Sophos: Tidak Ada Platform Kebal Ransomware, Termasuk Linux!

Dythia Novianty

Selasa, 07 November 2017 | 17:55 WIB
Sophos: Tidak Ada Platform Kebal Ransomware, Termasuk Linux!
Ilustrasi seorang peretas dan komputer yang telah terserang ransomware. [Shutterstock]

Suara.com - Sophos, sebuah perusahaan pemimpin global dalam teknologi keamanan jaringan dan Endpoint, mengumumkan Prediksi Malware dari Sophoslabs 2018 (SophosLabs 2018 Malware Forecast). Laporan merangkum tren ransomware dan keamanan siber lainnya berdasarkan data yang dikumpulkan dari pelanggan komputer Sophos di seluruh dunia, mulai tanggal 1 April hingga 3 Oktober 2017.

Menariknya, walaupun sebagian besar ransomware menyerang sistem berbasis Windows dalam 6 bulan terakhir, ternyata platform Android, Linux, dan MacOS tidaklah kebal terhadap ransomware.

“Ransomware telah menjadi agnostik terhadap jenis platform. Mayoritas ransomware menyasar komputer berbasis Windows, tapi tahun ini, SophosLabs melihat adanya peningkatan angka serangan crypto pada perangkat dan sistem operasi berbeda yang digunakan oleh pelanggan kami di seluruh dunia,” jelas Dorka Palotay, peneliti di SophosLabs dan kontributor untuk analisis ransomware pada laporan Prediksi Malware SophosLabs 2018, dalam keterangan tertulis.

Laporan tersebut juga menelisik pola pertumbuhan ransomware, mengindikasikan bahwa WannaCry, yang diluncurkan di bulan Mei 2017, adalah ransomware nomor satu yang berhasil dicegat pada komputer pengguna. Mengalahkan pemimpin lama dalam ransomware yaitu Cerber, yang muncul pertama kali di awal tahun 2016.

WannaCry mewakili sebesar 45.3 persen dari seluruh ransomware yang ditelusur SophosLabs, sedangkan Cerber mewakili 44.2 persen.



“Untuk pertama kalinya, kami melihat ransomware dengan karakteristik seperti worm, yang berkontribusi pada cepatnya penyebaran WannaCry. Ransomware ini mengambil keuntungan dari kerentanan Windows yang umum diketahui untuk menginfeksi dan menyebarkan dirinya ke komputer lain, sehingga sulit untuk dikontrol” lanjut Palotay.

Dia menuturkan, meskipun pelanggan terlindungi dari ransomware itu dan WannaCry telah ditaklukkan, tetap ada ancaman karena sifat WannaCry yang terus menerus melakukan pemindaian dan menyerang sembarang komputer.

Menurut analisis SophosLabs, jumlah serangan terhadap pelanggan Sophos yang menggunakan perangkat Android meningkat hampir setiap bulan di tahun 2017.

"Pada bulan September saja, 30,4 persen malware Android berbahaya yang diproses oleh SophosLabs adalah ransomware. Kami memperkirakan ini akan melonjak menjadi sekitar 45 persen di bulan Oktober," kata Rowland Yu, seorang peneliti keamanan SophosLabs dan kontributor untuk Forecast Malware SophosLabs 2018.

Jenis ransomware paling banyak menyerang Indonesia. [Sophos]

Salah satu alasan dipercaya ransomware di Android menjadi populer adalah karena ini merupakan cara mudah bagi penjahat cyber untuk menghasilkan uang daripada mencuri data kontak dan SMS, memasang iklan atau melakukan phishing bank yang memerlukan teknik peretasan yang canggih.

"Penting untuk dicatat bahwa ransomware Android sering ditemukan di pasar aplikasi non-Google Play. Ini alasan lain bagi pengguna untuk sangat berhati-hati terhadap sumber dan jenis aplikasi yang mereka unduh," ujarnya.

baca juga

Laporan SophosLabs lebih lanjut mengindikasikan ada dua jenis metode serangan Android yang muncul, yakni mengunci telepon tanpa mengenkripsi data dan mengunci telepon sekaligus mengenkripsi data. Kebanyakan ransomware melakukan penguncian layar dengan imbalan uang cukup membuat orang kesulitan, terutama karena pengguna mengakses informasi pada perangkat pribadi berapa kali dalam sehari.

