Jadi Bulan-bulanan Karena Hapus Foto Perang, Facebook Melunak

Ruben Setiawan

Sabtu, 10 September 2016 | 06:00 WIB
Jadi Bulan-bulanan Karena Hapus Foto Perang, Facebook Melunak
Pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg. (AFP)

Suara.com - Raksasa jejaring sosial Facebook, pada Jumat (9/9/2016), akhirnya melunak setelah mempertahankan kebijakan mereka menghapus sebuah foto dari Perang Vietnam yang diunggah ke situs mereka. Penghapusan foto bersejarah yang memperlihatkan bocah perempuan telanjang melarikan diri dari pengeboman di Vietnam sempat memicu protes dari berbagai pihak, termasuk pers dan pejabat publik dunia.

"Dalam kasus ini, kami memahami sejarah dan pentingnya foto ini dalam mengabadikan sebuah peristiwa penting dalam suatu masa," kata Facebook dalam sebuah pernyataannya.

Kendati demikian, Facebook tidak meminta maaf. Menurut mereka, apa yang dilakukan sudah benar menurut "Standar Komunitas" yang mereka tetapkan.

"Sebuah foto anak telanjang biasanya akan dianggap melanggar Standar Komunitas kami, dan di beberapa negara bahkan dikategorikan pada pornografi anak," kata Facebook.

Untuk diketahui, foto tahun 1972 yang diabadikan fotografer Nick Ut Cong Huynh untuk Associated Press itu memperlihatkan seorang bocah perempuan Vietnam yang melarikan diri dari serangan bom napalm. Foto itu memenangkan Hadiah Pulitzer karena dianggap menunjukkan kekejaman perang yang sesungguhnya.

Ketegangan ini berawal dari beberapa pekan lalu setelah penulis Norwegia Tom Egeland mengunggah sebuah tulisan tentang foto perang, dengan ilustrasi foto buatan Nick tadi. Dalam waktu singkat, Facebook langsung menghapusnya.

Netizen Norwegia lalu beramai-ramai mengunggah foto tersebut. Dan, Facebook pun langsung menghapusnya karena dianggap bertentangan dengan aturan mereka.

Pada Jumat, surat kabar terbesar Norwegia, Aftenposten mengangkat isu ini dan memuat sebuah surat terbuka kepada pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg.

Espen Egin Hansen, redaktur pelaksana dan CEO Aftenposten, dalam surat terbuka yang dimuat di halaman depan korannya menulis bahwa Zuckerberg. telah "menyalahgunakan kekuasaannya" atas Facebook, media sosial yang kini menjelma menjadi pusat penyebaran berita dan informasi di dunia.

"Saya kecewa - dan faktanya bahkan ketakutan - dengan apa yang Anda lakukan untuk mempertahankan masyarakat demokratis kita," tulis Hansen.

"Saya khawatir bahwa media terpenting dunia sedang mengekang kebebasan dan bukannya berusaha untuk memperluasnya, dan bahwa pengekangan ini terjadi dalam sebuah cara yang otoriter," tambah Hansen.

Facebook "Melunak"

Karena mendapat protes dari penggunanya, Facebook mengaku sedang meninjau kembali aturan-aturan mereka apabila dikaitkan dengan situasi seperti ini.

"Karena statusnya sebagai sebuah foto sejarah yang ikonik, nilai untuk mengizinkan pengunggahan foto melebihi nilai untuk melindungi komunitas dengan penghapusan," kata Facebook.

Facebook mengatakan pihaknya tengah memodifikasi sistem pengawasannya untuk mencegah penghapusan foto tersebut di masa yang akan datang. Kendati begitu, proses itu memakan waktu yang tak singkat.

"Foto itu akan bisa dibagikan dalam waktu beberapa hari ke depan," ujar mereka.

"Kami akan berkomunikasi dengan penerbit dan anggota komunitas global kami terkait dengan hal penting ini," kata mereka.

Ini bukan pertama kalinya Facebook dituduh kurang sensitif dalam menegakkan aturannya terhadap konten-konten tak pantas. Pemblokiran akun seorang guru Prancis yang mengunggah foto "L'Origine du monde", lukisan abad
19 karya Gustave Courbet yang menggambarkan vagina perempuan, harus berakhir di meja hijau.

