Indonesia Rentan 'Dijajah' Pengembang Konten Digital Luar Negeri

Dythia Novianty, Insan Akbar Krisnamusi

Jum'at, 14 Oktober 2016 | 19:17 WIB
Indonesia Rentan 'Dijajah' Pengembang Konten Digital Luar Negeri
Ilustrasi digital konten. [Shutterstock]

Suara.com - Perkembangan pengguna internet yang cepat dan jumlah penduduk melimpah, menjadikan Indonesia pasar menggiurkan bagi para pengembang konten digital dari luar negeri. Industri teknologi informasi (TI) negeri ini terancam 'dijajah' mereka karena jumlah pengembang konten digital asal Indonesia masih sangat sedikit.

Potensi Indonesia luar biasa. Menurut Google, saat mengunjungi Indonesia pada awal Agustus, jumlah penduduk pengguna internet di Nusantara saat ini telah mencapai 100 juta orang. Dalam empat tahun ke depan, jumlahnya diprediksi bertambah dua kali lipat menjadi 200 juta orang.

Indonesia juga menjadi negara dengan pertumbuhan pemirsa YouTube tercepat di Asia hingga disebut-sebut sebagai 'jantung' YouTube di region ini.

Di sisi lain, Chief Executive Officer Dicoding Indonesia Narenda Wicaksono mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan TI internasional dan para pembuat konten digital luar negeri tergiur potensi pasar Indonesia.

"Saya sering diundang ke Mountain View, Silicon Valley, Bangalor. Yang mereka bicarakan di sana adalah bagaimana bisa masuk ke pasar Indonesia," kata Narenda di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sebagai gambaran, Narenda menjelaskan, nilai pasar permainan digital di Indonesia pada 2016 saja diperkirakan mencapai Rp1,5 triliun.

"Ini belum pasar untuk aplikasi lainnya. Saya tidak hapal tapi jumlahnya juga fantastis," ujarnya.

Meski begitu, aplikasi-aplikasi permainan yang dikembangkan pembuat konten luar negeri masih merajalela. Indonesia, kata dia, belum menjadi 'tuan rumah di negeri sendiri'.

"Contoh saja, saat ini salah satu permainan yang populer di Play Store adalah semacam permainan kereta Indonesia. Logonya logo PT Kereta Api Indonesia, lalu jadi top grossing di pasar Indonesia, tapi yang buat dari India," papar Narenda.

Hingga kini, berdasarkan data Dicoding Academy, cuma ada 500 ribu pembuat konten digital yang berasal dari negeri sendiri. Itu pun baru sedikit yang memiliki 'coder' (pembuat kode aplikasi) sendiri.

Menurutnya, beberapa penghalang berkembangnya jumlah pembuat konten lokal adalah kurikulum dan kualitas sumber daya pengajar di bidang TI yang mayoritas ketinggalan dari standar internasional. Ekosistem industri digital di Indonesia sendiri belum terbentuk karena industri yang masih tersentralisasi di satu-dua kota besar saja.

Dampaknya, bakat-bakat muda di daerah yang sebenarnya berpotensi menjadi pembuat konten digital tidak mendapat panduan dan akhirnya bekerja di industri lain.

Narenda menilai, tugas besar pemerintah adalah menciptakan ekosistem tersebut, juga membuat industri digital tak tersentralisasi di satu-dua kota besar saja. Kurikulum pendidikan TI pun harus disesuaikan dengan standar yang dibutuhkan dunia internasional.

"industri lokal harus dilindungi. Internet harusnya juga bisa lebih kencang sehingga semua orang punya kesempatan yang sama untuk belajar," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Terus Memburu Pajak Google

Pemerintah Terus Memburu Pajak Google

Bisnis | Selasa, 11 Oktober 2016 | 15:54 WIB

Google dan Apple Jadi Tempat Kerja Impian Pelajar Asia

Google dan Apple Jadi Tempat Kerja Impian Pelajar Asia

Tekno | Selasa, 11 Oktober 2016 | 13:08 WIB

Mobil Autokemudi Google Capai Jarak Pengetesan 3 Juta Kilometer

Mobil Autokemudi Google Capai Jarak Pengetesan 3 Juta Kilometer

Otomotif | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 11:16 WIB

Google Pixel XL 128GB Ludes Terjual

Google Pixel XL 128GB Ludes Terjual

Tekno | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 06:58 WIB

Luncurkan Pixel, Google Sindir iPhone 7

Luncurkan Pixel, Google Sindir iPhone 7

Tekno | Rabu, 05 Oktober 2016 | 19:39 WIB

Terkini

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

×