Studi: Segelintir Orang Ultra-kaya Semakin Kaya

Liberty Jemadu

Jum'at, 21 November 2014 | 15:47 WIB
Studi: Segelintir Orang Ultra-kaya Semakin Kaya
Ilustrasi orang kaya (Shutterstock).

Suara.com - Sekitar 0,004 persen populasi orang dewasa di dunia menguasai hampir 30 triliun dolar Amerika Serikat dalam aset atau sekitar 13 persen dari total kekayaan dunia, demikian ditunjukkan oleh sebuah studi yang dirilis Jumat (21/11/2014).

Menurut studi yang digelar oleh USB, sebuah bank terkemuka Swiss dan perusahaan konsultan industri barang mewah, Wealth-X itu, konsentrasi kekayaan di kelompok ultra-kaya itu terus bertumbuh.

Laporan itu membeberkan bahwa sebanyak 211.275 orang di dunia masuk dalam golongan "ultra-high net worth" (UHNW). Masing-masing mereka memiliki aset di atas 30 juta dolar AS (sekitar Rp364,9 miliar).

Dari jumlah kelompok ultra-kaya itu, sebanyak 2.325 orang memiliki harta kekayaan dengan nilai di atas 1 miliar dolar AS atau setara dengan Rp12,1 triliun. Jumlah mereka naik enam persen dibanding tahun lalu dan kekayaan mereka tumbuh tujuh persen, karena harga aset di seperti saham dan properti terus naik di hampir seluruh dunia.

Pertumbuhan tercepat dirasakan oleh kelompok "demi-billionaire" atau kelompok setengah miliuner, yang menumpuk kekayaan sebanyak setengah miliar dolar sampai satu miliar dolar.

"Bahkan di tengah konflik geopolitik, ketegangan sosial ekonomi, dan pasar uang yang terus bergejolak, pasar saham dunia terus menunjukkan kinerja bagus. Ini yang membuat kekayaan para UHNW terus meningkat dan pengaruh mereka di seluruh sektor industri semakin besar," bunyi keterangan dalam laporan tersebut.

"Dengan kekayaan yang mereka kuasai, segelintir orang ini punya pengaruh besar terhadap pasar saham global dan industri tertentu," bunyi penelitian itu lebih lanjut.

Dari hampir 30 triliun dolar AS yang dikuasai oleh kelompok ini, sekitar sepertiganya yang dikuasai oleh para konglomerat Amerika Utara, seperempatnya dipegang oleh para jutawan Eropa, dan 23 persen berada di tangan orang-orang kaya Asia.

Sebanyak 87 persen kelompok ultra kaya ini berjenis kelamin laki-laki, dengan usia rata-rata di atas 59 tahun. Sekitar 68 persen mengumpulkan kekayanya sendiri, 13 persen dari harga warisan, dan sisanya adalah kombinasi dari keduanya.

Sementara kelompok ultra-kaya berjenis kelamin perempuan rata-rata berusia 57 tahun dan cenderung terlibat dalam organisasi-organisasi nirlaba. Hampir separunya memeroleh kekayaan dari harta warisan.

Memiliki uang yang sangat banyak, segelintir orang super kaya ini punya perilaku berbeda. Rata-rata mereka menghabiskan 1 juta dolar AS (sekitar Rp12,1 miliar) setiap tahun untuk membeli barang dan layanan mewah. (CNA/AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Begini Cara Orang Kaya Memperlakukan Uang

Begini Cara Orang Kaya Memperlakukan Uang

Lifestyle | Rabu, 22 Oktober 2014 | 20:09 WIB

Restoran Eksklusif Untuk Anak-anak Miliuner

Restoran Eksklusif Untuk Anak-anak Miliuner

Lifestyle | Kamis, 18 September 2014 | 14:44 WIB

Terkini

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:59 WIB

×