Sampah Plastik Bisa Diolah Jadi Aspal Jalan

Dythia Novianty

Kamis, 22 Maret 2018 | 12:45 WIB
Sampah Plastik Bisa Diolah Jadi Aspal Jalan
Orang membawa barang dengan kantong plastik. (Shutterstock)

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menerapkan teknologi campuran aspal plastik dan aspal karet, untuk pemeliharaan jalan nasional di beberapa provinsi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, mengatakan penerapan teknologi aspal plastik merupakan upaya pemerintah dalam pengurangan limbah kantong plastik.

"Upaya ini bertujuan mengurangi sampah kantong plastik dengan mengolahnya menjadi bahan campuran aspal," ucap Basuki, Kamis (22/3/2018).

Sebelumnya, Kementerian PUPR telah melakukan uji coba penerapan campuran aspal plastik di beberapa kota seperti Jakarta, Bekasi, Denpasar, Makassar, dan Tangerang.

Ditjen Bina Marga menargetkan penerapan teknologi aspal plastik dapat dilakukan sepanjang 25 km yang terbagi menjadi beberapa ruas. Ruas-ruas tersebut di antaranya adalah Sipinsur-Bakara di Provinsi Sumatera Utara sepanjang 3 km, pelebaran jalan Lawean-Sukapura di Jawa Timur sepanjang 1,3 km.

Tiga ruas lain di Sulawesi Selatan yakni pekerjaan rekonstruksi jalan akses bandara Pongtiku-Toraja 3,5 km; rekonstruksi Janeponto-Bantaeng-Bulukumba-Bira dan Bulukumba-Sinjai 2,2 km dan pembangunan akses Labuan Bajo di NTT sepanjang 9 km.

Untuk meningkatkan ketersedian bahan plastik cacah, Kementerian PUPR telah memesan sebanyak 1.000 mesin pencacah sampah plastik yang merupakan hasil inovasi Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada yang akan diproduksi massal oleh salah satu BUMN, yakni PT Barata Indonesia.

Alat-alat tersebut nantinya akan distribusikan ke Balai Besar/Balai Pelaksanaan Jalan Nasional di seluruh Indonesia dan diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pemeliharaan jalan nasional.

Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto mengatakan bahwa penerapan teknologi campuran aspal plastik mengacu pada spesifikasi khusus interim Skh-1.6.10 Campuran Beraspal Panas Menggunakan Plastik.

baca juga

Teknologi aspal plastik memiliki beberapa kelebihan yaitu memiliki tingkat perkerasan yang lebih baik, tidak mudah meninggalkan jejak roda kendaraan saat aspal basah dilalui kendaraan dan daya tahan yang semakin tinggi bila dibandingkan dengan aspal biasa.

Penggunaan limbah plastik juga sudah dinyatakan aman dan bebas dari ancaman racun pada plastik. Hal tersebut sudah dilakukan lewat berbagai uji klinis di Balitbang PUPR tentang limbah plastik tersebut.

Selain limbah plastik, Kementerian PUPR pada tahun ini juga akan menerapkan campuran aspal dengan komoditas karet sebagai upaya pemanfaatan karet alam dalam negeri.

Penerapan teknologi aspal karet akan diimplementasikan pada paket pekerjaan Preservasi Rehabilitasi Jalan Muara Beliti Batas Kabupaten Musi Rawas-Tebing Tinggi-Batas Kota Lahat dengan total panjang 8,33 km yang ada di Sumatera Selatan.

Sebelumnya, uji coba penggunaan aspal karet telah dilakukan pada pelapisan ulang jalan di Lido, Sukabumi, Jawa Barat dengan kandungan karet alam sebesar 7 persen.

Dalam satu ton campuran beraspal panas dapat dimanfaatkan kurang lebih sebanyak 4,2 kilogram karet alam.

