Google Rayakan Ulang Tahun Pramoedya Ananta Toer dengan Doodle

Liberty Jemadu

Senin, 06 Februari 2017 | 14:54 WIB
Google Rayakan Ulang Tahun Pramoedya Ananta Toer dengan Doodle
Google, pada Senin (6/2), merayakan ulang tahun ke-92 Pramoedya Ananta Toer dengan Google Doodle (Google.co.id/Suara.com).

Suara.com - Google Indonesia, pada Senin (6/2/2017), merayakan hari ulang tahun Pramoedya Ananta Toer yang ke-92 dengan memasang ilustrasi wajah sastrawan ulung itu pada laman utama mesin pencarinya.

"Doodle hari ini merayakan ulang tahun Pram, dengan sebuah animasi yang menggambarkan sang novelis tekun itu sedang duduk di hadapan mesin tiknya, menulis dengan giat," tulis Google dalam laman yang khusus membahas tentang Doodle.

Pram lahir di Blora, Jawa Tengah pada 6 Februari 1925. Ia dikenal sebagai pejuang kemerdekaan dan aktivis politik kiri yang keras sejak zaman penjajahan Belanda. Ia pernah dipenjara oleh pemerintah kolonial Belanda dan Jepang.

"Saya dibesarkan di sebuah keluarga nasionalis kiri yang menentang sistem kolonial. Kami memimpikan sebuah negara yang merdeka dan demokratis," kata Pram dalam buku "Exile: Pramoedya Ananta Toer in Conversation with Andre Vltchek and Rossie Indira" (2006).

Setelah kemerdekaan dia menjadi salah satu pendukung Presiden Sukarno dan pada dekade 1950an aktif di Lembaga Kebudayaan Rakyat yang tenar dikenal sebagai Lekra. Bersama Lekra, Pram mendorong terciptanya karya-karya kesenian yang dipandu oleh kesadaran politik yang bertujuan untuk memperjuangkan revolusi.

Pada masa ini Pram, yang bekerja untuk majalah Lentera, corong Lekra, terlibat polemik dengan kelompok seniman lain yang mendukung kebebasan berekspresi tanpa harus terikat pada perjuangan politik.

Konflik itu memuncak pada 1963 ketika sejumlah seniman menandatangani apa yang disebut sebagai Manifes Kebudayaan (Manikebu). Salah satu isi manifes itu menegaskan bahwa karya seni tak harus terikat pada nilai-nilai politik dan revolusi yang gencar diperjuangkan Sukarno.

Pada 1965, sekitar dua pekan setelah pecahnya peristiwa 30 September, Pram ditangkap oleh tentara. Ia dituding sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), partai yang dituding berupaya melakukan kudeta untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

Para seniman yang bergabung dalam Lekra sendiri mengatakan bahwa organisasi itu bukanlah organ resmi PKI dan anggota-anggotanya tak serta-merta anggota PKI.

Setelah itu ia dipenjara di Pulau Buru sebagai tahanan politik oleh rezim Suharto selama 14 tahun. Di Buru ia menghasilkan karyanya yang paling monumental, Tetralogi Buru, yang terdiri dari empat novel: "Bumi Manusia", "Anak Semua Bangsa", "Jejak Langkah", dan "Rumah Kaca".

Karya yang kini sudah diterjemahkan dalam lebih dari 20 bahasa di dunia itu, awalnya diceritakan secara lisan oleh Pram kepada rekan-rekannya di Buru. Setelah ia diizinkan menggunakan kertas dan mesin tik ia menulis kisah yang kemudian dibukukan pada dekade 1980an.

