Lima Kiamat dalam Sejarah Bumi

Liberty Jemadu

Selasa, 11 Juli 2017 | 19:49 WIB
Lima Kiamat dalam Sejarah Bumi
Ilustrasi dinosaurus. (Shutterstock)

Suara.com - Bumi disebut sedang dalam proses menuju kiamat keenam oleh sejumlah ilmuwan dalam penelitian mereka yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Dalam hasil penelitian itu dibeberkan bahwa separuh dari mamalia darat telah kehilangan 80 persen habitatnya dalam 100 tahun terakhir. Selain itu, miliaran mamalia, burung, reptil, dan binatang amfibi sudah lenyap dari muka Bumi.

Para peneliti mengatakan bahwa pemicu kiamat keenam ini adalah membengkaknya populasi manusia dan pola konsumsi manusia yang semakin rakus.

"Manusia akan membayar harga sangat mahal atas pemusnahan massal satu-satunya himpunan kehidupan yang kita kenal di alam semesta saat ini," tulis para peneliti dalam artikel mereka.

Jika kiamat keenam yang sedang berlangsung ini dipicu oleh ulah manusia, bagaimanan dengan lima kiamat lainnya? Berikut penjelasan ringkasnya:

1. Kiamat Ordovician-Silurian

Ini adalah kiamat terbesar ketiga dalam sejarah Bumi. Terjadi sekitar 443 juta tahun silam, di akhir periode Ordovician dan awal periode Silurian.

Proses kiamat ini memiliki dua masa puncak, yang terpisah ratusan ribu tahun. Di periode Ordovician, sebagian besar mahluk hidup masih berhabitat di dalam air, seperti trilobite, brachiopoda, dan graptolite. Binatang-binatang ini yang sebagian besar punah ketika terjadi kiamat pertama di Bumi.

Secara keseluruhan, diperkirakan 85 persen kehidupan di lautan ketika itu punah akibat membekunya air laut. Sebuah lempengan es raksasa membentang di selatan Bumi akibat perubahan iklim.

Alhasil permukaan air laut semakin surut. Ketika lapisan es mulai mencair, kandungan oksigen di dalam lautan berkurang drastis.

2. Kiamat di akhir Periode Devonian

Sekitar tiga perempat spesies di muka Bumi pada periode ini (sekitar 360 juta tahun silam) punah, termasuk terumbu-terumbu karang yang sangat berharga bagi ekosistem Bumi.

Proses kiamat pada periode ini tak terjadi seketika, tetapi merupakan gabungan dari serangkaian tragedi kepunahan yang menggerus lebih dari 70 persen kehidupan di Bumi.

Yang terdampak paling parah adalah mahluk-mahluk hidup di lautan dangkal, terutama terumbu karang yang baru bisa berkembang biak lagi 100 juta tahun kemudian.

Pada masa ini sebagian besar dasar lautan tak memiliki oksigen dan hanya bakteri yang bisa bertahan hidup di sana.

Pemicu kepunahan massal kedua dalam sejarah Bumi ini adalah perubahan ketinggian permukaan laut, hantaman asteroid, perubahan iklim, dan munculnya tumbuhan-tumbuhan baru.

3. Kiamat di Periode Permian-Triassic

Kepunahan massal ini terjadi sekitar 250 juta tahun silam dan merupakan yang paling parah dalam sejarah Bumi. Ketika itu, sekitar 96 persen mahluk hidup di Bumi lenyap.

Kita yang tersisa saat ini di Bumi merupakan turunan dari sektiar 4 persen mahluk hidup yang selamat dari kiamat terbesar ini (The Great Dying).

Menurut para ilmuwan, pemicu kiamat ini sangat rumit karena berlangsung dalam dua fase yang berjarak jutaan tahun. Yang terdampak paling parah adalah mahluk-mahluk hidup di lautan dan terutama serangga raksasa.

Penyebab tragedi ini diperkirakan lebih dari satu, mulai dari hantaman asteroid, letusan gunung berapi di Siberia, berkurangnya oksigen, dan fluktuasi permukaan laut.

4. Kiamat di Periode Triassic-Jurassic

Terjadi sekitar 200 juta tahun silam, sekitar 18 juta tahun jelang berakhirnya Periode Triassic, proses kiamat ini berlangsung dalam tiga tahap.

Sebagian besar binatang punah, termasuk reptil-reptil laut, sejumlah amfibi raksasa, dan sejumlah besar molusca cephalopoda. Uniknya, tumbuh-tumbuhan tak banyak terdampak dalam kepunahan masal ini.

Pemicunya diduga perubahan iklim, letusan gunung berapi, dan hantaman asteroid.

5. Kiamat di Periode Crataceous-Tertiary

Pada masa inilah, sekitar 65 juta tahun silam, dinosaurus punah. Sebenarnya bukan cuma dinosaurus, tetapi juga kelompok binatang laut amonit, sejumlah besar tumbuhan berbunga, dan sebagian besar pterosaurus, sejenis reptil terbang.

Diduga kepunahan dinosaurus itu dipicu oleh beberapa faktor, termasuk menurunnya permukaan laut, letusan gunung berapi, dan puncaknya hantaman asteroid raksasa di semenanjung Yucatan, Meksiko.

Setelah periode ini, mamalia mulai menguasai Bumi dan manusia kemudian muncul sebagai spesies yang paling unggul. (BBC/The Guardian)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Spesifikasi Bom Kiamat MK-84 dan BLU-117 AS yang Dijual ke Israel, Daya Ledak Seperti Meteor

Spesifikasi Bom Kiamat MK-84 dan BLU-117 AS yang Dijual ke Israel, Daya Ledak Seperti Meteor

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:09 WIB

Inggris 'Kiamat Kecil', 2.000 Penerbangan Mendadak Dibatalkan

Inggris 'Kiamat Kecil', 2.000 Penerbangan Mendadak Dibatalkan

News | Kamis, 10 September 2026 | 15:10 WIB

Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?

Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:09 WIB

Kritik Manis PAW Patrol: The Dino Movie: Kenapa Anak-anak Harus Selalu Terlihat Berguna?

Kritik Manis PAW Patrol: The Dino Movie: Kenapa Anak-anak Harus Selalu Terlihat Berguna?

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 08:10 WIB

The End of Oak Street: Saat Teror Dinosaurus Menginvasi Perumahan Suburban

The End of Oak Street: Saat Teror Dinosaurus Menginvasi Perumahan Suburban

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:10 WIB

The End of Oak Street: Perjalanan Melintasi Waktu Dibalut Sensasi Teror Dinosaurus

The End of Oak Street: Perjalanan Melintasi Waktu Dibalut Sensasi Teror Dinosaurus

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:09 WIB

Kuba 'Kiamat Kecil' Gara-gara Mati Listrik, Negara Lumpuh Total di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

Kuba 'Kiamat Kecil' Gara-gara Mati Listrik, Negara Lumpuh Total di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:53 WIB

Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas

Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:25 WIB

Fosil Tyrannosaurus Rex Gus Jadi Rebutan Miliarder dan Ilmuwan, Harganya Tembus Jutaan Dolar AS

Fosil Tyrannosaurus Rex Gus Jadi Rebutan Miliarder dan Ilmuwan, Harganya Tembus Jutaan Dolar AS

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 11:57 WIB

Jurassic Shadows, Anime Orisinal Ninja vs Dinosaurus Resmi Diumumkan

Jurassic Shadows, Anime Orisinal Ninja vs Dinosaurus Resmi Diumumkan

Your Say | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:45 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×