2018, Akan Diluncurkan Satelit Tanah Air I

Ririn Indriani

Jum'at, 26 Februari 2016 | 01:16 WIB
2018, Akan Diluncurkan Satelit Tanah Air I
Ilustrasi satelit. (Shutterstock).

Suara.com - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Indonesia bekerja sama dengan Akademisi Chiba University, Tokyo, Jepang, berencana meluncurkan satelit di Indonesia pada 2018.

Peluncuran satelit ini untuk melakukan observasi kontinental maupun kepentingan observasi lainnya seperti mendeteksi bencana alam.

"Dua tahun lagi akan diluncurkan satelit tersebut yang diberi nama Tanah Air I. Nama tersebut memiliki filosofi tersendiri," kata Prof Josephat Tetuko Sri Sumantyo guru besar di Chiba University yang ikut menangani pembuatan satelit tersebut di Pekanbaru, Kamis (25/2/2016).

Ia menyampaikan hal tersebut pada acara kuliah umum di Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru. Huruf I setelah kata Tanah Air dapat diartikan yang kesatu atau pertama atau bahkan bisa diartikan sebagai I untuk kata Indonesia jadi namanya Satelit Tanah Air Indonesia.

Dalam pembuatan satelit ini, Profesor asal Indonesia itu menjadi pemilik sekaligus periset yang bernaung dalam Josh Microwave Remote Sensoring laboratory (JMRSL).

Menurutnya, proyek ini merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu dirinya karena bekerja untuk Indonesia adalah kesempatan yang tidak ia sia-siakan. Meskipun selama ini dia telah lama tinggal di Jepang dan bekerja di sana.

"Ini bentuk nasionalisme yang ingin saya berikan untuk tanah air, yaitu melalui transfer teknologi," ujarnya Sementara itu Lapan sendiri adalah lembaga pemerintah non kementerian Indonesia yang melaksanakan tugas di bidang penelitian dan pengembangan kedirgantaraan dan pemanfaatannya. Lembaga ini menyokong pembuatan satelit dengan memberikan bantuan dana riset.

Seminar di UIR ini digagas oleh Fakultas Teknik. Salah satu alumninya Mahasiswa Master di Chiba University dan belajar dengan Prof Josephat Tetuko Sri Sumantyo.

Josaphat lahir di Bandung, Jawa Barat pada 25 Juni 1970; umur 45 tahun dan menjabat sebagai Profesor penuh di Center for Environmental Remote Sensing, Universitas Chiba, Jepang dan sebagai profesor/dosen tamu di berbagai universitas.

Ia adalah salah satu pemegang paten antena mikrostrip (antena berbentuk cakram berdiameter 12 sentimeter dan tebal 1,6 milimeter) yang dapat digunakan untuk berkomunikasi langsung dengan satelit, penemu circularly polarized synthetic aperture untuk pesawat tanpa awak dan small satelilte [5], serta radar peramal cuaca 3 dimensi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Korea Hendak Luncurkan Satelit, Tiga Negara Ini Waswas

Korea Hendak Luncurkan Satelit, Tiga Negara Ini Waswas

News | Rabu, 03 Februari 2016 | 15:00 WIB

Dengan Satelit Baru, India Lepas Ketergantungan pada GPS Amerika

Dengan Satelit Baru, India Lepas Ketergantungan pada GPS Amerika

Tekno | Rabu, 20 Januari 2016 | 17:07 WIB

Cina Akan Mendarat di Sisi Gelap Bulan pada 2018

Cina Akan Mendarat di Sisi Gelap Bulan pada 2018

Tekno | Jum'at, 15 Januari 2016 | 09:00 WIB

Dalam Senyap Google dan Facebook Kobarkan Perang Drone

Dalam Senyap Google dan Facebook Kobarkan Perang Drone

Tekno | Senin, 09 November 2015 | 07:49 WIB

Terkini

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:58 WIB

×