Awas, Stephen Hawking Juga 'Takut' pada kecerdasan Buatan

Dythia Novianty Suara.Com
Jum'at, 03 November 2017 | 07:37 WIB
Awas, Stephen Hawking Juga 'Takut' pada kecerdasan Buatan
Stephen Hawking. [Shutterstock]

Suara.com - Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin pesat. Banyak pihak yang mengkhawatirkan hal ini berdampak pada kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Stephen Hawking kembali memperingatkan.

"Perkembangan manusia robot dan komputer pada akhirnya akan mencapai titik kritis ketika akan menjadi 'bentuk kehidupan baru yang akan mengungguli manusia", kata ahli fisika Cambridge itu.

"Jika orang merancang virus komputer, seseorang akan merancang AI yang memperbaiki dan mereplikasi dirinya sendiri," tambahnya.

Profesor (75) tersebut sebelumnya mengatakan bahwa dia tidak melihat perbedaan mendasar antara apa yang dapat dilakukan otak manusia dan komputer. Beberapa titik mesin bisa menjadi lebih baik dari manusia.

"Jika bukan mesin yang menghancurkan kita dalam efisiensi mereka, mungkin itu adalah ketidakmampuan kita dalam mengelola planet bumi," katanya dalam wawancara yang sama dengan majalah Wired dikutip Metro.

"Saya percaya kita telah sampai pada titik tidak bisa kembali. Bumi kita menjadi terlalu kecil untuk kita, populasi global meningkat pada tingkat yang mengkhawatirkan dan kita berada dalam bahaya merusak diri sendiri," ujar dia.

Profesor menambahkan bahwa sangat dibutuhkan lebih banyak orang muda untuk tertarik meneliti ruang. Jadi bisa menjelajah planet dan menyelamatkan spesies kita.

Ini bukan pertama kalinya Stephen Hawking membunyikan bel kiamat tentang kecerdasan buatan. Pada tahun 2015, ia mengatakan bahwa robot yang kita desain bisa menghancurkan manusia seperti semak belukar.

"Risiko sebenarnya dengan AI bukanlah kedengkian tapi kompetensi. AI yang superintelig akan sangat hebat dalam mencapai tujuannya, dan jika tujuan tersebut tidak sesuai dengan keinginan kita, kita dalam masalah," bebernya.

Baca Juga: Stephen Hawking Bicara Soal Bahaya Robot di Tangerang

Dia juga mengatakan bahwa kita harus bersiap untuk meninggalkan bumi dalam 100 tahun dan bahwa 'pemerintahan dunia 'bisa menjadi satu-satunya harapan kita.

Sayangnya, meskipun, politik juga merupakan ancaman serius bagi kemanusiaan sekarang.

"Keputusan Donald Trump untuk menarik diri dari kesepakatan iklim Paris bisa 'mendorong bumi melewati jurang'," katanya.

"Kami mendekati titik kritis dimana pemanasan global menjadi tidak dapat diubah lagi. Tindakan Trump bisa mendorong Bumi melewati jurang, menjadi seperti Venus, dengan suhu 250C, dan mengeluarkan asam sulfat," ungkap dia dihari ulang tahun yang ke-75.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI