Ilmuwan: Letusan Gunung Toba Bisa Musnahkan Manusia?

Dythia Novianty

Rabu, 14 Maret 2018 | 08:33 WIB
Ilmuwan: Letusan Gunung Toba Bisa Musnahkan Manusia?
Gunung Sinabung di Sumatera Utara meletus. [Dok BNPB]

Suara.com - Para ilmuwan telah menemukan bukti baru mengerikan yang membantu untuk menceritakan bagaimana kepunahan manusia setelah ledakan supervolcano raksasa. Pecahan vulkanik mikroskopis telah ditemukan ribuan mil dari lokasi letusan besar di pulau Sumatra yang terjadi 74.000 tahun lalu.

Ledakan dahsyat ini melanda Gunung Toba, Sumatera Utara dan diperkirakan membuat dunia jatuh ke dalam 'musim dingin vulkanik' yang berlangsung puluhan tahun. Tumbuhan pun sulit tumbuh karena cahaya yang bisa menghidupkannya terhalang asap vulkanik.

Dikhawatirkan hal yang sama bisa terjadi dalam waktu dekat karena dikhawatirkan Gunung Toba bisa meletus kapanpun. Sebuah gempa 'kawanan' dari 200 tremor dalam 10 hari juga memicu kekhawatiran bahwa sebuah supervolcano di bawah Yellowstone dapat meledak dan menimbulkan kerusakan di wilayah yang luas di Amerika Serikat.

Sementara para ahli khawatir bencana ini bisa membawa manusia kembali ke Zaman Batu, sebenarnya Zaman Batu saat Gunung Toba meletus.

Arkeolog telah bekerja di tempat penampungan batu di sebuah lokasi di Pinnacle Point di dekat kota Mossel, Afrika Selatan untuk mengetahui bagaimana manusia purba bangkit kembali setelah bencana alam ini. Mereka menemukan pecahan kaca di tempat di mana orang tinggal, memasak dan tidur serta tempat terbuka seluas 6 mil (10 km) jauhnya, dimana manusia membentuk alat dari batu, tulang dan kayu.
Tempat penampungan batu dihuni dari 90.000 sampai 50.000 tahun lalu. Para peneliti tidak menemukan tanda-tanda ditinggalkan pada saat letusan, melainkan bukti bisnis seperti biasa.

"Sangat mungkin populasi di tempat lain menderita," kata ahli paleoantropologi Curtis Marean dari Arizona State University Institute of Human Origins dan Pusat Konservasi Palaeosains Pesisir Nelson Mandela di Afrika Selatan.

Para periset mengatakan, lokasi tepi pantai mungkin telah menyediakan tempat berlindung dengan sumber makanan laut seperti kerang yang kurang peka, daripada tanaman pedalaman dan hewan, terhadap dampak lingkungan akibat erupsi.

Gunung Toba menyemai sejumlah besar partikel vulkanik ke atmosfer untuk menyebar ke seluruh dunia, meredupkan sinar matahari dan berpotensi membunuh banyak tanaman. Itu adalah letusan paling kuat dalam 2 juta tahun terakhir dan yang terkuat sejak spesies manusia pertama kali muncul di Afrika kira-kira 300.000 tahun yang lalu.

Ilmuwan terbagi atas dampak letusan tersebut. Beberapa orang berpikir hal itu mungkin menyebabkan keruntuhan populasi manusia yang menjadi peristiwa yang hampir punah. Yang lain percaya bahwa efeknya kurang parah.

baca juga

"Secara teratur sepanjang masa, manusia menghadapi ancaman mengerikan dari bencana alam. Sebagai pemburu-pengumpul yang memiliki kognisi tingkat lanjut dan kecenderungan untuk bekerja sama, kami dapat berhasil melewati bencana ini dan kami sangat tangguh," kata Marean, yang memimpin penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature.

"Tapi ini tidak mungkin terjadi sekarang dengan ketergantungan kita pada sistem teknologi kita yang sangat rumit. Menurut saya, gunung berapi seperti ini bisa memusnahkan peradaban seperti yang kita kenal. Apa kita siap?" tukasnya. [Metro]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ilmuwan Temukan Kota Penguin yang Tersembunyi

Ilmuwan Temukan Kota Penguin yang Tersembunyi

Tekno | Selasa, 13 Maret 2018 | 19:30 WIB

Tak Disengaja, Emperor Penguin Ini Ambil Foto Selfie

Tak Disengaja, Emperor Penguin Ini Ambil Foto Selfie

Tekno | Minggu, 11 Maret 2018 | 07:15 WIB

Perempuan dengan Tato Tertua Ditemukan

Perempuan dengan Tato Tertua Ditemukan

Tekno | Kamis, 01 Maret 2018 | 07:44 WIB

Ilmuwan Temukan Serangga, Ungkap Misteri di Mars

Ilmuwan Temukan Serangga, Ungkap Misteri di Mars

Tekno | Selasa, 27 Februari 2018 | 07:30 WIB

Mungkinkah Perjalanan Lintas Waktu? Ilmuwan Menjawabnya

Mungkinkah Perjalanan Lintas Waktu? Ilmuwan Menjawabnya

Tekno | Kamis, 22 Februari 2018 | 07:36 WIB

NASA Temukan Satelit Zombie yang Hilang Selama 10 Tahun

NASA Temukan Satelit Zombie yang Hilang Selama 10 Tahun

Tekno | Kamis, 01 Februari 2018 | 10:15 WIB

Terkini

Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Baru Kasus Korupsi Pengadaan Motor Buat MBG

Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Baru Kasus Korupsi Pengadaan Motor Buat MBG

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:19 WIB

9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam

9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Sinopsis Shadow Punisher, Dracin Terbaru Luo Yun Xi dan Alen Fang di iQiyi

Sinopsis Shadow Punisher, Dracin Terbaru Luo Yun Xi dan Alen Fang di iQiyi

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Cushion Wardah Warna Biru untuk Kulit Apa? Mampu Menyamarkan Flek Hitam Menurut Review

Cushion Wardah Warna Biru untuk Kulit Apa? Mampu Menyamarkan Flek Hitam Menurut Review

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Resep Kuliner Tradisional Mulai Hilang, 45 Persen Warisan Gastronomi Indonesia Terancam Punah

Resep Kuliner Tradisional Mulai Hilang, 45 Persen Warisan Gastronomi Indonesia Terancam Punah

Jogja | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:14 WIB

Pertamina Patra Niaga Dukung Koperasi Desa Merah Putih lewat Penyaluran LPG

Pertamina Patra Niaga Dukung Koperasi Desa Merah Putih lewat Penyaluran LPG

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:14 WIB

Kejagung Buka Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus Korupsi MBG

Kejagung Buka Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus Korupsi MBG

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:13 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla, Warga Sumsel Ajukan 7 Tuntutan

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla, Warga Sumsel Ajukan 7 Tuntutan

Sumsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:11 WIB

Arrmanatha Nasir Jadi Menlu, Pengamat Ingatkan Peran Prabowo di Balik Efektivitas Diplomasi

Arrmanatha Nasir Jadi Menlu, Pengamat Ingatkan Peran Prabowo di Balik Efektivitas Diplomasi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:11 WIB

Merapat ke Istana, Hatta Rajasa Akui Ditawari Kursi Wakil Ketua Watimpres Oleh Prabowo

Merapat ke Istana, Hatta Rajasa Akui Ditawari Kursi Wakil Ketua Watimpres Oleh Prabowo

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:08 WIB

×