Kelebihan campuran aspal karet alam yakni meningkatkan kualitas perkerasan aspal dalam hal usia layanan dan ketahanan terhadap alur. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kementerian PUPR Rekomendasikan Sanksi Kontraktor Tol Becakayu

Kementerian PUPR Rekomendasikan Sanksi Kontraktor Tol Becakayu

Bisnis | Senin, 12 Maret 2018 | 21:30 WIB

Meski Tergerus Teknologi, 20 Benda Ini Tidak Lekang Waktu

Meski Tergerus Teknologi, 20 Benda Ini Tidak Lekang Waktu

Tekno | Selasa, 06 Februari 2018 | 09:32 WIB

Keren! Demi Pemetaan Wilayah, Negara Ini Gunakan Teknologi Laser

Keren! Demi Pemetaan Wilayah, Negara Ini Gunakan Teknologi Laser

Tekno | Senin, 01 Januari 2018 | 17:41 WIB

Kiat Sukses Lewat Pemanfaatan Teknologi

Kiat Sukses Lewat Pemanfaatan Teknologi

Lifestyle | Selasa, 10 Oktober 2017 | 19:13 WIB

Teknologi Aspal PUPR Ampuh Perangi Pencemaran Limbah Plastik

Teknologi Aspal PUPR Ampuh Perangi Pencemaran Limbah Plastik

News | Senin, 18 September 2017 | 09:21 WIB

7 Inovasi Teknologi Litbang PUPR Siap Diterapkan

7 Inovasi Teknologi Litbang PUPR Siap Diterapkan

News | Jum'at, 15 September 2017 | 09:39 WIB

Terkini

Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal: Arab, Latin dan Cara Mengamalkannya

Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal: Arab, Latin dan Cara Mengamalkannya

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 12:35 WIB

Dunia Bermain Masuk ke Runway, Fashion Anak Tampil Lebih Playful dan Ekspresif

Dunia Bermain Masuk ke Runway, Fashion Anak Tampil Lebih Playful dan Ekspresif

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 12:34 WIB

Kolonel Budi Utomo Jadi Tersangka Korupsi MBG, Mabes TNI Angkat Bicara

Kolonel Budi Utomo Jadi Tersangka Korupsi MBG, Mabes TNI Angkat Bicara

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:32 WIB

Dianggap Belokkan Sejarah, Tim Produksi Film The Assassin(s) Dipolisikan

Dianggap Belokkan Sejarah, Tim Produksi Film The Assassin(s) Dipolisikan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 12:32 WIB

Biayanya Capai Rp 1,2 M, Kemenkes Upayakan Transplantasi Sumsum Tulang Ditanggung JKN

Biayanya Capai Rp 1,2 M, Kemenkes Upayakan Transplantasi Sumsum Tulang Ditanggung JKN

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:32 WIB

Review Last Seen: Misi Menegangkan Ayah Mencari Putrinya yang Hilang!

Review Last Seen: Misi Menegangkan Ayah Mencari Putrinya yang Hilang!

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 12:30 WIB

Bagaimana Cara Menghilangkan Mata Panda secara Alami? Ini 8 Tipsnya

Bagaimana Cara Menghilangkan Mata Panda secara Alami? Ini 8 Tipsnya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 12:27 WIB

Sempat Unggah Status Medsos Saat Mancing, Kakek di Pringsewu Ditemukan Mengapung di Sungai

Sempat Unggah Status Medsos Saat Mancing, Kakek di Pringsewu Ditemukan Mengapung di Sungai

Lampung | Rabu, 30 September 2026 | 12:23 WIB

Justin Hubner Yakin Timnas Indonesia Bisa Juara, Bangladesh Jadi Sasaran Berikutnya

Justin Hubner Yakin Timnas Indonesia Bisa Juara, Bangladesh Jadi Sasaran Berikutnya

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 12:23 WIB

Blusukan Pasar Minggu Bareng TRIPTIS, Melihat Wajah Asli Jakarta yang Sering Terlupakan

Blusukan Pasar Minggu Bareng TRIPTIS, Melihat Wajah Asli Jakarta yang Sering Terlupakan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 12:22 WIB

×