Gara-gara Baterai iPhone, Apple Diduga Lakukan Penipuan

Dythia Novianty

Selasa, 09 Januari 2018 | 14:20 WIB
Gara-gara Baterai iPhone, Apple Diduga Lakukan Penipuan
iPhone 6S. [AFP]

Suara.com - Lembaga konsumen fraud Prancis (DGCCRF), bagian dari kementerian ekonomi negara itu, pekan lalu meluncurkan penyelidikan awal ke Apple atas "dugaan penipuan" dan "rencana muslihat" produk Apple.

Penyelidikan tersebut mengikuti pengakuan Apple bahwa hal itu memperlambat beberapa iPhone lawas dengan baterai terdegradasi pada saat penggunaan daya puncak untuk mencegah power mati yang tidak terduga.

Apple memperkenalkan fitur manajemen daya di iOS 10.2.1 menyusul keluhan tentang daya mati yang tidak terduga di iPhone 6, namun Apple tidak menjelaskan kepada konsumen bahwa hal itu disebabkan oleh kerusakan baterai. Apple juga tidak menginformasikan pelanggan bahwa hal itu dapat menyebabkan kemunduran kinerja sesekali.

Apple meminta maaf karena kurangnya komunikasi dan memperkenalkan kebijakan baru yang memungkinkan pemilik iPhone 6, 6 Plus, 6s, 6s Plus, 7, 7 Plus, dan SE menerima penggantian baterai senilai 29 dolar AS (Rp389 ribuan) untuk satu kali. Perangkat mereka, sebagai perangkat dengan baterai habis yang terpengaruh oleh throttling akan kembali tampil normal dengan penggantian baterai.

Menurut Apple, fitur manajemen daya yang mencegah matinya daya yang tidak terduga sesekali dialami iPhone lama dengan baterai dalam kondisi buru,k dirancang untuk melestarikan kehidupan iPhone selama mungkin dan tidak diimplementasikan untuk meningkatkan kemampuan.

"Pertama dan terutama, kami tidak pernah dan tidak akan pernah melakukan apapun secara sengaja mempersingkat masa pakai produk Apple atau menurunkan pengalaman pengguna untuk mendorong peningkatan pelanggan. Tujuan kami selalu menciptakan produk yang disukai pelanggan, dan membuat iPhone bertahan selama mungkin merupakan bagian penting dari itu," tulis Apple dalam pernyataanya.

Meskipun ada upaya Apple untuk memperbaiki masalah ini, selain penyelidikan Prancis, perusahaan tersebut sekarang menghadapi lebih dari dua lusin tuntutan hukum yang menuduhnya sengaja memperlambat iPhone lawas dan gagal mengungkapkan perubahan yang diperkenalkannya di iOS 10.2.1. Salah satu tuntutan hukum tersebut juga berasal dari Prancis, diajukan oleh kelompok konsumen Prancis "HOP," yang diterjemahkan menjadi "Stop Plan Obsesi."

Investigasi pengawas Prancis bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikannya, dan berdasarkan temuan tersebut, masalah tersebut dapat diajukan ke pengadilan untuk penyelidikan yang lebih mendalam atau tidak sama sekali.

Jika Apple dinyatakan bersalah karena merencanakan muslihat di Prancis, hukumannya bisa menjadi denda hingga lima persen dari penjualan tahunannya. [Macrumors]

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ingin Sembunyikan Foto Seksi Anda? Begini Caranya

Ingin Sembunyikan Foto Seksi Anda? Begini Caranya

Tekno | Senin, 08 Januari 2018 | 07:37 WIB

Apple Punya Kejutan di 2018?

Apple Punya Kejutan di 2018?

Tekno | Jum'at, 05 Januari 2018 | 08:08 WIB

Bukan Tim Cook, Ini Karyawan dengan Gaji Tertinggi di Apple

Bukan Tim Cook, Ini Karyawan dengan Gaji Tertinggi di Apple

Tekno | Minggu, 31 Desember 2017 | 16:54 WIB

Bos Apple Diwajibkan Naik Jet Pribadi Saat Bepergian

Bos Apple Diwajibkan Naik Jet Pribadi Saat Bepergian

Tekno | Jum'at, 29 Desember 2017 | 17:42 WIB

Kinerja iPhone Lawas Melambat, Apple Minta Maaf

Kinerja iPhone Lawas Melambat, Apple Minta Maaf

Tekno | Jum'at, 29 Desember 2017 | 16:11 WIB

iPhone X Datang, Bagaimana Nasib iPhone Lama di Indonesia?

iPhone X Datang, Bagaimana Nasib iPhone Lama di Indonesia?

Tekno | Sabtu, 23 Desember 2017 | 19:15 WIB

Terkini

Isi Pidato Hasan Abdullah Sahal di Depan Prabowo, dari Sejarah Gontor Sampai Curhat Soal Cari Muka

Isi Pidato Hasan Abdullah Sahal di Depan Prabowo, dari Sejarah Gontor Sampai Curhat Soal Cari Muka

News | Minggu, 20 September 2026 | 12:07 WIB

5 Rekomendasi Krim Malam Mencerahkan Bekas Jerawat Kehitaman PIH, Harga Mulai Rp40 Ribuan

5 Rekomendasi Krim Malam Mencerahkan Bekas Jerawat Kehitaman PIH, Harga Mulai Rp40 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 12:05 WIB

Wajib Sertifikasi Halal Berlaku Oktober 2026, Rokok Termasuk?

Wajib Sertifikasi Halal Berlaku Oktober 2026, Rokok Termasuk?

News | Minggu, 20 September 2026 | 12:01 WIB

Ribuan Titik Panas Masih Kepung Sumatera, Riau Turun Drastis

Ribuan Titik Panas Masih Kepung Sumatera, Riau Turun Drastis

Riau | Minggu, 20 September 2026 | 12:01 WIB

Ketika Cinta Tak Lagi Ingin Pulang

Ketika Cinta Tak Lagi Ingin Pulang

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 11:55 WIB

Anime Bertema Fashion BLESS Tayang 2027, Video Dua Karakter Utama Dirilis

Anime Bertema Fashion BLESS Tayang 2027, Video Dua Karakter Utama Dirilis

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 11:50 WIB

Hak Korban KMP Virgo Transport 8 Mulai Disalurkan, Ahli Waris Terima Rp70 Juta

Hak Korban KMP Virgo Transport 8 Mulai Disalurkan, Ahli Waris Terima Rp70 Juta

News | Minggu, 20 September 2026 | 11:47 WIB

Sikapi Konflik Papua, Panglima TNI Tegaskan Militer Tak Bisa Bekerja Sendirian

Sikapi Konflik Papua, Panglima TNI Tegaskan Militer Tak Bisa Bekerja Sendirian

News | Minggu, 20 September 2026 | 11:32 WIB

VISION+ Hadirkan POTE, Serial Horor Soal Kutukan Mematikan di Pulau Marunda

VISION+ Hadirkan POTE, Serial Horor Soal Kutukan Mematikan di Pulau Marunda

Entertainment | Minggu, 20 September 2026 | 11:27 WIB

Jangan Tertipu Visualnya! Ini Pesan Kelam Takopi's Original Sin tentang Trauma

Jangan Tertipu Visualnya! Ini Pesan Kelam Takopi's Original Sin tentang Trauma

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 11:21 WIB

×