIFA Matchday menghadapi Palestina dan Argentina.
Rafael Struick mengaku hidupnya berubah usai tampil debut membela Timnas Indonesia menghadapi Palestina dan Argentina di bulan Juni tersebut.
Bukan tanpa alasan, pada pertandingan tersebut, nama Rafael Struick menjadi perhatian khusus bagi para suporter Timnas Indonesia.
Bahkan, tak hanya di dalam lapangan, di luar lapangan pun Rafael Struick selalu dirubungi oleh para suporter Timnas Indonesia.
"Kami ingin pergi ke pusat perbelanjaan, tapi saya tidak bisa melakukannya. Saat pertama kali saya tiba di bandara, orang-orang jarang mengenal saya. Namun, itu semua berubah setelah saya bermain melawan Argentina. Lalu, semuanya menjadi gila," ungkap Rafael Struick.
Seperti yang telah diketahui, Rafael Struick dipercaya oleh Shin Tae-yong untuk bermain di sebelas pertama saat menghadapi Argentina dan Palestina.
Tak ayal, usai menjalani pertandingan tersebut membuat popularitas Rafael Struick di Indonesia semakin menanjak naik.
Popularitas pemain berusia 20 tahun di Indonesia itu telah memengaruhi reputasinya di Belanda. Ketika ia pertama kali bergabung dengan ADO Den Haag untuk persiapan musim 2023/2024, rekan-rekannya di tim bercanda dengan memanggilnya "superstar."
Meskipun demikian, Rafael Struick masih menjalani kehidupan yang tenang di Den Haag, karena ia tidak begitu dikenal oleh masyarakat di sana. (*)
Baca Juga: Raffi Ahmad Ungkap Alasan Jeje Govinda Masuk PAN, Ternyata Ada Hubungan Kasus Syahnaz Selingkuh!