Pemerintah Diminta Prioritaskan Pengembangan Fiber Optik

Syaiful Rachman, Dian Kusumo Hapsari

Minggu, 26 November 2017 | 17:40 WIB
Pemerintah Diminta Prioritaskan Pengembangan Fiber Optik
Ilustrasi internet. (Shutterstock)

Suara.com - Asosiasi industri dan pengamat teknologi informasi mendesak pemerintah untuk memprioritaskan pengembangan infrastruktur internet untuk mewujudkan revolusi digital. Prioritas pengembangan infrastruktur itu mencakup fix acces dan mobile broadband guna mendukung pemerataan keterjangkauan internet di daerah dan mengakselerasi ekonomi digital.

Ketua Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Lukman Adjam berharap momentum Hari Internet Sedunia menjadi titik tolak prioritas pemerintah untuk membenahi infrastruktur internet di Indonesia.

“Peran internet makin penting. Sekarang dunia berubah ke arah digital ekonomi. Kita harus bersiap bersaing dengan bangsa lain. Jangan sampai terlambat mempersiapkan, apalagi Indonesia akan memperoleh bonus demografi pada 2020-2030,” ujar Lukman, Minggu (26/11/2017).

Sebenarnya, lanjut dia, pemerintah sudah memiliki program pita lebar dalam Keppres No 96 Tahun 2014, sebagai hasil kesepakatan stakeholders industri ICT kala itu. “Namun, itu program saat pemerintahan sebelumnya, harapan kami itu juga menjadi prioritas Presiden Jokowi, ” katanya.

Menurut Lukman, dalam Keppres No 96 tahun 2014, telah dicanangkan target pengembangan infrastruktur industri ICT hingga 2019. Untuk infrastruktur berbasis mobile, pada 2019 sudah harus meng-cover 100 persen daerah perkotaan dengan kapasitas 1 Mbps, sedangkan untuk fix broadband 71 persen menjangkau rumah tangga dengan kapasitas 20 Mbps.

Sementara di daerah pedesaan, target 2019 dalam Keppres itu mobile broadband dapat menjangkau 100 persen dengan kapasitas 512 Kbps dan 49 persen rumah tangga pedesaan dengan kapasitas 10 Mbps.

Namun, pencapaian saat ini secara rata-rata nasional mobile broadband baru 93 persen. Semua kota besar sudah tercover jaringan mobile 3G, sedangkan level kabupaten sudah 98 persen tercover jaringan mobile 3G. Sedangkan jaringan mobile broadband 4G di kota baru 40 persen, bahkan di pedesaan hanya 14 persen.

“Nah sekarang yang fix broadband secara nasional hanya 6 persen seluruhnya,” ungkapnya.

Lukman berharap Presiden Jokowi segera menerbitkan instruksi presiden untuk percepatan pembangunan jaringan fiber optik. “Fiber optik ini ibarat jalan tol, Palapa Ring belum cukup. Itu kan backbone-nya, yang diperlukan fishbone untuk menjangkau ke gedung-gedung. Percepatannya ya fiber optik, perizinan dan dukungan di daerah,” katanya.

Senada dengan Lukman, praktisi dan pengamat ICT Hermawan Sutanto menilai percepatan pengembangan infrastruktur internet di Indonesia sudah selayaknya didorong untuk meningkatkan daya saing nasional.

“Sebagai perbandingan, kecepatan rata-rata internet di Indonesia adalah 6,4 Mbps, masih jauh dari kecepatan pita lebar di Korea yang memimpin dengan 26,3 Mbps. Ini memperlihatkan daya saing kita masih di bawah Korea,” Sutanto.

Ketika seluruh pembangunan infrastrukturnya selesai maka masyarakat di seluruh Indonesia akan terhubung secara internet hanya melalui telepon pintar. Untuk itu, katanya, perlu disiapkan berbagai regulasi untuk mengatur kondisi tersebut saat seluruh jaringan infrastruktur internet tetapi juga jangan kebanyakan regulasi yang justru dapat membingungkan.

Tren pemakaian jaringan fiber optic mewabah di seluruh dunia baik di Negara maju maupun yang sedang berkembang karena sejumlah keunggulannya dibanding layanan data seluler yang menggunakan radio.

Secara teknologi fiber optic dapat menyalurkan data hingga kecepatan 10 Gbps tanpa adanya gangguan interferensi radio seperti yang terjadi di teknologi seluler. Infrastruktur dan layanan fiber optic dapat bertahan lebih dari 10 tahun secara konsisten tanpa gangguan berarti dari cuaca, gangguan listrik atau kondisi lingkungan lainnya seperti yang terjadi di teknologi seluler dan teknologi data lainnya.

Melihat kebutuhan masyarakat modern akan komunikasi data internet yang cepat dan stabil, teknologi fiber optic yang awalnya digelar hanya untuk melayani segmen korporasi saja, saat ini teknologi canggih ini sudah merambah ke segmen retail khususnya kompleks perumahan yang dikenal dengan teknologi Fiber to The Home.

Dengan keunggulan tersebut, FTTH mempunyai daya tarik tersendiri bagi masyarakat modern yang mempunyai kebutuhkan akan akses internet untuk mengakomodir kehidupan digital mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemasangan Kabel Optik Bawah Laut Palapa Ring Barat Resmi Dimulai

Pemasangan Kabel Optik Bawah Laut Palapa Ring Barat Resmi Dimulai

Tekno | Senin, 07 Agustus 2017 | 14:14 WIB

Terkini

Timnas Indonesia vs Vietnam, Rizky Ridho: Kunci Bisa Menang Jangan Mau Diprovokasi

Timnas Indonesia vs Vietnam, Rizky Ridho: Kunci Bisa Menang Jangan Mau Diprovokasi

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 07:01 WIB

Tragedi Petugas Damkar di Kramat Jati Jadi Alarm Bahaya Sampah Ilegal di Jakarta

Tragedi Petugas Damkar di Kramat Jati Jadi Alarm Bahaya Sampah Ilegal di Jakarta

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 06:50 WIB

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Sumbar | Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang

Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:50 WIB

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:27 WIB

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:33 WIB

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:47 WIB

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Riau | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:32 WIB

×