Kiamat: Bumi Hancur, Manusia Punah, Cuma Binatang ini yang Hidup

Liberty Jemadu

Minggu, 16 Juli 2017 | 20:00 WIB
Kiamat: Bumi Hancur, Manusia Punah, Cuma Binatang ini yang Hidup
Sebuah ilustrasi visual dari beruang air atau tardigrada. (Shutterstock)

Suara.com - Jika kiamat akhirnya tiba dan sebagian besar spesies di Bumi akhirnya punah dan bahkan Matahari mulai kehilangan sinarnya, diperkirakan hanya akan ada satu binatang yang masih bertahan hidup di planet biru tercinta ini: beruang air.

Dikenal juga dengan nama tardigrada, mahluk berkaki delapan tanpa tulang belakang ini, memang sangat liat. Ia dijuluki sebagai binatang paling tangguh di seluruh muka Bumi.

Tardigrada diketahui bisa hidup di dalam air mendidih dan di kondisi suhu nyaris 0 derajat Celcius. Dalam beberapa eksperimen, binatang itu juga mampu bertahan dari tekanan tinggi di laut dalam dan bahkan hidup tanpa air selama puluhan tahun.

Salah satu yang paling fenomenal adalah ketika pada 2014 para ilmuwan Jepang mencairkan kembali beberapa ekor tardigrada yang dibekukan selama 30 tahun. Yang pertama kali mereka lakukan setelah lolos dari es adalah bereproduksi!

Lalu apa kira-kira yang bisa membunuh binatang super tangguh ini?

Pertanyaan di atas coba dijawab oleh sebuah penelitian terbaru para ilmuwan di Universitas Oxford, Inggris, yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports.

Pertanyaan ini penting karena, menurut para ilmuwan, jika ada ancaman yang bisa membunuh tardigrada maka ancaman itu diduga akan menyapu seluruh kehidupan (yang lebih lemah dari tardigrada) di muka Bumi.

"Kita tak tahu bagaimana kehidupan bermula di sebuah planet, tetapi kita tahu bahwa Bumi telah mengalami beberapa kali kepunahan massal. Jadi kami ingin tahu, apakah ada faktor-faktor astrofisika yang bisa benar-benar menghapus semua kehidupan dari muka Bumi," kata David Sloan salah satu ilmuwan yang melakukan penelitian itu.

Dalam riset itu Sloan dkk mengajukan tiga faktor yang diduga bisa memusnahkan tardigrada dari muka bumi.

Asteroid
Pertama adalah asteroid. Hantaman asteroid diketahui menjadi salah satu faktor dalam empat dari lima kepunahan massal yang pernah terjadi di Bumi, termasuk ketika dinosaurus punah bersama 75 persen spesies di Bumi sekitar 66 juta tahun silam.

Dewasa ini, dengan perkembangan teknologi antariksa yang telah maju, para astronom telah bisa mendeteksi asteroid mana saja yang berpotensi menabrak Bumi. Dan sejauh ini belum diketahui adanya asteroid yang pola lintasannya bertabrakan dengan jalur orbit Bumi.

Tetapi jika pun terjadi benturan antara Bumi dengan asteroid raksasa, maka akan diperkirakan akan terjadi musim dingin berkepanjangan di Bumi. Cahaya mentari akan pudar tertutup debu dan suhu bumi akan turun.

Situasi ini akan mematikan bagi sebagian besar mahluk hidup di permukaan Bumi, tetapi tidak bagi tardigrada.

"Tardigrada bisa hidup di sekitar lubang vulkanik di dasar laut dan itu artinya mereka bisa bertahan ketika peristiwa seperti ini (benturan dengan asteroid) terjadi," kata Sloan.

Supernova
Ledakan bintang, yang dikenal sebagai supernova, bisa melontarkan puing-puing dan melepaskan radiasi berbahaya dalam kecepatan tinggi. Tetapi agar bisa membuat lautan di Bumi mendidih, sebuah supernova harus terjadi pada jarak minimal 0,14 tahun cahaya dari Bumi.

Untungnya bintang terdekat dari tata surya kita adalah Proxima-Centauri, yang jaraknya sekitar 4 tahun cahaya dari Bumi.

Tetapi bagaimana jika, sekali lagi jika, terjadi supernova dalam jarak yang dekat dengan Bumi, selamatkah tardigrada?

Radiasi dari supernova mungkin akan menyapu bersih lapisan ozon Bumi, menghanguskan semua kehidupan di daratan, dan melenyapkan atmosfer kaya oksigen di planet kita.

Tapi dalam kondisi seekstrem itu pun tardigrada masih akan hidup. Agar tardigrada bisa punah bersama semua spesies di Bumi, maka lautan di Bumi harus menguap lepas ke luar angkasa.

"Bahkan jika atmosfer benar-benar tergerus, mahluk-mahluk yang hidup di dasar lautan tak akan merasakan pengaruhnya," tulis para peneliti.

Lalu berapa energi yang dibutuhkan agar lautan di Bumi menguap dan lenyap? Jawabannya: 560.000.000.000.000.000.000.000.000 Joule. Satu Joule setara dengan jumlah energi yang diperlukan untuk menghasilkan daya 1 watt selama 1 detik.

Manusia sendiri, dengan teknologi yang ada saat ini, butuh waktu 1 juta tahun untuk menghasilkan energi sebesar 560 septilon joule, demikian jelas para peneliti.

Terpaan Sinar Gama
Sinar gama jauh lebih kuat dari supernova, tetapi juga lebih misterius. Sejauh ini para astronom hanya melihat sinar gama di galaksi lain dan tak mengetahui bagaimana ia tercipta.

