Twitter, Media dengan "Cyberbullying" Tertinggi

Ririn Indriani Suara.Com
Selasa, 07 Oktober 2014 | 08:06 WIB
Twitter, Media dengan "Cyberbullying" Tertinggi
Ilustrasi Twitter (Sumber: Reuters).

Suara.com - Para ilmuwan mengatakan bahwa cyberbullying dan 'lelucon gendut' yang menyakitkan sering digunakan di media sosial, utamanya Twitter.

Peneliti dari National Institutes of Health di AS, menganalisis lebih dari satu juta posting dan komentar di media sosial yang menyindir masalah orang dengan berat berlebih ini.

Menurut para peneliti, studi ini merupakan yang pertama dalam menganalisa bagaimana berat badan menjadi pembicaraan di berbagai saluran media seperti blog, Twitter, Facebook, Flickr dan Youtube.

Wen-ying Sylvia Chou, salah satu peneliti dan penulis Abby Prestin yang menganalisis 1,37 juta posting selama 60 hari antara 23 Januari hingga 23 Maret 2012 yang mengandung beberapa kata kunci seperti, “gemuk”, “kegemukan”, atau “kelebihan berat badan”.

Para peneliti menemukan bahwa kata ‘gendut’ merupakan kata yang paling sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, 92 persen per kasus dan sering muncul bersama-sama dengan kata lain berkonotasi negatif, maupun menghina.

Studi ini juga menemukan, meski blog memiliki persentase yang kecil dalam penggunaan kata “gendut”, tapi salah satu media sosial ini mampu mendorong orang untuk mengunjungi situs-situs yang berisi informasi mengenai makanan sehat dan tips untuk menjaga berat badan.

Para peneliti mengatakan bahwa 1,25 juta atau 91 persen dari semua posting yang berkaitan, banyak ditemukan di Twitter. Satu dari setiap tiga retweet mengandung “lelucon gendut” atau lirik lagu yang menyindir stereotip fisik tertentu perempuan.

“Studi ini juga menunjukkan bahwa Twitter mungkin saluran media sosial yang mampu menularkan sifat cyberbullying dan berkurangnya rasa empati pada kekurangan seseorang,” kata peneliti.

Secara keseluruhan, sebagian besar konten yang dibuat pengguna media sosial memperkuat stigma pada berat badan berlebih.

Lebih mengkhawatirkan lagi, sentimen negatif mengenai kelebihan berat badan ini akan sangat berpengaruh besar pada tingkat kepercayaan diri wanita. Sehingga melalui penelitian ini, Chou menyimpulkan, bahwa media sosial Twitter dan Facebook berisi paling banyak memiliki sentimen negatif terhadap kelebihan berat badan yang dialami seseorang.

Sedangkan blog berpengaruh positif untuk memberikan dukungan pada orang dengan berat badan berlebih untuk menjaga asupan makanan dan menjalani pola hidup sehat.

"Sosial media sebaiknya tidak hanya sebagai tempat berkembang biaknya stigma negatif tentang berat badan, tapi harus menjadi lingkungan yang mendukung,” tutup Chou. (Zeenews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI