Array

Jadi Korban Scam WhatsApp? Ini yang Harus Dilakukan

Dythia Novianty Suara.Com
Jum'at, 10 November 2017 | 11:17 WIB
Jadi Korban Scam WhatsApp? Ini yang Harus Dilakukan
Ilustrasi aplikasi WhatsApp dalam sebuah ponsel pintar. [Shutterstock]

Suara.com - Para kriminal kerap menggunakan WhatsApp untuk mengelabui pengguna agar menyerahkan data pribadi mereka. Masyarakat sering menerima tautan ke voucher palsu melalui aplikasi, yang dirancang untuk menipu Anda, agar mengunjungi situs web licik yang telah disamarkan sebagai situs sah.

Lebih buruk lagi, pesan-pesan ini berasal dari kontak tepercaya, yang didorong untuk mengirim voucher palsu ke sebanyak mungkin orang.

Penipuan itu ditemukan oleh Action Fraud yang mengatakan bahwa ia mengetahui voucher palsu yang mengklaim berasal dari Asda, Topshop, Sainsbury's, Marks & Spencer, Tesco, Asda, Nike, Lidl, Aldi dan Singapore Airlines.

Salah satunya adalah pesan voucher Asda palsu menampilkan pesannya.

"Halo, ASDA memberikan Voucher Gratis 250 poundsterling (Rp4,4 jutaan) untuk merayakan ulang tahun ke-68, mari ke sini untuk mendapatkannya," di samping url yang diformat dengan cerdik yang tidak boleh Anda klik.

Tampaknya, pesan itu terhubung ke situs web ASDA yang sebenarnya. Namun, menggunakan huruf đ, karakter yang dikenal sebagai dyet, sebagai ganti d biasa.

"Jika Anda mengklik URL yang meyakinkan, Anda akan dibawa ke situs web palsu yang dirancang untuk menipu Anda agar menyerahkan informasi pribadi," kata Action Fraud.

Salah satu tautan palsu dapat memungkinkan penjahat di belakang mereka memasang cookie di browser yang melacak aktivitas online Anda.

Jika Anda telah mengklik salah satu tautan jahat, Action Fraud menyarankan untuk menghapus riwayat penjelajahan situs web Anda dan menghapus semua cookies. Anda bisa melakukan ini di menu Settings pada browser Anda.

Baca Juga: Selain WhatsApp, Kominfo Sasar Penyedia Konten Negatif Lainnya

WhatsApp juga memiliki tip untuk melihat spam dan pesan tipuan. Disarankan pengguna untuk mewaspadai pesan yang mencakup kesalahan ejaan atau kesalahan tata bahasa, meminta Anda untuk memanfaatkan tautan, meminta Anda untuk berbagi informasi pribadi, meneruskan pesan, mengklik link untuk "mengaktifkan" sebuah fitur baru, dan mengklaim bahwa Anda harus membayar untuk menggunakan WhatsApp.

"Jika Anda menerima spam dari kontak, hapus pesannya dan jangan klik tautan apapun atau berikan informasi pribadi. Beritahu kontak bahwa pesan yang mereka kirim termasuk spam dan arahkan ke halaman keamanan WhatsApp ini," kata perusahaan itu. [Independent]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI