Ilmuwan Partikel Yakin Tidak Ada Alam Semesta?

Laban Laisila

Minggu, 29 Juni 2014 | 10:12 WIB
Ilmuwan Partikel Yakin Tidak Ada Alam Semesta?
Ilustrasi alam semesta. [Shutterstock]

Suara.com - Penelitian eksplorasi akselerator partikel terbesar dalam satu dekade menghabiskan sudah menghabiskan sekitar 10 miliar dolar Amerika, atau sekitar Rp1.000 triliun, sampai ditemukan apa yang disebut ‘partikel tuhan’, tapi para ilmuwan meyakini kalau alam semesta tidak ada.

Atau paling tidak, sebelumnya tidak ada.

Imuwan menemukan kalau sifat dari partikel Higgs Boson, nama ilmiah ‘partikel tuhan’, tampaknya menunjuk ke alam semesta berkelap-kelip dari keberadaannya sesaat setelah dentuman besar.

"Ini adalah prediksi yang tidak dapat diterima teori. Jjika ini terjadi, kita tidak akan membahasnya!" ungkap alah seorang peneliti yang menemukan perbedaan temuan terbaru.

Saat data dari percobaan yang termahal di dunia itu dicocokkan ke fisika dengan metode  "persamaan semua hal", atau dikenal sebagai Model Standar, jutru muncul ketidakcocokkan.

Tapi jangan khawatir, seorang kosmolog Inggris menjelaskan kalau hal itu mungkin hanya berarti kita telah melewatkan sesuatu.

Astrofisikawan dari Australia Dr Alan Duffy setuju akan pendapat kedua.

"Saya suka gagasan yang menyatukan dua penemuan yang ditemukan pada ekstrem terbesar dari ukuran yang dapat Anda bayangkan. Dari mempelajari Higgs Boson pada skala kecil jauh lebih kecil dari sebuah atom untuk (berpotensi) mengukur Inflasi dengan mencari ke masa lalu alam semesta yang sangat besar kami. "

Tampaknya lab Large Hadron Collider, yang dibangun diperbatasan Prancis-Swiss, memiliki banyak proton yang ditabrakan untuk mencari dasar kehidupan alam semesta.

Masalahnya adalah dengan saat-saat setelah penciptaan alam semesta bermula.

Materi muncul keluar dari dentuman besar, meluncur ke luar ke segala arah ruang waktu seperti yang kita kenal.

Kosmolog Robert Hogan, dari King College London, telah mengatakan dalam pertemuan Royal Astronomical Society bahwa temuan partkel kecil yang ditabrakkan, kurang dipahami sebagai sepotong alam semesta dengan tidak sesuai dengan pemikiran yang ditetapkan.

Penelitian kontroversial awal tahun ini telah diumumkan sebagai bukti langsung dari tahap pertumbuhan alam semsesta yang cepat, yakni riak gelombang gravitasi residual mungkin telah terlihat dengan latar belakang radiasi kosmik.

Disebut Imaging Latar Belakang Cosmic Extragalactic Polarisasi (BICEP2), yang temuannya dianggap tidak lengkap.

Ketika dikombinasikan dengan sifat Higgs Boson, partikel yang seharusnya memberikan massa alam semesta, keduanya tampak menunjukkan bahwa inflasi akan menuju kehancuran dalam sepersekian detik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terungkap, Bumi Kita Lebih Tua dari yang Kita Tahu

Terungkap, Bumi Kita Lebih Tua dari yang Kita Tahu

Tekno | Kamis, 12 Juni 2014 | 03:55 WIB

Tubrukan Meteor Prasejarah Timbulkan Musim Dingin 100 Tahun

Tubrukan Meteor Prasejarah Timbulkan Musim Dingin 100 Tahun

Tekno | Sabtu, 17 Mei 2014 | 14:17 WIB

Planet Asing Mirip Bumi Ditemukan

Planet Asing Mirip Bumi Ditemukan

Tekno | Jum'at, 18 April 2014 | 08:14 WIB

1 dari 10 Anak Inggris Tak Tahu Tinggal di Bumi

1 dari 10 Anak Inggris Tak Tahu Tinggal di Bumi

Lifestyle | Selasa, 08 April 2014 | 15:51 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×