Eks Bos Facebook: Saya Menyesal, Medsos Memecah-Belah Publik

Liberty Jemadu

Selasa, 12 Desember 2017 | 19:15 WIB
Eks Bos Facebook: Saya Menyesal, Medsos Memecah-Belah Publik
Aplikasi Facebook pada sebuah ponsel pintar Android (Shutterstock).

Suara.com - Seorang bekas bos eksekutif Facebook mengaku merasa "sangat bersalah" karena telah ikut membangun apa yang disebutnya sebagai "alat yang mengoyak tenunan sosial masyarakat".

Pengakuan itu diutarakan Chamath Palihapitiya, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden Facebook bidang pertumbuhan pengguna, ketika berbicara di kampus Universitas Stanford, California, Amerika Serikat pada November lalu.

"Apa yang kami ciptakan telah merusak masyarakat," kata Palihapitiya yang mundur dari Facebook pada 2011 silam.

"Tak ada diskursus publik, tak ada kerja sama, hanya kesesatan informasi, dan ketidakbenaran," imbuh dia, seperti dilansir The Guardian dari Verge, Senin (11/12/2017).

"Ini bukan soal iklan-iklan Rusia. Ini adalah masalah global... Media sosial telah mengikis fondasi utama dari perilaku manusia dan bagaimana perilaku mereka terhadap sesama," beber Palihapitiya.

Penyesalan Palihapitiya itu diutarakan sehari setelah salah satu Presiden Facebook, Sean Parker, menuding Facebook "memanfaatkan kelemahan psikologi manusia" dan "mengubah relasi pengguna dengan masyarakat dan dengan sesama."

"Hanya Tuhan yang tahu apa yang Facebook lakukan terhadap otak anak-anak kita," kata Parker dalam sebuah konferensi di Philadelphia, AS, awal November lalu.

Adapun Palihapitiya berharap bisa menggunakan uang yang diperolehnya dari Facebook untuk berbuat kebaikan di dunia.

"Saya tak bisa mengendalikan mereka (Facebook dan media sosial lain)," kata Palihapitiya, "Tetapi saya bisa mengontrol keputusan saya, karenanya saya tak menggunakan media sosial. Saya bisa mengendalikan anak-anak saya, karenanya mereka tak menggunakan media sosial."

Palihapitiya juga mengajak para audiens untuk sunguh-sungguh mencari hubungan seperti apa yang mereka dambakan di media sosial.

"Perilaku Anda, mungkin tak Anda sadari, tetapi Anda sedang diprogram," wanti-wanti dia.

Kritik Palihapitiya ini disampaikan ketika Facebook sedang banyak dikritik karena menjadi media yang sering menyebarkan berita bohong, hoax, dan provokasi, yang tak jarang berujung pada pertumpahan darah.

Salah satu contohnya adalah di Myanmar, di mana Facebook dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok Budha garis keras untuk menyebarkan ujaran kebencian dan provokasi terhadap warga etnis Rohingya yang beragama Islam.

Palihapitiya sendiri mengutip contoh peristiwa di India beberapa bulan lalu, ketika tujuh warga Muslim dibunuh oleh massa yang marah karena terprovokasi pesan-pesan hoax di WhatsApp. Seperti diketahui, WhatsApp adalah aplikasi pesan milik Facebook.

"Inilah yang kita hadapai. Bayangkan ketika aktor-aktor jahat kini bisa memanipulasi sekelompok orang untuk melakukan apa saja yang mereka inginkan. Ini sunguh-sungguh sesuatu yang berbahaya," tekan dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Eksploitasi Rasa Iba: Kenali Sadfishing sebagai Modus Baru Penipuan Digital

Eksploitasi Rasa Iba: Kenali Sadfishing sebagai Modus Baru Penipuan Digital

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti

Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Layanan Info Lalin Terganggu, Akun X TMC Polda Metro Jaya Diretas Pihak Tak Dikenal

Layanan Info Lalin Terganggu, Akun X TMC Polda Metro Jaya Diretas Pihak Tak Dikenal

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Kasus Yurizal dan Pelajaran Besar tentang Empati Tenaga Kesehatan di Era Media Sosial

Kasus Yurizal dan Pelajaran Besar tentang Empati Tenaga Kesehatan di Era Media Sosial

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:22 WIB

India Tuntut Mark Zuckerberg Minta Maaf Setelah Video Perdana Menterinya Dibatasi di Facebook

India Tuntut Mark Zuckerberg Minta Maaf Setelah Video Perdana Menterinya Dibatasi di Facebook

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:12 WIB

Life Update di Media Sosial: Cara Gen Z Saling Berkabar di Era Digital

Life Update di Media Sosial: Cara Gen Z Saling Berkabar di Era Digital

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:00 WIB

Selamat Datang di Era Attention Economy: Ketika Kebenaran Kalah Penting dari Sensasi Viral

Selamat Datang di Era Attention Economy: Ketika Kebenaran Kalah Penting dari Sensasi Viral

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Di Balik Ilusi Media Sosial dan Ekspektasi: Belajar Hadir dan Menerima Jalur Hidup yang Tak Linear

Di Balik Ilusi Media Sosial dan Ekspektasi: Belajar Hadir dan Menerima Jalur Hidup yang Tak Linear

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:55 WIB

Budaya Menghakimi Era Digital: di Balik Layar, Dia Tetaplah Seorang Manusia

Budaya Menghakimi Era Digital: di Balik Layar, Dia Tetaplah Seorang Manusia

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Budaya Oversharing Mulai Ditinggalkan, Bukti Gen Z Sadar Buat Jaga Privasi

Budaya Oversharing Mulai Ditinggalkan, Bukti Gen Z Sadar Buat Jaga Privasi

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:35 WIB

Terkini

Melon 'Berwajah' Pejuang di Sleman, Cara Petani Muda Rayakan Kemerdekaan

Melon 'Berwajah' Pejuang di Sleman, Cara Petani Muda Rayakan Kemerdekaan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:01 WIB

Pemerintah Bidik Pajak Kontrakan: Ancaman Baru bagi Hunian Terjangkau

Pemerintah Bidik Pajak Kontrakan: Ancaman Baru bagi Hunian Terjangkau

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Diduga Ada Siswi Tertabrak di Jurangmangu, KRL Palmerah-Rangkasbitung Alami Gangguan

Diduga Ada Siswi Tertabrak di Jurangmangu, KRL Palmerah-Rangkasbitung Alami Gangguan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:59 WIB

Mensesneg Buka Suara soal Isu Reshuffle Kabinet Jelang 17 Agustus

Mensesneg Buka Suara soal Isu Reshuffle Kabinet Jelang 17 Agustus

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:58 WIB

Promo Khusus KPR Renovasi BRI dengan Suku Bunga Spesial

Promo Khusus KPR Renovasi BRI dengan Suku Bunga Spesial

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:57 WIB

Stok Beras Bulog Capai 5,25 Juta Ton, Tersebar di Berbagai Gudang Indonesia

Stok Beras Bulog Capai 5,25 Juta Ton, Tersebar di Berbagai Gudang Indonesia

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:57 WIB

Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek

Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:56 WIB

Tak Perlu Transit, TransNusa Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Bangkok 2 Kali Sehari

Tak Perlu Transit, TransNusa Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Bangkok 2 Kali Sehari

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:55 WIB

WALHI: Sebutan "Bencana Alam" Tak Boleh Menutupi Kerusakan Ekologis

WALHI: Sebutan "Bencana Alam" Tak Boleh Menutupi Kerusakan Ekologis

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:55 WIB

Studi Ungkap Dampak Penuaan Mikroplastik terhadap Polutan di Tanah

Studi Ungkap Dampak Penuaan Mikroplastik terhadap Polutan di Tanah

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:55 WIB

×