Kena Sanksi di AS, Dua Politikus Siap Investigasi ZTE

Dythia Novianty

Kamis, 29 November 2018 | 14:45 WIB
Kena Sanksi di AS, Dua Politikus Siap Investigasi ZTE
Ilustrasi booth ZTE dalam sebuah pameran di Las Vegas, AS. (Shutterstock)

Suara.com - Dua politikus di Amerika Serikat, Senator Chris Van Hollen (D-MD) dan Marco Rubio (R-FL), siap mengirim surat ke Gedung Putih yang isinya meminta agar sekretaris negara, bendahara dan perdagangan AS menyelidiki ZTE.

Para senator ingin tahu apakah perusahaan berbasis di Cina, yang merupakan pemasok smartphone terbesar keempat di AS, secara ilegal bekerja dengan individu yang terkena sanksi pemerintah, menggunakan komponen dan komponen AS secara ilegal. Bahkan, diduga membantu pemerintah Venezuela membangun basis data yang melacak warga negara dan melanggar hak-hak mereka.

Para politikus itu khawatir bahwa ZTE menggunakan komponen Dell untuk database. Sebuah dokumen yang dikutip Phonearena dari Reuters mengungkapkan bahwa unit penyimpanan Dell digunakan dalam peralatan yang dipasang oleh ZTE untuk badan telekomunikasi milik negara Venezuela, Cantv.

Dell menyanggah tuduhan tersebut dan mengaku tidak memiliki catatan penjualan seperti itu, dan departemen AS, Perdagangan dan Departemen Keuangan belum berkomentar dalam hal ini.

Van Hollen dan Rubio menginginkan penyelidikan untuk menentukan apakah ZTE melanggar kontrol ekspor AS, sehubungan dengan pemasangan unit penyimpanan data yang dibuat oleh Dell. Mereka juga ingin pemerintah memutuskan apakah kerja ZTE dalam membantu Venezuela membuat database melanggar persyaratan kesepakatan yang dibuat dengan Departemen Perdagangan AS.

Sebagai informasi, pada bulan April lalu, Departemen Perdagangan AS memberlakukan larangan ekspor pada perusahaan karena gagal mematuhi hukuman yang ditetapkan oleh AS. Pasalnya, ZTE diduga menjual barang dan layanan secara ilegal ke Korea Utara dan Iran.

Transaksi tersebut melanggar sanksi yang ditempatkan pada kedua negara tersebut sebelumnya oleh AS.

Larangan ekspor melumpuhkan ZTE karena mencegah perusahaan mendapatkan perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk membangun smartphone dan produk lainnya. Meskipun status perusahaan di Capitol Hill sebagai ancaman terhadap Keamanan Nasional, dan pidato kampanye Presiden Donald Trump yang menyerang orang-orang Cina karena mengambil pekerjaan AS, membuat kesepakatan dengan ZTE karena terlalu banyak pekerjaan di Cina telah hilang karena larangan ekspor.

Akhirnya, kesepakatan tercapai. ZTE mengubah dewan direksi, memecat, dan mengganti eksekutifnya, dan membayar denda 1 miliar dolar AS. Selain itu, pemerintah AS meminta agar ZTE menempatkan 400.000 dolar AS dalam escrow (suatu perjanjian legal di mana sebuah barang (umumnya berupa uang, namun bisa juga benda apapun lainnya) disimpan seorang pihak ketiga (yang dinamakan agen escrow) sementara menunggu isi kontrak dipenuhi), selama sepuluh tahun untuk menutupi pelanggaran di masa mendatang. [Phonearena/Reuters]

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nubia Red Magic 2, Pesaing Baru Smartphone Gaming Xiaomi

Nubia Red Magic 2, Pesaing Baru Smartphone Gaming Xiaomi

Tekno | Minggu, 11 November 2018 | 16:45 WIB

Ini Jawaban ZTE Ditolak AS

Ini Jawaban ZTE Ditolak AS

Press Release | Selasa, 24 April 2018 | 12:00 WIB

AS Larang ZTE Gunakan Prosesor Qualcomm

AS Larang ZTE Gunakan Prosesor Qualcomm

Tekno | Selasa, 17 April 2018 | 10:45 WIB

ZTE Pamerkan Berbagai Inovasi 5G Pertama di Dunia

ZTE Pamerkan Berbagai Inovasi 5G Pertama di Dunia

Tekno | Selasa, 03 April 2018 | 12:52 WIB

ZTE Luncurkan Ponsel Pesaing Redmi 5A, Begini Penampakannya

ZTE Luncurkan Ponsel Pesaing Redmi 5A, Begini Penampakannya

Tekno | Minggu, 01 April 2018 | 11:15 WIB

Ini Teknologi Murah ZTE Sambut Penerapan 5G

Ini Teknologi Murah ZTE Sambut Penerapan 5G

Tekno | Selasa, 18 April 2017 | 21:35 WIB

Terkini

Tanpa Dipanggil, Nusron Wahid Tiba-tiba Sambangi KPK: 'Inisiatif Datang Sendiri'

Tanpa Dipanggil, Nusron Wahid Tiba-tiba Sambangi KPK: 'Inisiatif Datang Sendiri'

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:53 WIB

Trump Disebut Siapkan Serangan Nuklir ke Iran Karena Permintaan PM Israel

Trump Disebut Siapkan Serangan Nuklir ke Iran Karena Permintaan PM Israel

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:53 WIB

Notifikasi SISCAMLING Telkomsel Muncul Terus? Begini Cara Mematikannya

Notifikasi SISCAMLING Telkomsel Muncul Terus? Begini Cara Mematikannya

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 10:51 WIB

Kasus Penyadapan Presiden, ISESS: Ungkap User Data Penting untuk Telusuri Dugaan Makar

Kasus Penyadapan Presiden, ISESS: Ungkap User Data Penting untuk Telusuri Dugaan Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:50 WIB

Nayeon TWICE Ungkap Judul Lagu Utama dan Jadwal Teaser Single Baru, NA-sty

Nayeon TWICE Ungkap Judul Lagu Utama dan Jadwal Teaser Single Baru, NA-sty

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 10:50 WIB

Kasus Korupsi Bibit Nanas: Kubu Eks Pj Gubernur Sulsel Serang Balik Perhitungan BPKP

Kasus Korupsi Bibit Nanas: Kubu Eks Pj Gubernur Sulsel Serang Balik Perhitungan BPKP

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 10:48 WIB

Megawati Ditelepon: Halo...Halo...Sudah Mulai Sadapnya?

Megawati Ditelepon: Halo...Halo...Sudah Mulai Sadapnya?

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:45 WIB

Penyadapan Presiden Disebut sebagai Pengkhianatan Negara, Gerindra Desak Otak Pelaku Dibongkar

Penyadapan Presiden Disebut sebagai Pengkhianatan Negara, Gerindra Desak Otak Pelaku Dibongkar

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:43 WIB

Curiga Bukan Inisiatif Pribadi, Gerindra Desak Bongkar Otak Penyuruh Listyo Sadap Prabowo

Curiga Bukan Inisiatif Pribadi, Gerindra Desak Bongkar Otak Penyuruh Listyo Sadap Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:43 WIB

Cetak Sejarah, REJURAN Indonesia Raih Gelar Top Global Distributor 4 Tahun Berturut-turut

Cetak Sejarah, REJURAN Indonesia Raih Gelar Top Global Distributor 4 Tahun Berturut-turut

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 10:40 WIB

×