SUARA TASIKMALAYA - Sepak bola sebagai olahraga paling populer di dunia tidak hanya membutuhkan semangat dan kerja keras, tetapi juga kualitas individu dan kerja tim yang solid.
Namun, kenyataannya tidak selalu berjalan mulus bagi setiap tim, termasuk bagi Persija Jakarta. Tim yang memiliki sejarah panjang dan prestasi gemilang ini menghadapi tantangan yang semakin tumpul dalam beberapa pertandingan terakhirnya.
Kualitas beberapa pemain tampaknya tenggelam dan keputusan yang kurang tepat turut mempengaruhi performa tim.
"Kualitas beberapa pemain juga seperti tidak bisa muncul ketika berada di lapangan. Kita memang bisa melihat kerja keras mereka tapi memang kita banyak kehilangan peluang," ujar sang pelatih kepala, Thomas Doll dikutip dari Instagram gue.jak pada Senin (28/8/2023).
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa kehadiran kerja keras saja belum cukup untuk mencapai hasil yang diharapkan. Sepak bola modern mengandalkan kreativitas, kecerdasan bermain, dan kelincahan dalam menghadapi lawan.
Jika beberapa pemain tidak mampu mengeluarkan potensi terbaiknya di lapangan, ini bisa menjadi indikasi adanya hambatan internal atau perluasan latihan yang lebih spesifik.
"Saya rasa ini karena kami tidak mempunyai tim terbaik yang kami butuhkan untuk berjuang di liga. Banyak kesalahan individu dan beberapa pemain kami seperti ketakutan saat di situasi 1vs1," lanjut sang pelatih.
Pernyataan ini mengarahkan perhatian pada aspek komposisi tim. Memiliki skuad yang seimbang dengan pemain-pemain yang memiliki kualitas yang cocok untuk bermain di berbagai situasi adalah suatu keharusan.
“Kami kembali bermain dengan pemain tengah untuk mengisi lini depan. Kami memang memiliki peluang, tapi saya tidak mengerti kami sama sekali tidak bisa mencetak gol. Saat ini, beginilah level Persija sesungguhnya,” ungkap pelatih persija itu. (*)
Baca Juga: Lyodra Hingga Marion Jola Bakal Meriahkan Malam Puncak Indonesian Esports Awards 2023