Terletak di Selat Sunda, Ini Sejarah Tersembunyi Gunung Anak Krakatau

Dinar Surya Oktarini

Minggu, 23 Desember 2018 | 13:30 WIB
Terletak di Selat Sunda, Ini Sejarah Tersembunyi Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau.

Suara.com - pada awal Oktober 2018, Gunung Anak Krakatau tercatat aktivitasnya mulai meningkat. