Perangi Paedofilia, KPAI Sambangi Facebook

Ardi Mandiri

Rabu, 05 April 2017 | 02:19 WIB
Perangi Paedofilia, KPAI Sambangi Facebook
Seorang lelaki sedang mengunduh aplikasi Facebook di iPad Air Apple. [shutterstock]

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia menggelar pertemuan dengan manajemen Facebook Asia Tenggara di Jakarta, Selasa, untuk membahas sejumlah kasus kejahatan anak berbasis daring, seperti mencuatnya kasus grup paedofilia Lolly's Candy beberapa waktu lalu.

Pertemuan yang juga menghadirkan Kementerian Kominfo dan Polda Metro Jaya itu membicarakan pentingnya komitmen bersama dalam perlindungan anak di media "online", khususnya Facebook.

Ketua KPAI Asrorun Niam di Jakarta memandang perlu langkah-langkah proaktif guna mencegah dan menindak pelaku kejahatan anak melalui Facebook.

"Facebook menjelaskan tentang langkah-langkah yang diambil dalam rangka child protection, antara lain, dengan menerapkan aturan yang tegas mengenai konten yang layak dan tidak layak untuk diunggah. FB juga menyediakan fasilitas pelaporan untuk masyarakat jika menemukan konten yang melanggar aturan," kata Niam.

Untuk mempercepat pemblokiran atas laporan konten yang memiliki indikasi eksploitasi seksual anak, KPAI dapat langsung koordinasi ke divisi content and safety Facebook.

Selain itu, KPAI juga menyampaikan pentingnya pengawasan dan pengawalan regulasi yang dibuat secara internal oleh facebook dengan membentuk internal cyberteam untuk mengontrol dan melakukan patroli siber (cyberpatrol) sehingga konten2 negatif dapat dicegah sejak awal.

"Penanganan terhadap konten negatif bisa dilakukan secara proaktif oleh FB, tidak sekadar menunggu laporan. Hal ini sebagai wujud tanggung jawab perusahaan dalam menjamin keamanan dan kepatuhan pengguna FB. Terhadap masalah ini, pihak FB menyetujui dan akan ditindaklanjuti," ucapnya.

KPAI menyampaikan pentingnya menegakkan aturan. Selain itu, mengingat Indonesia sebagai pengguna terbesar FB sudah seharusnya FB membuka kantor di Indonesia untuk memperpendek rentang kendali penanganan.

Saat ini Facebook Asia Tenggara hanya berkantor di Singapura.

"Terhadap masalah ini, FB menyampaikan komitmennya, sedang berproses di BKPM," katanya.

KPAI dan Facebook memiliki kesepahaman pentingnya kampanye penggunaan media sosial secara positif, sehat, dan menaati aturan hukum.

"Di samping itu, KPAI dan Faceebook juga akan bekerja sama dalam kampanye perlindungan anak, terutama dalam penggunaan media sosial yang sehat," katanya lagi.

Selain Asrorun Niam, pertemuan itu juga dihadiri Wakil Ketua KPAI Putu Elvina dan Facebook yang diwakili oleh Alvin Sheng Hui Yan (Head of Public Policy Asia Tenggara), Jeff Wu (Director, Head of Trust n Safety Asia Pacific), Michael Yoon (Policy Manager Content n Safety), dan beberapa tim.

Dari Kominfo hadir Dirjen APTIKA Samuel Abrijani Pangerapan, Kasubdit Penindakan di Direktorat Keamanan Teguh Afriyadi dan staf, serta Tim Cybercrime Polda Metro Jaya, dan ICT watch. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lama Bungkam, Eks Pemain City Ini Ungkap Aib Jadi Korban Paedofil

Lama Bungkam, Eks Pemain City Ini Ungkap Aib Jadi Korban Paedofil

Bola | Rabu, 23 November 2016 | 10:03 WIB

Paedofil Asal Australia Berusaha Masuk Indonesia, Tapi Gagal

Paedofil Asal Australia Berusaha Masuk Indonesia, Tapi Gagal

News | Selasa, 18 Oktober 2016 | 11:47 WIB

Terkini

Bisakah Melacak iPhone yang Mati Total? Ini Jawaban dan Cara Lengkapnya

Bisakah Melacak iPhone yang Mati Total? Ini Jawaban dan Cara Lengkapnya

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 19:15 WIB

Imbas Lonjakan Harga Memori, Nothing Batalkan Peluncuran CMF Phone Terbaru

Imbas Lonjakan Harga Memori, Nothing Batalkan Peluncuran CMF Phone Terbaru

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 19:15 WIB

4 Adaptor Fast Charging yang Awet dan Tak Bikin HP Panas

4 Adaptor Fast Charging yang Awet dan Tak Bikin HP Panas

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 17:58 WIB

5 Rekomendasi HP Murah Baterai Jumbo dan Fast Charging, Cocok untuk Driver Ojol

5 Rekomendasi HP Murah Baterai Jumbo dan Fast Charging, Cocok untuk Driver Ojol

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 17:47 WIB

ASUS ExpertBook P1 PM1403, Laptop Bisnis dengan Berat Hanya 1,4kg!

ASUS ExpertBook P1 PM1403, Laptop Bisnis dengan Berat Hanya 1,4kg!

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 15:37 WIB

4 HP Xiaomi yang Terbukti Laris: Kamera Saingi iPhone, Harga Kompetitif

4 HP Xiaomi yang Terbukti Laris: Kamera Saingi iPhone, Harga Kompetitif

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 15:35 WIB

4 Portable Power Station Terbaik dengan Solar Panel, Cocok untuk Cadangan Daya saat Mati Listrik

4 Portable Power Station Terbaik dengan Solar Panel, Cocok untuk Cadangan Daya saat Mati Listrik

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 15:21 WIB

Harga Fitbit Air Gelang Pintar Google, Lengkap dengan Spesifikasi dan Review

Harga Fitbit Air Gelang Pintar Google, Lengkap dengan Spesifikasi dan Review

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 15:15 WIB

55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems

55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 14:40 WIB

Cuma Rp2 Jutaan, 3 Tablet 'Spek Dewa' yang Direkomendasikan David GadgetIn

Cuma Rp2 Jutaan, 3 Tablet 'Spek Dewa' yang Direkomendasikan David GadgetIn

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 14:31 WIB