Pakai Google Maps, "Hacker" Rekam Telepon ke Kantor FBI

admin

Jum'at, 28 Februari 2014 | 08:43 WIB
Pakai Google Maps, "Hacker" Rekam Telepon ke Kantor FBI
Hasil pencarian Google Maps "karya" Bryan Seely. (Foto: Valleywag/Nitasha Niku/screen shots)

Suara.com - Awal pekan ini, seorang teknisi jaringan bernama Bryan Seely yang juga pernah bertugas sebagai marinir, muncul dengan dua rekaman pembicaraan telepon, masing-masing telepon ke kantor FBI (Biro Investigasi Federal AS) dan ke Secret Service (semacam Paspampres). Rekaman itu ternyata ia dapat dengan "mengalihkan jalur telepon" menggunakan Google Maps, sesuatu yang menurutnya dan banyak pakar, ternyata cukup mudah dilakukan.

Penelepon di masing-masing rekaman, satu lelaki dan satunya lagi perempuan, merupakan warga biasa yang tak tahu-menahu bahwa mereka telah "disadap". Demikian juga dengan pihak FBI dan Secret Service, termasuk petugas yang menerima telepon, sama tidak tahunya dengan kejadian itu --sampai persoalan ini muncul di media.

Mengutip Gizmodo, seperti dituliskan Nitasha Niku di Valleywag, apa yang dilakukan Seely ternyata intinya hanyalah men-spam Google Maps dengan data kantor palsu termasuk nomor teleponnya. Oleh Seely pula yang kemudian berbicara kepada Valleywag, ini semacam "membuka aib" Google yang selama ini "cuek" soal adanya celah-celah keamanan dalam verifikasi listing di Google Maps, yang menurutnya telah mereka ketahui setidaknya sejak empat tahun lalu.

Penelepon di masing-masing rekaman yang dipegang Seely, saat itu tentu mengira mereka berhubungan langsung dengan petugas di kantor FBI maupun Secret Sevice, yang bukan kebetulan nomornya mereka peroleh dari Google Maps. Mereka tidak tahu bahwa nomor yang mereka putar adalah nomor yang dimasukkan Seely lewat cara "spamming", yang setelah diterima kemudian baru diteruskan ke nomor kantor lembaga yang sebenarnya. Jadi, peneleponnya asli, petugas serta lembaga penerimanya asli, namun ada Seely sebagai pihak ketiga yang kini mendengar dan mendapat rekamannya.

"Siapa yang akan berpikir dua kali soal apa yang ada di Google Maps? Semua orang jelas percaya Google, dan itu hal yang tidak menjamin serta benar-benar tak aman. Saya bahkan bisa membuat duplikat (alamat dan data) Gedung Putih, lalu menerima semua telepon ke sana. Aku juga bisa melakukannya terhadap semua senator, semua anggota kongres, walikota, semua gubernur, (orang) Demokrat maupun Republik. Semua kantor," papar Seely.

Asal tahu saja, Seely yang pernah bekerja untuk perusahaan teknologi macam Microsoft dan Avanade, memang dulu biasa dibayar untuk melakukan spam ke Google Maps. Dia mengaku sengaja melakukan spam dan "penyadapan" telepon kantor pemerintah kali ini, lantaran Google selalu mengabaikan sarannya untuk memperbaiki kekurangan yang telah lama ada. Seely juga mengaku dia belum dipandang serius, sampai kemarin, ketika ia datang ke kantor Secret Service di dekat rumahnya di Seattle. Ia mengatakan di sana bahwa sebuah telepon penting telah disadap: kali ini adalah telepon dari petugas polisi Washington DC ke Secret Service tentang sebuah penyidikan kasus yang sedang berjalan.

Saat itulah, kata Seely pula, dia langsung diamankan oleh petugas lembaga pengamanan Presiden dan Wapres AS tersebut. Usai dibacakan hak-haknya saat penahanan, dia langsung dibawa ke sebuah ruang interogasi. Berdasarkan keterangan dari Secret Service belakangan via email, seorang Agen Khusus yang bertanggung jawab saat itu, usai mendengarkan keterangan lengkap interogasi, sempat menyebut Seely "seorang pahlawan" karena telah mengungkap persoalan keamanan besar itu. Dalam beberapa jam, Seely pun kemudian dibebaskan.

Menurut Seely pula, listing alias data palsu kantor FBI dan Secret Service yang dibuatnya, sempat bertahan selama empat hari lamanya. Daftar itu pun selalu masuk di baris kedua dalam tiap pencarian tentangnya di Google Maps saat itu. Dikatakan Seely, dia juga sengaja memilih kantor FBI dengan alamat di San Francisco, karena belum lama ini menonton film The Rock di mana Nicholas Cage memainkan karakter yang bekerja untuk FBI di San Francisco.

Pihak Google sendiri sejauh ini belum merespons secara resmi, selain mengklaim bahwa sejauh ini sudah dilakukan beberapa perbaikan. Sementara belakangan kian banyak pakar dan pemerhati internet yang turut berbicara, selain juga media massa yang mengontak dan mempublikasikan ulang cerita Seely. Pihak FBI belum ada komentar, sementara Secret Service melalui juru bicaranya, Brian Leary, telah memberikan pernyataan.

Intinya, seperti disampaikan pihak Secret Service: "Permasalahan ini melibatkan seseorang memasang nomor teleponnya sendiri seolah-olah itu nomor telepon Secret Service di Google Maps. Ketika warga yang tak tahu, menggunakan telepon pihak ketiga ini untuk mengontak Secret Service, teleponnya disambungkan dengan melalui sistem pihak ketiga dan direkam. Ini tak ada hubungan dengan kerawanan atau masalah dalam sistem telepon kami. Jelas bahwa semua nomor telepon yang muncul di platform pencarian terbuka bisa dimanipulasi dengan cara ini."

