SUARA TASIKMALAYA - Workshop Penilai Wasit yang digelar PSSI dari 4-7 Juli 2023 kembali dibahas. Akibat keputusan wasit pada laga Persija Jakarta vs Persib Bandung.
Pasalnya, kartu merah yang diberikan wasit kepada Hanif Sjahbandi akibat berduel dengan bek Persib Bandung, Nick Kuipers di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (2/9/2023) kemarin.
Apabila diambil dari asumsi suporter Persija, the Jakmania, meski Hanif melakukan kesalahan dan layak mendapatkan kartu.
Banyak yang berasumsi kalau bek asing Persib Bandung, Nick Kuipers bisa juga mendapatkan kartu, karena menjepit kepala Hanif saat berduel untuk mendapatkan tendangan bola bebas dari Marc Klok.
Hal ini yang membuat Hanif Sjahbandi menunjukkan gerakan refleknya menendang Nick Kuipers yang masih tersungkur di lapangan. Sehingga wasit memberikan kartu merah kepadanya.
Diketahui, sebanyak 25 orang yang sudah lolos seleksi dari jumlah 48 peserta untuk menjadi penilai wasit. Mereka tentunya akan mendapatkan edukasi lagi.
Rencananya, edukasi yang diinisiasikan oleh PSSI akan langsung dipimpin instruktur FIFA yang akan digelar di Surabaya, pada 4-7 September 2023.
Dilansir dari laman resmi PSSI, Senin (4/9/2023), ada dua poin utama diadakannya program untuk menciptakan penilai wasit.
Di mana, PSSI ingin mengevaluasi semua kinerja wasit selama memimpin pertandingan sampai pekan ke-11 BRI Liga 1 2023/2024, dan untuk dipersiapkan pada Liga 2 2023/2024.
Baca Juga: Sinopsis Extreme Job, Kisah 5 Detektif Sukses Jalankan Bisnis saat Penyamaran
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir akhirnya menegaskan kalau dirinya menjadi ketua komite wasit agar kualitas kepemimpinan setiap pertandingan terus membaik.
"Saya sudah pernah katakan, alasan saya memimpin komite wasit tak lain agar korps yang banyak disorot ini kualitasnya setiap saat agar jadi lebih baik. Tidak akan ada lagi intervensi," jelas Erick Thohir.
Karena serius membenahi sistem wasit di Liga Indonesia, instruktur FIFA, Mohamad Rodzali langsung didatangkan oleh PSSI untuk mengisi program tersebut.(*)