SUARA TASIKMALAYA - Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya, Jawa Barat, menegaskan bahwa Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul atau yang akrab disapa Abah Aos, tidak diakui sebagai mursyid ke-38 TQN Suryalaya.
Dikutip dari postingan video TikTok publika 2024 pada Selasa (12/9/2023), hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Syuro TQN Suryalaya, KH. Mastur Juhri.
"Pondok Pesantren Suryalaya, sebagai wadah dari TQN Suryalaya, tidak mengakui Abah Aos sebagai mursyid ke-38 TQN Suryalaya," kata KH. Mastur Juhri.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil musyawarah besar dua lembaga TQN Suryalaya, yaitu Lembaga Dakwah TQN Suryalaya dan Pondok Pesantren Suryalaya.
Dalam musyawarah tersebut, disepakati bahwa sampai saat ini, TQN Suryalaya masih bermursyid kepada Pangersa Hadrotussyaikh KH Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin RA dan berpedoman kepada ajaran Pangersa Syaikh KH Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad RA (Abah Sepuh) dan Pangersa Syaikh KH Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin RA (Abah Anom).
KH. Mastur Juhri mengatakan, keputusan ini diambil untuk menjaga keutuhan dan kemurnian TQN Suryalaya.
"Keputusan ini diambil demi menjaga keutuhan dan kemurnian TQN Suryalaya," katanya.
Sementara itu, Abah Aos, yang juga pendiri Pondok Pesantren Sirnarasa, Ciamis, Jawa Barat, belum memberikan tanggapan terkait keputusan tersebut.
Abah Aos sebelumnya sempat mengaku sebagai mursyid ke-38 TQN Suryalaya, menggantikan Abah Anom yang wafat pada tahun 2011. Pengakuan tersebut menuai polemik dan kontroversi di masyarakat. (*)
Baca Juga: Pasokan Global Bikin Cemas, Harga Minyak Mentah RI Panas