"Sophos merekomendasikan untuk mem-back up telepon secara rutin, mirip dengan komputer, untuk menyimpan data dan menghindari pembayaran uang tebusan hanya untuk mendapatkan kembali akses. Kami melihat ransomware pada Android akan terus meningkat dan menjadi jenis malware paling dominan pada platform mobile di tahun-tahun yang akan datang," kata Yu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mirip Petya, Ransomware Jenis Baru Kini Menyebar ke Seluruh Dunia

Mirip Petya, Ransomware Jenis Baru Kini Menyebar ke Seluruh Dunia

Tekno | Rabu, 25 Oktober 2017 | 11:45 WIB

Awas! Ransomware Android Ini Bisa Ubah PIN Anda

Awas! Ransomware Android Ini Bisa Ubah PIN Anda

Tekno | Minggu, 15 Oktober 2017 | 10:00 WIB

Ransomware Baru Ini Minta Foto Telanjang Korban Sebagai Tebusan

Ransomware Baru Ini Minta Foto Telanjang Korban Sebagai Tebusan

Tekno | Jum'at, 22 September 2017 | 19:22 WIB

Serangan Ransomware ke Perusahaan Meningkat Pesat

Serangan Ransomware ke Perusahaan Meningkat Pesat

Tekno | Senin, 11 September 2017 | 19:28 WIB

Penjahat Serangan Siber Ini Akui Data dari Perbankan "Bermanfaat"

Penjahat Serangan Siber Ini Akui Data dari Perbankan "Bermanfaat"

Tekno | Sabtu, 05 Agustus 2017 | 19:27 WIB

Pahlawan Penumpas WannaCry Ditangkap Polisi Amerika

Pahlawan Penumpas WannaCry Ditangkap Polisi Amerika

Tekno | Jum'at, 04 Agustus 2017 | 05:31 WIB

Terkini

Struktur Ombudsman RI Masih Pincang, Menanti Kepemimpinan Perempuan Demi Demokrasi yang Inklusif

Struktur Ombudsman RI Masih Pincang, Menanti Kepemimpinan Perempuan Demi Demokrasi yang Inklusif

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:13 WIB

Maut di Gudang Kayu Ngawi: Nestapa Suami Sembunyikan Istri dari Amukan Anak Kandung

Maut di Gudang Kayu Ngawi: Nestapa Suami Sembunyikan Istri dari Amukan Anak Kandung

Jatim | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:08 WIB

Prabowo Minta TNI Beri Sesuatu yang Spesial untuk Masyarakat di Bulan Kemerdekaan

Prabowo Minta TNI Beri Sesuatu yang Spesial untuk Masyarakat di Bulan Kemerdekaan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:08 WIB

Amerika Serikat Bakal Punya Senator Muslim Pertama, Siapa?

Amerika Serikat Bakal Punya Senator Muslim Pertama, Siapa?

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:07 WIB

Krisis Empati Nakes pada Pasien BPJS: Akibat 'Burnout' atau Bobroknya Sistem Kesehatan?

Krisis Empati Nakes pada Pasien BPJS: Akibat 'Burnout' atau Bobroknya Sistem Kesehatan?

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Pindah Agensi Baru, The Boyz Siap Lanjutkan Aktivitas Grup dengan 9 Member

Pindah Agensi Baru, The Boyz Siap Lanjutkan Aktivitas Grup dengan 9 Member

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:05 WIB

FIFA ASEAN Cup 2026: Hadiah Rp15 M Menanti, Timnas Indonesia Siap Turunkan Skuat Terbaik

FIFA ASEAN Cup 2026: Hadiah Rp15 M Menanti, Timnas Indonesia Siap Turunkan Skuat Terbaik

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:04 WIB

IHSG Berakhir Terkoreksi Tapi Masih di Level 6.300, DSSA Melesat Lagi

IHSG Berakhir Terkoreksi Tapi Masih di Level 6.300, DSSA Melesat Lagi

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:01 WIB

Pengering Higienis Panasonic CARE+ Edition Bantu Kurangi Bakteri & Jaga Pakaian Tetap Bersih

Pengering Higienis Panasonic CARE+ Edition Bantu Kurangi Bakteri & Jaga Pakaian Tetap Bersih

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Disorot Dedi Mulyadi, Ini 7 Efek Mengerikan Tramadol yang Bisa Mengancam Nyawa

Disorot Dedi Mulyadi, Ini 7 Efek Mengerikan Tramadol yang Bisa Mengancam Nyawa

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:00 WIB

×