Pram wafat pada usia 81 akibat penyakit diabetes dan jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jejak Luka di Tanah Pengasingan dalam Cerita dari Digul

Jejak Luka di Tanah Pengasingan dalam Cerita dari Digul

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Mengenal Midah, Tokoh Perempuan Pramoedya sebelum Nyai Ontosoroh

Mengenal Midah, Tokoh Perempuan Pramoedya sebelum Nyai Ontosoroh

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 13:15 WIB

Ulasan Mangir: Intrik Kekuasaan dan Tragedi di Tanah Jawa

Ulasan Mangir: Intrik Kekuasaan dan Tragedi di Tanah Jawa

Your Say | Jum'at, 04 September 2026 | 14:00 WIB

Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer: Kisah Kelam Perempuan Indonesia di Era Pendudukan Jepang

Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer: Kisah Kelam Perempuan Indonesia di Era Pendudukan Jepang

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Review Novel Jejak Langkah: Ketika Pena Menjadi Senjata Perlawanan

Review Novel Jejak Langkah: Ketika Pena Menjadi Senjata Perlawanan

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Review Bumi Manusia Extended: Versi yang Akhirnya Lebih Utuh dan Emosional

Review Bumi Manusia Extended: Versi yang Akhirnya Lebih Utuh dan Emosional

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Review Bumi Manusia: Kisah Minke Melawan Ketidakadilan di Masa Kolonial

Review Bumi Manusia: Kisah Minke Melawan Ketidakadilan di Masa Kolonial

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Ulasan Novel Arus Balik, Perjuangan Menghadapi Invasi Portugis di Malaka

Ulasan Novel Arus Balik, Perjuangan Menghadapi Invasi Portugis di Malaka

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Ulasan Novel Rumah Kaca, Menyingkap Sisi Gelap Pengawasan Kekuasaan Kolonial

Ulasan Novel Rumah Kaca, Menyingkap Sisi Gelap Pengawasan Kekuasaan Kolonial

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Perburuan: Harga Sebuah Prinsip Pahlawan yang menjadi Mangsa di Tanah Sendiri

Perburuan: Harga Sebuah Prinsip Pahlawan yang menjadi Mangsa di Tanah Sendiri

Your Say | Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:00 WIB

Terkini

Komisaris Krakatau Steel Tiba-tiba Mundur

Komisaris Krakatau Steel Tiba-tiba Mundur

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 15:52 WIB

Atasi Tekstur Kasar: 5 Refining Serum untuk Kulit Wajah Mulus

Atasi Tekstur Kasar: 5 Refining Serum untuk Kulit Wajah Mulus

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 15:50 WIB

Putusan MA Gugurkan Suket Ijazah Gibran, Gerindra Segera Rumuskan Sikap

Putusan MA Gugurkan Suket Ijazah Gibran, Gerindra Segera Rumuskan Sikap

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:49 WIB

Soal Potensi PT Djarum Jadi Tersangka Korporasi Kasus Cukai Rokok, Begini Respons Ketua KPK

Soal Potensi PT Djarum Jadi Tersangka Korporasi Kasus Cukai Rokok, Begini Respons Ketua KPK

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:45 WIB

Atasi Burnout Lewat Buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops

Atasi Burnout Lewat Buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 15:45 WIB

Belasan Karyawan Pabrik Tas Perempuan di Solo Alami Kesurupan, Teriak-teriak Histeris

Belasan Karyawan Pabrik Tas Perempuan di Solo Alami Kesurupan, Teriak-teriak Histeris

Surakarta | Selasa, 03 November 2026 | 15:43 WIB

Presiden Prabowo Bakal Beri Taklimat 400 Calon Pemimpin Masa Depan di Istana

Presiden Prabowo Bakal Beri Taklimat 400 Calon Pemimpin Masa Depan di Istana

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:42 WIB

DPR Siapkan Jalur Cepat Pembentukan UU, Pembahasan Dibatasi Satu Masa Sidang

DPR Siapkan Jalur Cepat Pembentukan UU, Pembahasan Dibatasi Satu Masa Sidang

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:41 WIB

Apakah Polisi Boleh Menyadap Pejabat? Ini Aturan Hukum yang Berlaku di Indonesia

Apakah Polisi Boleh Menyadap Pejabat? Ini Aturan Hukum yang Berlaku di Indonesia

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:35 WIB

Bos CFX Buka-bukaan Soal Peralihan Investor Saham ke Kripto

Bos CFX Buka-bukaan Soal Peralihan Investor Saham ke Kripto

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 15:34 WIB

×