Seorang pengguna Facebook Indonesia juga pernah jadi korban pemblokiran setelah mengunggah sejumlah foto yang memperlihatkan perempuan-perempuan tradisional tanah air dari masa lalu. Akun si pengguna diblokir sementara foto-foto unggahan itu dihapus atas alasan melanggar pedoman komunitas karena memperlihatkan payudara perempuan. (AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Modus Olah Oli Bekas Jadi Bening, Pabrik Oli Palsu Cengkareng Untung Rp864 Juta

Modus Olah Oli Bekas Jadi Bening, Pabrik Oli Palsu Cengkareng Untung Rp864 Juta

News | Selasa, 01 September 2026 | 20:55 WIB

Tertipu Gaya Film Perang Serius, Tropic Thunder Ternyata Satir Komedi Paling Pecah

Tertipu Gaya Film Perang Serius, Tropic Thunder Ternyata Satir Komedi Paling Pecah

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:59 WIB

India Tuntut Mark Zuckerberg Minta Maaf Setelah Video Perdana Menterinya Dibatasi di Facebook

India Tuntut Mark Zuckerberg Minta Maaf Setelah Video Perdana Menterinya Dibatasi di Facebook

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:12 WIB

Cuma Modal Video Selfie, Begini Cara Dapat Centang Biru Gratis di Facebook

Cuma Modal Video Selfie, Begini Cara Dapat Centang Biru Gratis di Facebook

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 10:50 WIB

Peluang Kreator Lokal Tembus Pasar Global, Meta Perluas Terjemahan AI ke Bahasa Indonesia

Peluang Kreator Lokal Tembus Pasar Global, Meta Perluas Terjemahan AI ke Bahasa Indonesia

Tekno | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:40 WIB

Meta Resmi Luncurkan Langganan Instagram, Facebook, dan WhatsApp Plus, Ada Paket AI Baru

Meta Resmi Luncurkan Langganan Instagram, Facebook, dan WhatsApp Plus, Ada Paket AI Baru

Tekno | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:40 WIB

Membongkar Modus Predator Pengelana Feri: Mengapa Janji Loker di Medsos Masih Ampuh Jerat Mahasiswi?

Membongkar Modus Predator Pengelana Feri: Mengapa Janji Loker di Medsos Masih Ampuh Jerat Mahasiswi?

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:51 WIB

Meta Mulai Patuhi PP Tunas Komdigi, Anak 16 Tahun Dilarang Punya Facebook-Instagram-Threads

Meta Mulai Patuhi PP Tunas Komdigi, Anak 16 Tahun Dilarang Punya Facebook-Instagram-Threads

Tekno | Kamis, 09 April 2026 | 18:23 WIB

Viral Pengguna FB Bagi Tips Dapat Makanan Gratis dari Shopee, Tuai Kecaman Gegara Rugikan Driver

Viral Pengguna FB Bagi Tips Dapat Makanan Gratis dari Shopee, Tuai Kecaman Gegara Rugikan Driver

Entertainment | Rabu, 11 Maret 2026 | 11:44 WIB

Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan

Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan

Health | Selasa, 10 Februari 2026 | 10:49 WIB

Terkini

Penyerapan Gabah Bulog Jateng Tembus 108,43 Persen dari Target Tahunan

Penyerapan Gabah Bulog Jateng Tembus 108,43 Persen dari Target Tahunan

Jawa Tengah | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Tidak Semua Luka Terlihat, Ini Pentingnya Menjadi Pendengar Tanpa Menghakimi

Tidak Semua Luka Terlihat, Ini Pentingnya Menjadi Pendengar Tanpa Menghakimi

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:17 WIB

Siswa Sekolah Rakyat di Pati Dikeroyok 14 Teman hingga Gigi Copot, Korban Ngaku Diminta Bungkam

Siswa Sekolah Rakyat di Pati Dikeroyok 14 Teman hingga Gigi Copot, Korban Ngaku Diminta Bungkam

Jawa Tengah | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:15 WIB

UMKM Lokal Antusias Sambut Hadirnya Grand Prix of Indonesia 2026

UMKM Lokal Antusias Sambut Hadirnya Grand Prix of Indonesia 2026

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Menanti Kejelasan Laporan Insiden Prambanan, PSHT Minta Adil dan Transparan

Menanti Kejelasan Laporan Insiden Prambanan, PSHT Minta Adil dan Transparan

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:11 WIB

Dugaan Cacat Prosedur Tersangka Insiden Prambanan, Kuasa Hukum Buka Suara

Dugaan Cacat Prosedur Tersangka Insiden Prambanan, Kuasa Hukum Buka Suara

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:08 WIB

382 Kios Pasar Andir Garut Ludes Terbakar, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

382 Kios Pasar Andir Garut Ludes Terbakar, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

Jabar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Yuk Jelajahi Lombok Lewat MyPertamina Your Journey Partner di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Yuk Jelajahi Lombok Lewat MyPertamina Your Journey Partner di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:07 WIB

Penjualan Ritel September Diprediksi Naik, tapi Ada Sinyal Pelemahan Bulanan

Penjualan Ritel September Diprediksi Naik, tapi Ada Sinyal Pelemahan Bulanan

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Polisi Kerahkan Tim Sancang, Buru Pelaku Penembakan Siswa SMA di Garut

Polisi Kerahkan Tim Sancang, Buru Pelaku Penembakan Siswa SMA di Garut

Jabar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:58 WIB

×