Array

Sistem Komputer Pembangkit Listrik Nuklir Korsel Diretas

Liberty Jemadu Suara.Com
Senin, 22 Desember 2014 | 18:18 WIB
Sistem Komputer Pembangkit Listrik Nuklir Korsel Diretas
Ilustrasi peretas (Shutterstock).

Suara.com - Sistem komputer pembangkit listrik tenaga nuklir Korea Selatan diretas, demikian dikatakan perusahaan operator fasilitas itu Senin (22/12/2014). Pembobolan itu memantik kekhawatiran akan keamanan fasilitas nuklir di negara yang secara teknis masih berperang dengan Korea Utara.

Korea Hydro and Nuclear Power Co Ltd (KHNP) dan pemerintah Korsel mengatakan bahwa peretas berhasil mencuri data-data "tidak penting" dan tidak ada risiko kebocoran pada instalasi itu, termasuk 23 reaktor nuklir di negara itu.

Peretasan itu secara kebetulan berbarengan dengan ramainya masalah pembobolan sistem komputer studio Sony Pictures Entertainment oleh Korut. Amerika Serikat, pada Minggu (21/12/2014), secara resmi menuding Korut sebagai pelaku pembobolan komputer Sony.

"Ini menunjukkan bahwa jika ada orang yang ingin menyusup ke dalam sistem dengan maksud jahat, maka akan mustahil untuk mengatakan bahwa upaya itu bisa diblok dengan sempurna," kata Suh Kune-yull, pakar desain reaktor nuklir pada Universitas Nasional Seoul.

"Dan pembobolan sistem keamanan reaktor nuklir jelas menunjukkan ada celah dalam keamanan nasional," imbuh dia.

Pemerintah Korsel kini sedang menyelidiki masalah itu dan belum mengumumkan pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu. Pada 2013 Korsel menuding Korut melancarkan serangkaian serangan siber ke sejumlah bank dan lembaga penyiaran di Korsel.

Kementerian Energi Korsel mengatakan pihaknya yakin bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir Korsel tidak bisa diretas.

"Menurut penilaian kami, sistem kendali pembangkit listrik itu dirancang sedemikian rupa agar tidak ada risiko sama sekali," kata Chung Yang-ho, deputi menteri energi Korsel.

Sementara seorang sumber di KHNP mengatakan bahwa peretasan itu adalah upaya untuk memicu keresahan sosial di tengah masyarakat.

"Adalah 100 persen mustahil seorang peretas bisa menghentikan pembangkit listrik tenaga nuklir karena sistem pemantauannya benar-benar tertutup dan independen," kata sumber di KHNP.

Sementara itu, melalui media sosial Twitter, sebuah akun mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab atas peretasan fasilitas nuklir Korsel itu. Ia mendesak agar Korsel menutup tiga reaktornya yang sudah uzur paling telat pada Kamis (25/12/2014) atau ia akan membocorkan dokumen-dokumen yang dicurinya. Ia juga meminta uang tebusan untuk dokumen-dokumen itu. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI