Peneliti: Pengguna Internet Lansia Rentan Alami Penipuan Siber

Dythia Novianty

Rabu, 05 Oktober 2016 | 04:17 WIB
Peneliti: Pengguna Internet Lansia Rentan Alami Penipuan Siber
Ilustrasi lansia gunakan gadget. [Shutterstock]

Suara.com - Penelitian terbaru dari Kaspersky Lab dan B2B International, menyuarakan keprihatinan mengenai keamanan beraktivitas online bagi seseorang yang telah berusia lebih dari 55 tahun. Temuan penelitian ini, yang disampaikan dalam sebuah laporan berjudul: 'Older and wiser? A look at the threats faced by over-55s online'.

Head of Consumer Business di Kaspersky Lab, Andrei Mochola menuturkan, di satu sisi, temuan ini bagus melihat bahwa begitu banyak responden yang berusia lebih dari 55 tahun menggunakan internet untuk berbelanja dan beraktivitas perbankan.

"Laporan ini menunjukkan bahwa generasi ini mendukung kehidupan yang terkoneksi. Di sisi lain, kelompok usia ini tidak melindungi diri mereka sendiri dengan benar. Mereka bahkan tidak percaya bahwa mereka adalah target kriminal di dunia maya dan menempatkan diri dalam keadaan bahaya berulang kali," ucapnya.

Penilitian terhadap 12.546 responden dari pengguna internet di seluruh dunia, menunjukkan bahwa generasi yang lebih tua sebenarnya target yang sangat menarik bagi penjahat siber. Ketika sedang online, kebanyakan dari mereka berbelanja, melakukan aktivitas perbankan dan berkomunikasi dengan orang-orang yang mereka cintai tanpa melindungi diri sendiri secara efektif, serta hal lain yang penting bagi mereka, dari ancaman penjahat siber.

Kelompok usia ini cenderung tidak melindungi perangkat mobile atau mengubah perilaku ketika online supaya tetap aman. Sebagai contoh, mereka menggunakan pengaturan privasi yang tinggi pada jejaring sosial namun tidak di browser bahkan lebih rendah dibanding kelompok usia lainnya (30% vs 38%).

Mereka juga tidak menggunakan fungsi keamanan dalam perangkat mereka (seperti 'Find My Device') atau VPN - 28% dan 10% apabila dibandingkan dengan 42% dan 16% dari pengguna di semua kelompok usia. Ketika berbagi informasi, hanya 35% melakukan double-check sebelum mengirim pesan dan hanya 16% menghindari berbagi informasi ketika sedang kelelahan (versus 44% dan 31% di antara responden termuda).

Generasi yang lebih tua ini menggunakan internet untuk berbagai aspek kehidupan mereka. Hal ini dapat meningkatkan kerentanan terhadap penjahat siber jika mereka terus beraktivitas online tanpa mengambil tindakan pencegahan.

Mereka menggunakan internet untuk berkomunikasi dengan orang lain, sekitar 94% dari kelompok usia ini menggunakan e-mail secara teratur. Kelompok usia ini lebih mungkin daripada yang lain untuk melakukan transaksi keuangan melalui Internet, dengan 90% berbelanja dan beraktivitas perbankan secara online (dibandingkan dengan rata-rata 84% pengguna di semua kelompok usia).

Meskipun hasil penelitian ini telah dilaporkan, nyatanya hanya setengah dari kelompok usia ini (49%) yang merasa khawatir tentang kerentanan ketika membeli produk secara online. Sebagian besar (86%) tidak percaya mereka adalah target bagi penjahat siber.

"Di Kaspersky Lab, kami mendorong pengguna internet di kelompok usia ini untuk lebih sadar akan bahaya yang mereka hadapi secara online, dan bertindak lebih cerdas. Menjadi waspada secara online, serta menginstal solusi keamanan yang handal dan memastikan pengaturan privasi yang tinggi pada semua perangkat yang digunakan untuk mengakses internet, akan menjamin kehidupan yang terkoneksi lebih bahagia dan sehat," ujar Andre.

Menariknya, empat dari sepuluh (40%) menempatkan diri mereka pada posisi yang berisiko dengan berbagi rincian keuangan dalam domain public (dibandingkan dengan 15% di semua kelompok usia).

Kurangnya kecerdasan dalam berperilaku online membuat kelompok usia ini kurang siap terhadap bahaya di dunia online. Akibatnya, generasi ini menjadi korban penjahat siber.

Menurut laporan itu, 20% dari pengguna internet secara keseluruhan memiliki kerabat yang lebih tua yang berhadpan dengan software berbahaya, dan 14% memiliki kerabat di kelompok usia yang sama telah tertipu dengan hadiah palsu yang menarik lewat online. Selain itu, 13% memiliki kerabat yang telah berbagi terlalu banyak informasi pribadi secara online dan 12% memiliki kerabat yang telah menjadi korban penipuan online, melihat konten yang tidak pantas, atau berkomunikasi dengan orang asing yang berbahaya secara online.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jumlah Pengguna Internet Cina Melejit, Lampaui 700 Juta Orang

Jumlah Pengguna Internet Cina Melejit, Lampaui 700 Juta Orang

Tekno | Rabu, 03 Agustus 2016 | 13:21 WIB

Terkini

Kopdes Rencana Dibangun di Taman Poltek Rumbai, Anggota DPRD Pekanbaru Protes

Kopdes Rencana Dibangun di Taman Poltek Rumbai, Anggota DPRD Pekanbaru Protes

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 16:19 WIB

Kolektor Pengetahuan yang Tak Pernah Belajar: Ironi di Balik Fitur 'Simpan'

Kolektor Pengetahuan yang Tak Pernah Belajar: Ironi di Balik Fitur 'Simpan'

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 16:18 WIB

Teridentifikasi via DNA, Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Diterbangkan dari Bengkulu Besok

Teridentifikasi via DNA, Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Diterbangkan dari Bengkulu Besok

Banten | Rabu, 23 September 2026 | 16:16 WIB

Apa Perbedaan Gejala Kerusakan CVT dan AT? Ini 6 Opsi Mobil Matic Bandel Mulai Rp70 Juta

Apa Perbedaan Gejala Kerusakan CVT dan AT? Ini 6 Opsi Mobil Matic Bandel Mulai Rp70 Juta

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 16:15 WIB

Diskon Rp100.000 di Sushi Tei Berlaku Nasional, Khusus Nasabah BRI

Diskon Rp100.000 di Sushi Tei Berlaku Nasional, Khusus Nasabah BRI

Bri | Rabu, 23 September 2026 | 16:13 WIB

BRI Private Bawa Pengalaman Kesehatan Premium Lewat Layanan Medical Check Up

BRI Private Bawa Pengalaman Kesehatan Premium Lewat Layanan Medical Check Up

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 16:12 WIB

IMC Dukung RUU Perampasan Aset, Minta Kewenangan Aparat Dibatasi

IMC Dukung RUU Perampasan Aset, Minta Kewenangan Aparat Dibatasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 16:10 WIB

Morgan Stanley Borong 400 Juta Saham GOTO, Harga Diskon 46 Persen

Morgan Stanley Borong 400 Juta Saham GOTO, Harga Diskon 46 Persen

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 16:09 WIB

Ditolak Mentah-mentah, Restrukturisasi Sukuk Pos Indonesia Gagal

Ditolak Mentah-mentah, Restrukturisasi Sukuk Pos Indonesia Gagal

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 16:08 WIB

Deteksi Dini Lebih Nyaman, BRI Private Hadirkan Premium Medical Check Up

Deteksi Dini Lebih Nyaman, BRI Private Hadirkan Premium Medical Check Up

Lampung | Rabu, 23 September 2026 | 16:07 WIB

×