UNY Membuat Tisu Aromaterapi dari Ampas Tebu

Ririn Indriani

Sabtu, 02 Agustus 2014 | 02:15 WIB
UNY Membuat Tisu Aromaterapi dari Ampas Tebu
Ilustrasi tisu. (Sumber: Shuttertsock)

Suara.com - Kelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membuat tisu aromaterapi dari limbah ampas tebu yang diberi nama "Upik Abu" singkatan dari "Untuk Penyelamat Bumi Kita Terbuat dari Ampas Tebu".

"Tisu limbah ampas tebu itu sehat dan ramah lingkungan. Kami mengambil bahan dasar limbah ampas tebu karena terinspirasi dari banyaknya ampas tebu yang tidak dimanfaatkan," kata ketua kelompok mahasiswa, Nuraini Fauziah di Yogyakarta, Jumat (2/8/2014).

Menurut dia, cara pembuatan tisu itu cukup sederhana yakni ampas tebu dibersihkan dengan merendamnya dalam air panas, kemudian diaduk sampai bersih dan direndam kembali. Selanjutnya dikeringkan.

Ampas tebu itu kemudian ditumbuk sampai tinggal seratnya untuk menghilangkan empulu. Tumbukan ampas tebu tersebut kemudian dimasak menggunakan asam asetat dan air.

Setelah proses pemasakan selesai kemudian dicuci menggunakan air besih agar kandungan asam asetat dalam ampas tebu tersebut habis.

Tahap selanjutnya memisahkan serat mandiri ampas tebu menjadi serat serat halus yang dilakukan dengan cara disintegrasi, kemudian serat halus ampas tebu disaring dan dikeringkan.

Selanjutnya serat halus ampas tebu dibuat lembaran kertas tisu dengan memperhatikan ketebalannya. Langkah terakhir ditambahkan parfum sebagai aromaterapi.

Selain itu, tisu aromaterapi "Upik Abu" juga dibuat dengan aroma-aroma tertentu seperti buah sehingga menambah kesegaran ketika tisu tersebut digunakan.

"Dengan adanya 'Upik Abu' ke depan diharapkan akan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk berinovasi dan berwirausaha. Kami berharap 'Upik Abu' menjadi 'brand tissue' yang terkenal dan akan kami patenkan," katanya.

Nuraini mengatakan tisu itu dibuat dalam dua jenis yakni tisu kasar yang digunakan untuk rumah makan dan tisu halus yang digunakan untuk keperluan pribadi, toilet, kecantikan atau salon, dan bayi.

"Upik Abu" memiliki empat varian produk yakni tisu wajah ukuran besar dan sedang, tisu gulung, dan tisu makan.

"Tisu wajah ukuran besar dijual dengan harga Rp7.000, tisu wajah ukuran sedang Rp4.000, tisu gulung Rp3.500, dan tisu makan Rp3.000," katanya.

Anggota kelompok mahasiswa itu adalah Exwan Andriyan Verrysaputro, Andina Puspita, dan Novita Istikhomah. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

UNY membuat Komik Fisika Qurani untuk Mudahkan Siswa

UNY membuat Komik Fisika Qurani untuk Mudahkan Siswa

Tekno | Kamis, 31 Juli 2014 | 23:15 WIB

Mahasiswa UNY kembangkan "Anime Batik"

Mahasiswa UNY kembangkan "Anime Batik"

Tekno | Rabu, 30 Juli 2014 | 01:16 WIB

UNY Kembangkan Sandal Terapi Rematik Biji Salak

UNY Kembangkan Sandal Terapi Rematik Biji Salak

Tekno | Minggu, 29 Juni 2014 | 13:53 WIB

Terkini

Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa

Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:15 WIB

PMI Manufaktur Melonjak, Menperin Berharap Berdampak ke Lapangan Pekerjaan

PMI Manufaktur Melonjak, Menperin Berharap Berdampak ke Lapangan Pekerjaan

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 20:14 WIB

Indeks CFX10 Menguat 0,31%, TRON Jadi Kripto dengan Kenaikan Tertinggi

Indeks CFX10 Menguat 0,31%, TRON Jadi Kripto dengan Kenaikan Tertinggi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 20:12 WIB

Awas, Patah Tulang Pertama Bisa Jadi Awal Dari Bencana Berikutnya! Ini Kata Ahli

Awas, Patah Tulang Pertama Bisa Jadi Awal Dari Bencana Berikutnya! Ini Kata Ahli

Health | Senin, 02 November 2026 | 20:10 WIB

4 Koridor Feeder LRT dan Teman Bus Palembang Setop Operasional, Ini Rute yang Terdampak

4 Koridor Feeder LRT dan Teman Bus Palembang Setop Operasional, Ini Rute yang Terdampak

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 20:06 WIB

7 Tips GEO agar Konten Dikutip Platform AI: Perhatikan Struktur hingga Kredibilitas

7 Tips GEO agar Konten Dikutip Platform AI: Perhatikan Struktur hingga Kredibilitas

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:56 WIB

Ramai saat Demo, Sunyi setelahnya: Mengapa Gerakan Rakyat Terjebak Musiman?

Ramai saat Demo, Sunyi setelahnya: Mengapa Gerakan Rakyat Terjebak Musiman?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:55 WIB

Truk Molen Tabrak Kerumunan Warga di Bekasi, Tak Uji KIR Selama 6 Tahun

Truk Molen Tabrak Kerumunan Warga di Bekasi, Tak Uji KIR Selama 6 Tahun

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 19:53 WIB

Tantang Selangor FC di Final Singa Cup 2026, Wakil Indonesia Bawa Misi Balas Dendam

Tantang Selangor FC di Final Singa Cup 2026, Wakil Indonesia Bawa Misi Balas Dendam

Bola | Senin, 02 November 2026 | 19:51 WIB

PSI Tuding AHY Nafsu Gantikan Gibran, Andi Arief: Kami Pilih Jalur Kompetisi

PSI Tuding AHY Nafsu Gantikan Gibran, Andi Arief: Kami Pilih Jalur Kompetisi

News | Senin, 02 November 2026 | 19:51 WIB

×