Nobel Kesehatan 2017 untuk Penemu Jam Biologis

Liberty Jemadu

Selasa, 03 Oktober 2017 | 08:41 WIB
Nobel Kesehatan 2017 untuk Penemu Jam Biologis
Tiga ilmuwan AS, Jeffery Hall, Michael Rosbach, dan Michael Young berfoto usai memberi kuliah di Hong Kong pada 2013 silam. Ketiganya dianugerahi Nobel Kesehatan pada Senin (2/10) [AFP/Chinese University of Hong Kong]

Suara.com - Tiga ilmuwan Amerika Serikat, Jeffrey Hall, Michael Rosbach, dan Michael Young memenangkan anugerah Nobel Kesehatan 2017 berkat penelitian mereka tentang mekanisme molekular yang mengendalikan rime sirkardian atau jam biologis dalam tubuh manusia.

Temuan ketiganya membantu menjelaskan mengapa manusia mengalami jet lag ketika ritme sirkardian mereka terganggu. Selain itu karya mereka juga memiliki implikasi pada sejumlah masalah kesehatan mulai dari insomnia, depresi, hingga penyakit jantung.

Karya mereka juga kini berkembang menjadi chronobiology atau studi tentang jam biologis. Studi ini merupakan salah satu bidang studi yang berkembang pesat di dunia.

Selain itu berkat studi mereka, para ilmuwan saat ini berhasi mengembangkan sejumlah teknik pengobatan berdasarkan siklus sirkardian. Termasuk di antaranya menentukan jam yang tepat untuk mengonsumsi obat serta menemukan pola tidur yang sehat.

"Penerima Nobel kesehatan tahun ini telah memecahkan misteri tentang bagaimana jam internal tubuh bisa mengantisipasi fluktuasi antara malam dan siang hari, sehingga bisa menyesuaikan perilaku dan fisiologi kita," kata Thomas Perlmann, sekretaris Karolinska Institute Nobel Committee seperti dikutip Reuters.

Jam Biologis

Jam biologis atau ritme sirkardian, seperti dijelaskan BBC, adalah alasan mengapa kita tertidur pada malam hari dan mekanisme yang mendorong perubahan pada perilaku serta fungsi tubuh kita.

Jam itu berdetak hampir dalam setiap sel tubuh manusia, juga pada tumbuhan, binatang, dan jamur. Hormon, mood, suhu tubuh, dan metabolisme dalam tubuh kita berfluktuasi adalam ritme yang teratur setiap harinya.

Bahkan risiko kita terkena serangan jantung meningkat setiap pagi, ketika mesin dalam tubuh kita mulai dinyalakan dan beroperasi.

Karena jam biologis sangat ketat mengendalikan tubuh kita, maka sedikit saja gangguan pada mekanisme akan memiliki implikasi terhadap kesehatan kita.

Dalam jangka pendek, gangguan terhadap jam biologis bisa memengaruhi pembentukan memori atau ingatan. Tetapi dalam jangka panjang, bisa memicu beberapa penyakit seperti diabetes tipe 2, kanker, dan penyakit jantung.

"Jika sistem itu kita rusak, maka akan ada pengaruh besar terhadap sistem metabolisme kita," kata Russel Foster, pakar jam biologis pada Universitas Oxford, Inggris.

Bermula dari Lalat Buah

Penelitian tentang jam biologis sebenarnya sudah dimulai pada dekade 1960an. Ketiga peneliti penerima Nobel ini sendiri mulai meneliti tentang mekanisme ini pada 1980an.

Hall dan Roshach pada mulanya menemukan sebuah gen bernama period pada lalat buah. Gen period ini bisa mengendalikan atau memerintahkan sel untuk memproduksi protein bernama PER.

Protein ini akan bertambah banyak pada malam hari dan berkurang pada siang hari. Siklus protein PER ini terus berulang setiap harinya.

Sementara Young menemukan gen lain bernama timeless dan doubletime. Kedua gen ini berperan untuk menstabilkan PER. Jika PER dalam kondisi stabil, maka jam biologis tubuh akan berdetak lebih perlahan. Sebaliknya, maka jam biologis akan berpacu lebih cepat.

Perbedaan stabilitas PER ini menjelaskan mengapa ada tipe manusia yang aktif pada pagi atau siang hari, sementara sebagian lagi produktif pada malam hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dendam yang Tak Pernah Selesai dalam Novel Peraih Nobel Beauty and Sadness

Dendam yang Tak Pernah Selesai dalam Novel Peraih Nobel Beauty and Sadness

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Thousand Cranes: Luka Masa Lalu dalam Karya Peraih Nobel Yasunari Kawabata

Thousand Cranes: Luka Masa Lalu dalam Karya Peraih Nobel Yasunari Kawabata

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Diusulkan Jadi Nobel Perdamaian, Makalah MBG yang Cantumkan Nama Prabowo Kini Diinvestigasi

Diusulkan Jadi Nobel Perdamaian, Makalah MBG yang Cantumkan Nama Prabowo Kini Diinvestigasi

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:26 WIB

Studio Ghibli Resmi Menerima Penghargaan Bergengsi Setara Nobel di Spanyol

Studio Ghibli Resmi Menerima Penghargaan Bergengsi Setara Nobel di Spanyol

Your Say | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:00 WIB

Saat Alwijo "Memasak" Judul Wattpad Abal-abal: Layak Dapat Nobel atau Cuma Viral?

Saat Alwijo "Memasak" Judul Wattpad Abal-abal: Layak Dapat Nobel atau Cuma Viral?

Your Say | Selasa, 21 April 2026 | 10:52 WIB

Berkontribusi bagi Keamanan dan Kesejahteraan, BPJS Kesehatan Masuk Nominasi Nobel Perdamaian

Berkontribusi bagi Keamanan dan Kesejahteraan, BPJS Kesehatan Masuk Nominasi Nobel Perdamaian

News | Selasa, 14 Oktober 2025 | 19:38 WIB

Nobel Perdamaian Dikasih ke Pendukung Genosida? 5 Dosa Pemenang Nobel 2025 yang Bikin Geger

Nobel Perdamaian Dikasih ke Pendukung Genosida? 5 Dosa Pemenang Nobel 2025 yang Bikin Geger

Your Say | Senin, 13 Oktober 2025 | 07:20 WIB

Nobel Perdamaian 2025 Penuh Duri: Jejak Digital Pro-Israel Penerima Penghargaan Jadi Bumerang

Nobel Perdamaian 2025 Penuh Duri: Jejak Digital Pro-Israel Penerima Penghargaan Jadi Bumerang

News | Minggu, 12 Oktober 2025 | 23:10 WIB

5 Rekomendasi Novel Karya Laszlo Krasznahorkai: Peraih Nobel Sastra 2025

5 Rekomendasi Novel Karya Laszlo Krasznahorkai: Peraih Nobel Sastra 2025

Lifestyle | Sabtu, 11 Oktober 2025 | 19:15 WIB

Terkini

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:23 WIB

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:03 WIB

×