Agar Bumi bisa benar-benar hancur, sebuah sinar gama harus berhulu dari tempat yang berjarak minimal 42 tahun cahaya dari bumi, masih dalam Galaksi Bima Sakti.

Kabar baiknya, belum ada sinar gama yang terpantau dalam galaksi kita dan karenanya risiko Bumi terpapar semburan sinar gama sangat kecil.

Kematian Matahari
Pada akhirnya, para ilmuwan menjelaskan, bahwa hanya kematian matahari yang bisa melenyapkan tardigrada bersama seluruh spesies di Bumi.

"Sepertinya kehidupan, ketika telah berkembang, sangat sukar dimusnahkan total. Sejumlah besar spesies mungkin akan punah, tetapi kehidupan akan tetap ada," jelas Sloan.

Hasil penelitian ini, jelas para peneliti, juga memberikan kabar baik bagi para ilmuwan yang kini giat mencari kehidupan alien di luar Bumi.

"Tardigrada sangat sukar dimusnahkan di Bumi, dan ini membuka kemungkinan ada kehidupan lain yang sangat tangguh di suatu tempat di alam semesta," kata Alves Batista, salah satu peneliti dalam riset itu. (Phys.org/National Geographic/Vox)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kuba 'Kiamat Kecil' Gara-gara Mati Listrik, Negara Lumpuh Total di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

Kuba 'Kiamat Kecil' Gara-gara Mati Listrik, Negara Lumpuh Total di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:53 WIB

Kiamat Kecil Bernama Baterai Sisa Satu Persen dan Ponsel Ketinggalan

Kiamat Kecil Bernama Baterai Sisa Satu Persen dan Ponsel Ketinggalan

Your Say | Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:14 WIB

Kiamat, Langit Siang Mendadak Gelap! Kesaksian Warga Saat Badai Pasir Raksasa Menerjang

Kiamat, Langit Siang Mendadak Gelap! Kesaksian Warga Saat Badai Pasir Raksasa Menerjang

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:30 WIB

Asteroid Terdeteksi Mendekat Sangat Cepat ke Arah Orbit Bumi, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan

Asteroid Terdeteksi Mendekat Sangat Cepat ke Arah Orbit Bumi, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:43 WIB

Jadwal Asteroid Apophis atau 'Dewa Kematian' Melintas Dekat Bumi

Jadwal Asteroid Apophis atau 'Dewa Kematian' Melintas Dekat Bumi

Tekno | Rabu, 15 April 2026 | 10:01 WIB

Donald Trump Ancam Bikin Iran 'Kiamat Lebih Cepat'

Donald Trump Ancam Bikin Iran 'Kiamat Lebih Cepat'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:45 WIB

Rudal Kiamat Iran Hantam Pemukiman Eshtaol Israel Hingga 11 Orang Terluka Parah

Rudal Kiamat Iran Hantam Pemukiman Eshtaol Israel Hingga 11 Orang Terluka Parah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:44 WIB

Arab Saudi Marah ke Iran, Singgung Serangan Rudal Kiamat ke Negara Islam

Arab Saudi Marah ke Iran, Singgung Serangan Rudal Kiamat ke Negara Islam

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:00 WIB

Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka

Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:14 WIB

Kiamat Sudah Dekat Kalau Amerika Nekat Buka Paksa Selat Hormuz Iran

Kiamat Sudah Dekat Kalau Amerika Nekat Buka Paksa Selat Hormuz Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:48 WIB

Terkini

Gak Ada yang Gratisan! Agnez Mo Ungkap Hal Gila yang Ia Lakukan Demi Tampil di Reacher

Gak Ada yang Gratisan! Agnez Mo Ungkap Hal Gila yang Ia Lakukan Demi Tampil di Reacher

Entertainment | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Danantara Housing Expo 2026 Tawarkan Hunian Impian dan Solusi BRI KPR

Danantara Housing Expo 2026 Tawarkan Hunian Impian dan Solusi BRI KPR

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:00 WIB

5 Serum Vitamin C Booster Lokal untuk Mencerahkan Kulit Secara Maksimal

5 Serum Vitamin C Booster Lokal untuk Mencerahkan Kulit Secara Maksimal

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Dua Tahun Meredup Bersama KTM, Enea Bastianini Bakal Bangkit di Trackhouse?

Dua Tahun Meredup Bersama KTM, Enea Bastianini Bakal Bangkit di Trackhouse?

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:55 WIB

Pasar Modern dan Pasar Tradisional, Mana yang Lebih Guyub?

Pasar Modern dan Pasar Tradisional, Mana yang Lebih Guyub?

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Perbedaan Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan, Lengkap dengan Contoh

Perbedaan Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan, Lengkap dengan Contoh

Tekno | Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Thailand Terjepit 0-2, Anthony Hudson Sesumbar Bisa Comeback di Markas Vietnam

Thailand Terjepit 0-2, Anthony Hudson Sesumbar Bisa Comeback di Markas Vietnam

Bola | Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:45 WIB

'Nanti Ada Rezekinya Lagi': Mantra Andalan Gen Z saat Uang Telanjur Keluar

'Nanti Ada Rezekinya Lagi': Mantra Andalan Gen Z saat Uang Telanjur Keluar

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:42 WIB

Bejat! Bapak dan Anak Diduga Jadi Pelaku Pencabulan di Lamongan

Bejat! Bapak dan Anak Diduga Jadi Pelaku Pencabulan di Lamongan

Jatim | Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:37 WIB

KRAS Ubah Jalur Distribusi Baja, Biaya Logistik Bisa Turun 12%

KRAS Ubah Jalur Distribusi Baja, Biaya Logistik Bisa Turun 12%

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:36 WIB

×