Ilmuwan Jepang Ini Terima Pesanan Hujan Meteor?

Dythia Novianty

Kamis, 29 Maret 2018 | 06:45 WIB
Ilmuwan Jepang Ini Terima Pesanan Hujan Meteor?
Ilustrasi hujan meteor. (Shutterstock)

Suara.com - Hujan meteor dan "bintang jatuh" mungkin indah, tetapi tampilan yang paling mengesankan hanya terjadi sekitar 10 kali setahun. Sekarang, startup Jepang yang ingin menunjukkan dirinya sebagai perusahaan "hiburan luar angkasa" pertama di dunia, mengatakan ingin mengubah bintang jatuh dari sesekali menjadi sesuatu yang dapat dipesan kapan pun Anda mau.

ALE Co. Ltd., yang berbasis di Tokyo, bertujuan untuk melakukan itu dengan satelit yang mengorbit Bumi, dimana dapat melepaskan pelet metalik untuk menghasilkan seberkas cahaya spektakuler ketika mereka jatuh melalui atmosfer dan terbakar tanpa bahaya.

Memesan hujan meteor Anda sendiri terdengar seperti kemewahan bagi orang-orang kaya dan perusahaan yang membutuhkan alat pemasaran baru yang spektakuler. Tetapi, gagasan pertunjukan langit yang diminta, diwujudkan oleh ahli astronomi Universitas Tokyo, Lena Okajima pada tahun 2001, untuk sebuah proyek dijuluki "Langit Kanvas", bisa melakukan lebih dari memanjakan keinginan orang kaya.

“Kami semua mungkin mirip dengan Elon Musk, dibesarkan di sci-fi dan janji akan hal-hal yang akan kami miliki di masa depan,” kata Josh Rodenbaugh, yang bekerja pada operasi satelit ALE.

“Bagi kami, sebagian besar dari apa yang kami ingin lakukan adalah menginspirasi orang untuk masuk ke bidang STEM [sains, teknologi, teknik dan matematika] dan berpikir tentang bagaimana kami melakukan ini.”

Mungkin juga ada komponen ilmiah dalam melakukan pertunjukan langit.

"Salah satu hal yang tidak kita ketahui dengan baik adalah atmosfer atas," kata Dr. John Crassidis, seorang profesor di Universitas di bidang teknik mekanik dan aerospace yang tidak terlibat dengan proyek ini.

Sementara itu, menurut Dr. William Schonberg, seorang profesor teknik sipil, arsitektur dan lingkungan di Universitas Sains dan Teknologi Missouri, yang tidak terlibat dengan ALE, mengetahui bagaimana benda-benda terbakar di atmosfer, juga dapat membantu para peneliti mengetahui komposisi dan asal-usul meteor sebenarnya.

"Jika Anda dapat melihat perubahan dalam kecerahan, Anda dapat mengetahui sifat asli dari apa yang masuk. Mungkin kita bisa mengetahui apa itu dan dari mana asalnya," kata Schonberg.

baca juga

Pada bulan Desember, ALE berencana untuk menempatkan satelit pelet tunggal ke orbit pada ketinggian sekitar 220 mil. (Untuk konteks, Stasiun Luar Angkasa Internasional mengorbit pada ketinggian sekitar 250 mil.)

Pelanggan dapat memesan pertunjukan langit pada waktu dan tempat tertentu. Ketika panggilan masuk, perusahaan akan mengirim sinyal memerintahkan satelit untuk melepaskan pelet pada titik yang tepat di orbitnya sehingga potongan logam akan jatuh dan terbakar secara spektakuler tepat di tempat yang mereka inginkan.

Rodenbaugh mengatakan, perhitungan menunjukkan bahwa bintang jatuh palsu akan terlihat oleh siapa pun dalam radius 100 kilometer (62 mil) dari jatuhnya mereka melalui atmosfer.

"Jadi meskipun titik harga untuk bintang jatuh individu mungkin cukup tinggi, banyak orang akan bisa menikmatinya," katanya.

Jika semua berjalan sesuai rencana, ALE akan mengirim satelit kedua pada musim panas 2019, dengan demonstrasi pertama dari pertunjukan langit pribadi untuk datang di acara publik di Hiroshima pada tahun 2020. Pada akhirnya, perusahaan berharap untuk meluncurkan satelit di Bumi sehingga masyarakat dapat memesan hujan meteor buatan.

ALE belum menetapkan harga untuk layanan ini.

“Saat kami menyiapkan dan menjalankan layanan. Kami akan memiliki gagasan yang lebih baik dari pada sekedar harga," katanya. [NBCNews]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wah... Hujan Meteor, 20 Bintang Jatuh per Jam

Wah... Hujan Meteor, 20 Bintang Jatuh per Jam

Tekno | Kamis, 16 November 2017 | 07:49 WIB

Hujan Meteor Segera Melintasi Langit

Hujan Meteor Segera Melintasi Langit

Tekno | Minggu, 22 Oktober 2017 | 08:58 WIB

Cahaya Terang di Langit, Hujan Meteor?

Cahaya Terang di Langit, Hujan Meteor?

Tekno | Rabu, 06 September 2017 | 13:56 WIB

Sambut Olimpiade Tokyo, Jepang Bikin Hujan Meteor

Sambut Olimpiade Tokyo, Jepang Bikin Hujan Meteor

Tekno | Selasa, 24 Mei 2016 | 07:14 WIB

Polisi Tangkap 4 Pencuri 1 Ton Meteor dari "Taman Khayangan"

Polisi Tangkap 4 Pencuri 1 Ton Meteor dari "Taman Khayangan"

Tekno | Senin, 01 Juni 2015 | 13:26 WIB

Terkini

HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang

HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang

Foto | Selasa, 18 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×