"Insiden ini akan diinvestigasi secara menyeluruh dan sebaik-baiknya. Secret Service mendorong publik untuk mengecek website kami di www.secretservice.gov guna mendapatkan informasi kontak yang akurat tentang kantor-kantor kami," tandas pihak lembaga pengamanan Presiden AS itu.

Lebih jauh soal langkah-langkah Seely dalam "menjalankan pekerjaannya", ditulis dengan cukup detail di artikel Valleywag. Sementara versi lain yang dituliskan oleh Nyagoslav Zhekov di Whitespark.ca, juga memaparkan detail yang kurang lebih serupa, soal bagaimana men-spam Google Maps dengan listing palsu. (Valleywag)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sikap Google Terhadap RUU Hak Cipta : Berisiko Hambat AI dan Ekonomi Digital Indonesia

Sikap Google Terhadap RUU Hak Cipta : Berisiko Hambat AI dan Ekonomi Digital Indonesia

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 13:52 WIB

Tanpa Ribet, Ini Cara Install Aplikasi Google di Tablet Huawei

Tanpa Ribet, Ini Cara Install Aplikasi Google di Tablet Huawei

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:03 WIB

Harga Fitbit Air Gelang Pintar Google, Lengkap dengan Spesifikasi dan Review

Harga Fitbit Air Gelang Pintar Google, Lengkap dengan Spesifikasi dan Review

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 15:15 WIB

Jangan Gegabah Memasukkan Jurnalisme ke UU Hak Cipta

Jangan Gegabah Memasukkan Jurnalisme ke UU Hak Cipta

Opini | Senin, 22 Juni 2026 | 12:55 WIB

Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban

Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:29 WIB

Xiaomi TV A Pro 32 2026 Rilis: Smart TV QLED Rp2 Jutaan dengan Warna Memukau dan Fitur Lengkap

Xiaomi TV A Pro 32 2026 Rilis: Smart TV QLED Rp2 Jutaan dengan Warna Memukau dan Fitur Lengkap

Your Say | Kamis, 18 Juni 2026 | 07:35 WIB

FBI Gagalkan Serangan di Acara HUT Trump: Drone, Sniper, hingga Penyerbuan Gedung Putih

FBI Gagalkan Serangan di Acara HUT Trump: Drone, Sniper, hingga Penyerbuan Gedung Putih

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:49 WIB

5 Rekomendasi Google TV Murah, Harga Mulai 1 Jutaan Fitur Premium

5 Rekomendasi Google TV Murah, Harga Mulai 1 Jutaan Fitur Premium

Tekno | Jum'at, 05 Juni 2026 | 14:21 WIB

Google Luncurkan 'Fake Call Detection' untuk Deteksi Scam Kloning Suara AI

Google Luncurkan 'Fake Call Detection' untuk Deteksi Scam Kloning Suara AI

Your Say | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:10 WIB

Tanpa Layar dan Tanpa Langganan, Google Fitbit Air Tantang Dominasi Whoop?

Tanpa Layar dan Tanpa Langganan, Google Fitbit Air Tantang Dominasi Whoop?

Your Say | Rabu, 03 Juni 2026 | 17:35 WIB

Terkini

Realme P4x Pecahkan Rekor MURI Main Game MOBA 10 Jam Nonstop

Realme P4x Pecahkan Rekor MURI Main Game MOBA 10 Jam Nonstop

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:38 WIB

WiFi Terbaik untuk Rumah, Kos, dan UMKM, Ini Tips Memilih Internet yang Stabil

WiFi Terbaik untuk Rumah, Kos, dan UMKM, Ini Tips Memilih Internet yang Stabil

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:54 WIB

Grab Genjot Kendaraan Listrik, Armada EV Ditargetkan Melampaui 3 Kali Lipat Tahun Ini

Grab Genjot Kendaraan Listrik, Armada EV Ditargetkan Melampaui 3 Kali Lipat Tahun Ini

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:55 WIB

Komdigi Ungkap Modus Baru Judi Online 2026, Spam Bot di Instagram hingga TikTok Naik 128 Persen

Komdigi Ungkap Modus Baru Judi Online 2026, Spam Bot di Instagram hingga TikTok Naik 128 Persen

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 19:47 WIB

7 HP Murah untuk Live Streaming TikTok dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo

7 HP Murah untuk Live Streaming TikTok dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 17:25 WIB

5 HP 5G Termurah dengan RAM hingga 8 GB, Harga Mulai Rp1 Jutaan

5 HP 5G Termurah dengan RAM hingga 8 GB, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 17:14 WIB

Tak Takut Listrik Padam, Chest Freezer Ini Punya Teknologi Menjaga Makanan Beku hingga 150 Jam

Tak Takut Listrik Padam, Chest Freezer Ini Punya Teknologi Menjaga Makanan Beku hingga 150 Jam

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 16:47 WIB

5 HP Midrange dengan Kamera Rasa Flagship, Resolusi Tinggi Didukung OIS dan Baterai Badak

5 HP Midrange dengan Kamera Rasa Flagship, Resolusi Tinggi Didukung OIS dan Baterai Badak

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 16:15 WIB

Riset : Bahaya Pelecehan Digital di Asia Pasifik, Lebih dari Separuh Korban Alami Trauma

Riset : Bahaya Pelecehan Digital di Asia Pasifik, Lebih dari Separuh Korban Alami Trauma

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 14:58 WIB

4 Tablet Murah dengan Fitur Palm Rejection, Menggambar dan Mencatat Lebih Rapi

4 Tablet Murah dengan Fitur Palm Rejection, Menggambar dan Mencatat Lebih Rapi

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 14:42 WIB

×