Suara.com - Telkomsel melihat anak muda sebagai salah satu target pasar potensial, untuk itu LOOP terus dikembangkan. Sejak kehadirannya pada 2014, brand ini mendapat respon positif. Hal tersebut dilihat dari perkembangan dalam 2 tahun ini dan perusahaan menargetkan dapat mencetak 20 juta pengguna di tahun 2016.
"Alhamdulillah dalam dua tahun bisa mencapai 18 juta pengguna. Untuk tahun ini kita targetkan 20 juta pengguna," ucap Vice President Prepaid and Broadband Marketing Telkomsel, Ririn Widaryani saat jumpa pers di Jakarta, Senin (4/4/2016).
Target ini sebetulnya tidak terlalu fantastis, melihat positifnya respon masyarakat terjadap LOOP. Namun, perusahaan berusaha lebih realistis melihat target pasar yang diambil.
"Sebenarnya kita lebih realistis saja, karena segmen yang disasar adalah anak-anak sekolah dan secara nasional jumlahnya hanya 36 juta," jelas Ririn.
Dia juga menuturkan, target tersebut juga disesuaikan dengan pasar LOOP yang menjangkau anak-anak berusia 12 hingga 19 tahun. "Tidak semua dari anak sekolah kita yang mampu membeli ponsel. Dengan pencapaian kita 20 juta pengguna saja maka market share kita itu sudah dominan," ungkapnya.
Sementara itu, terkait penggunaan aktif, Ririn menilai, pengguna LOOP didominasi oleh pengguna aktif, yakni sekitar 80%. "Jumlah itu lebih besar dibandingkan dari kartu As," katanya.
Meskipun begitu, Ririn mengakui, jumlah pengguna LOOP belum besar jika dibandingkan dengan keseluruhan market share Telkomsel. "Jumlah pengguna LOOP masih relatif kecil. Tercatat penggunanya masih sekitar 12% bila dihitung secara keseluruhan," paparnya.
Untuk pasarnya sendiri, Ririn menjabarkan jika sebagian besar masih berada di pulau Jawa.