Perempuan 102 Tahun Jadi Mahasiswa Tertua yang Raih Gelar Doktor

Liberty Jemadu

Rabu, 10 Juni 2015 | 08:29 WIB
Perempuan 102 Tahun Jadi Mahasiswa Tertua yang Raih Gelar Doktor
Ingeborg Rapoport menerima gelar doktor pada usia 102 tahun dari Universitas Hamburg, Jerman, Selasa (9/6) [Reuters/Fabian Bimmer].

Suara.com - Seorang perempuan berusia 102 tahun dinobatkan sebagai manusia tertua di dunia yang meraih gelar doktor pada Selasa (9/6/2015), 80 tahun setelah rezim Nazi Jerman melarangnya mengikuti ujian akhir.

Ingeborg Rapoport menyelesaikan studi kedokterannya pada 1937. Ia menulis tesis tentang diphtheria, sebuah masalah kesehatan serius di Jerman ketika itu.

Tetapi karena ibunya berdarah Yahudi, ia tak diizinkan mengikuti ujian lisan di Universitas Hamburg. Undang-undang rasial Adolf Hitler, yang mendiskriminasi warga keturunan Yahudi, membuat Rapoport gagal meraih gelar doktor.

Tetapi kini Universitas Hamburg memutuskan untuk menebus kesalahan mereka di masa silam. Tiga orang dosen dari universitas itu berangkat ke kediaman Ingeborg pada Mei lalu. Mereka menguji tesis yang ditulis perempuan tua itu di masa sebelum Perang Dunia II.

Untuk mempersiapkan ujiannya, Ingeborg meminta seorang sahabat untuk membantunya melakukan riset online tentang apa saja perkembangan di bidang diphtheria selama 80 tahun terakhir.

"Universitas Hamburg ingin menegakkan keadilan. Mereka sangat sabar terhadap saya dan karenanya saya sangat bersyukur," kata Ingeborg.

Alhasil, ketiga dosen penguji itu kagum dan menyatakan Ingeborg lulus. Dalam sebuah upacara khusus yang digelar di Pusat Studi Kesehatan Universitas Hamburg, Selasa kemarin, Ingeborg akhirnya menerima gelar doktor yang dirampas Nazi delapan dekade silam.

"Ini soal prinsip. Saya tak ingin mempertahankan tesis ini demi kepentingan saya saja. Apa lagi, saya sudah berusia 102 tahun. Saya melakukan ini untuk para korban kekejaman Nazi," ujar Ingeborg.

Jalan Panjang

Pada 1938, ketika Jerman tak lagi aman untuk orang Yahudi, Ingeborg mengungsi ke Amerika Serikat. Di AS ia kembali bersekolah dan meraih gelar doktor.

Di negara barunya itu Rapoport bertemu dengan Samuel Mitja Rapoport, seorang pakar biokimia. Lelaki itu, yang seorang pelarian Yahudi dari Wina, Austria, akhirnya menikah dengan Ingeborg.

Tetapi pada dekade 1950an, Ingeborg sekali lagi menemukan diri terperangkap di tempat yang berbahaya. Ia dan suaminya terancam dikejar-kejar oleh pemerintah AS karena keduanya berpaham komunis.

Ingeborg dan suaminya kemudian kembali melarikan diri ke Jerman. Kali ini pasangan itu memilih untuk menetap di Berlin Timur, yang saat itu masih berada di bawah pemerintahan komunis.

Di sana ia bekerja sebagai dokter anak di Rumah Sakit Charite, sebuah fasilitas kesehatan ternama di Berlin Timur. Ia bahkan menerima penghargaan nasional karena dinilai berhasil menekan angka kematian anak di Jerman Timur. (BBC)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tampil dalam Film Berbau Hitler, Orang Ini Ditangkap

Tampil dalam Film Berbau Hitler, Orang Ini Ditangkap

News | Kamis, 07 Mei 2015 | 06:41 WIB

Arkeolog Temukan Kamar Gas Nazi di Polandia

Arkeolog Temukan Kamar Gas Nazi di Polandia

Tekno | Jum'at, 19 September 2014 | 13:59 WIB

Terkini

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Banten | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Bogor | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:12 WIB

×