SUARA TASIKMALAYA - Ketua Umum (Ketum) the Jakmania, Diky Soemarno memberikan tanggapannya setelah pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung selesai.
Ada beberapa peristiwa yang tidak menguntungkan bagi Persija Jakarta. Setelah ditahan imbang oleh Persib Bandung dengan skor 1-1 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (2/9/2023).
Melalui gol David da Silva, Persija Jakarta akhirnya harus kembali berpuasa untuk mendapatkan tiga poin penuh selama lima pertandingan terakhir di BRI Liga 1 2023/2024.
Padahal sebelum laga Big Match karena akan melawan Persib Bandung, para pelatih dan pemain Persija sudah mendapatkan dukungan penuh saat melakukan latihan.
Kekecewaan the Jakmania pun akhirnya meledak. Di mana anthem "Persija Menyatukan Kita Semua" yang biasa dinyanyikan seusai laga gagal diputar.
Karena Persija dan suporternya saat ini menjadi sorotan publik, Diky Soemarno mengeluarkan pernyataan resmi terkait peristiwa tersebut di unggahan Instagram @dikysoemarno, Minggu (3/9/2023).
"Saling menyalahkan menjadi kebiasaan. Mengatakan seharusnya selalu menjadi jalan ninja."
"Kita malas berkaca, seperti apa kita sebenarnya. Apa kurangnya, apa lebihnya, mana yang baik dan mana yang buruk tentang kita."
"Setiap akibat ada sebab, setiap sebab ada akibat."
Baca Juga: 3 Hal yang Harus Kamu Persiapkan Sebelum Nonton A Time Called You
Kemudian, Diky Soemarno menyinggung manajemen Persija Jakarta dalam pengelolaan putaran pertama di BRI Liga 1 2023/2024. Membuat Macan Kemayoran harus haus seri dan kalah dari klub lawannya.
"Bicara tentang Persija, tuntutannya kan jelas, putaran kedua harus memenuhi semua permintaan pemain dari pelatih (karena memang kita percayakan kepada pelatih)," jelas Diky Soemarno.
"Kalau tidak, ya akan ada akibat-akibat yang lain," tambahnya.
Apalagi, masalah internal the Jakmania yang menyebabkan kericuhan sesama suporter the Jakmania juga ikutan meledak di sekitar luar Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.
Sebagai Ketum the Jakmania, Diky Soemarno kembali mengingatkan kepada anggotanya agar tidak merugikan Persija Jakarta.
"Bicara Jakmania, situasinya sudah jelas. Ada yang harus dijaga, ada yang harus diperjuangkan. Keduanya berkaitan dan harus beriringan. Seimbang," tegasnya.