India Tuntut Mark Zuckerberg Minta Maaf Setelah Video Perdana Menterinya Dibatasi di Facebook

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:12 WIB
India Tuntut Mark Zuckerberg Minta Maaf Setelah Video Perdana Menterinya Dibatasi di Facebook
CEO Meta, Mark Zuckerberg. [Christof Stache/AFP]
baca 10 detik
  • Parlemen India memberi ultimatum tiga hari bagi CEO Meta Mark Zuckerberg untuk minta maaf.

  • Pemblokiran unggahan PM Narendra Modi dinilai sebagai bentuk ancaman serius terhadap demokrasi India.

  • Meta terancam kehilangan kekebalan hukum Safe Harbor dan menghadapi tuntutan pidana perwakilan lokalnya.

Suara.com - Parlemen India memberikan ultimatum tiga hari kepada CEO Meta Mark Zuckerberg untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Sikap tegas ini dipicu tindakan Facebook yang membatasi unggahan video Perdana Menteri Narendra Modi.

Komite Parlemen Bidang Komunikasi dan Teknologi Informasi menilai pembatasan konten tersebut sebagai bentuk penyerangan terhadap nilai demokrasi. Lembaga yang dipimpin Nishikant Dubey itu mengecam keras penyensoran terhadap pemimpin negara berpenduduk 1,4 miliar jiwa.

Konflik bermula ketika sistem Meta mendadak membatasi video pengarahan Modi kepada para pelajar terkait skandal kebocoran soal ujian nasional. Insiden peretasan akses informasi publik pada 23 Juli lalu ini langsung memicu kemarahan publik serta pejabat pemerintah.

Presiden Prabowo Subianto (kanan) berbincang dengan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi (kiri) saat meresmikan kerja sama konservasi dan restorasi warisan budaya di Candi Prambanan di Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (8/7/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/sth/wsj]
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berbincang dengan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi (kiri) saat meresmikan kerja sama konservasi dan restorasi warisan budaya di Candi Prambanan di Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (8/7/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/sth/wsj]

Dikutip dari Sputnik, Meta sebenarnya telah memulihkan video tersebut serta mengklaim adanya gangguan teknis pada sistem otomasi mereka. Manajemen raksasa media sosial tersebut juga menyatakan penyesalan mendalam atas kekhilafan yang terjadi.

Namun, Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India menolak mentah-mentah alasan pembelaan diri dari pihak pengelola platform. Pemerintah menganggap penjelasan tertulis yang dikirimkan manajemen Meta sangat tidak memuaskan.

Pemerintah India kini menyiapkan sanksi terberat apabila Zuckerberg mengabaikan batasan waktu permohonan maaf tersebut. Pihak berwenang mengancam bakal mencabut status Safe Harbor yang selama ini melindungi Meta dari jerat hukum atas konten pengguna.

Pencabutan jaminan kekebalan hukum ini berpotensi menyeret perwakilan resmi Meta di India ke ranah pidana. Langkah drastis tersebut diambil untuk menegaskan kedaulatan hukum digital negara terhadap korporasi global.

Sebelum tenggat waktu ini ditetapkan, jajaran eksekutif Meta telah dipanggil menghadap parlemen untuk memberikan keterangan langsung. Pemanggilan tersebut sekaligus menuntut komitmen perusahaan dalam membasmi penyebaran konten ilegal dan pornografi anak.

Pemerintah India memang sudah beberapa kali melayangkan surat teguran formal terkait standar moderasi konten yang diterapkan Meta. Ketegangan berulang ini menunjukkan semakin ketatnya pengawasan negara terhadap operasional platform digital asing.

baca juga

Kasus pemblokiran konten Kepala Negara ini menjadi puncak ketegangan antara Pemerintah India dan raksasa teknologi asal Amerika Serikat. Skandal kebocoran soal ujian nasional sendiri merupakan isu sensitif yang tengah menjadi perhatian publik India.

Ketentuan Safe Harbor dalam aturan hukum internet India selama ini menjadi benteng utama penyedia platform dari gugatan hukum pihak ketiga. Pencabutan perlindungan ini akan menjadi preseden baru bagi regulasi media sosial di kawasan Asia Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buruh India 'Gali Kuburan Sendiri', Ajari Robot AI untuk Gantikan Posisi Pekerjaan Mereka

Buruh India 'Gali Kuburan Sendiri', Ajari Robot AI untuk Gantikan Posisi Pekerjaan Mereka

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:11 WIB

Cuma Seharga Ponsel, Pria India Ini Bikin Mobil Listrik Seukuran Motor Matic

Cuma Seharga Ponsel, Pria India Ini Bikin Mobil Listrik Seukuran Motor Matic

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:38 WIB

Usai Bikin Menteri Pendidikan Mundur, Gerakan Kecoak Bakal Tumbangkan PM India?

Usai Bikin Menteri Pendidikan Mundur, Gerakan Kecoak Bakal Tumbangkan PM India?

News | Senin, 27 Juli 2026 | 07:41 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×