Modus Olah Oli Bekas Jadi Bening, Pabrik Oli Palsu Cengkareng Untung Rp864 Juta

Muhamad Yasir

Selasa, 01 September 2026 | 20:55 WIB
Modus Olah Oli Bekas Jadi Bening, Pabrik Oli Palsu Cengkareng Untung Rp864 Juta
Pengungkapan produksi oli palsu di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (1/9/2026). ANTARA/HO-Polres Jakbar
baca 10 detik
  • Polres Metro Jakarta Barat menangkap tiga tersangka berinisial Y, H, dan K terkait produksi oli palsu di Cengkareng.
  • Para pelaku mengolah oli bekas menggunakan bahan kimia dan menjual produk tiruan tersebut seharga Rp5,8 juta per drum melalui Facebook.
  • Bisnis ilegal yang telah beroperasi selama 2 tahun ini menghasilkan keuntungan hingga Rp864 juta.

Suara.com - Produsen oli palsu di Cengkareng, Jakarta Barat, menjual produknya dengan harga setara oli asli. Modus itu membuat pelaku meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah dari bisnis ilegal tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung mengatakan oli palsu tersebut dijual dengan harga sekitar Rp5,8 juta per drum.

"Mereka menjualnya sama dengan harga oli Pertamina yang asli," kata Arfan di Mapolres Metro jakarta Barat, Selasa (1/9/2026).

Menurut Arfan, pelaku memanfaatkan media sosial Facebook untuk memasarkan oli palsu tersebut. Polisi masih mendalami jaringan penjualan produk ilegal itu.

"Kami sedang mendalami jalur penjualannya tersebut," ujarnya.

Tiga Tersangka

Kasus ini terbongkar setelah polisi mengendus aktivitas produksi oli ilegal di sebuah kawasan pergudangan di Cengkareng.

Polisi menangkap tiga tersangka berinisial Y, H, dan K. Y disebut sebagai pemilik usaha sekaligus pemodal dan aktor intelektual yang mengarahkan dua tersangka lainnya dalam memproduksi oli palsu.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menggunakan oli bekas sebagai bahan baku. Oli yang semula berwarna hitam pekat kemudian diolah menggunakan bahan kimia denden dan parafin hingga tampak jernih.

baca juga

Namun, pengolahan tersebut tidak mengubah kualitas oli bekas menjadi setara dengan oli baru.

“Tapi kualitasnya adalah masih kualitas bekas,” jelas Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi.

Setelah diolah, oli tersebut dikemas sedemikian rupa agar menyerupai produk resmi Pertamina. Pelaku bahkan membuat drum, cetakan tutup, stiker, hingga barcode secara ilegal.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita 18 drum oli yang telah direkondisi, 10 drum bahan oli, serta berbagai peralatan yang digunakan untuk memproduksi dan mengemas oli palsu.

Polisi memperkirakan bisnis ilegal tersebut telah berjalan selama dua tahun. Dalam periode itu, keuntungan yang diperoleh pelaku mencapai hampir Rp864 juta.

Para pelaku mendapatkan oli bekas dari sejumlah wilayah, di antaranya Jakarta Utara dan Banten. Bahan baku itu kemudian dikumpulkan sebelum diproses dan dikemas kembali.

Para pelaku mengaku mempelajari cara memproduksi oli palsu secara otodidak dan menjalankan bisnis tersebut dalam skala cukup besar. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Modal Kimia, Oli Bekas Hitam Jadi Bening, Polisi Bongkar Mafia Oli Palsu Berlabel Pertamina

Modal Kimia, Oli Bekas Hitam Jadi Bening, Polisi Bongkar Mafia Oli Palsu Berlabel Pertamina

News | Selasa, 01 September 2026 | 19:02 WIB

Satu Keluarga di Cengkareng Kompak Las ATM, Gagal Total Gara-gara Oksigen Habis

Satu Keluarga di Cengkareng Kompak Las ATM, Gagal Total Gara-gara Oksigen Habis

News | Selasa, 01 September 2026 | 18:29 WIB

Tak Langsung Rehabilitasi, Revaldo Fifaldi Resmi Ditahan di Sel Mapolres Jakbar

Tak Langsung Rehabilitasi, Revaldo Fifaldi Resmi Ditahan di Sel Mapolres Jakbar

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 13:28 WIB

Terkini

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:39 WIB

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 10:38 WIB

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:35 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:33 WIB

6 Serum Tranexamic Acid untuk Melasma dan PIH, Mulai Rp34 Ribuan

6 Serum Tranexamic Acid untuk Melasma dan PIH, Mulai Rp34 Ribuan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:30 WIB

Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

News | Senin, 14 September 2026 | 10:30 WIB

3 Orang Ditembak Mati Jelang Pemilu Perdana di Bangsamoro Filipina

3 Orang Ditembak Mati Jelang Pemilu Perdana di Bangsamoro Filipina

News | Senin, 14 September 2026 | 10:28 WIB

8 Lip Balm Berwarna untuk Bibir Hitam, Murah Bikin Tampak Segar Natural

8 Lip Balm Berwarna untuk Bibir Hitam, Murah Bikin Tampak Segar Natural

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:25 WIB

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Senin, 14 September 2026 | 10:24 WIB

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:17 WIB

×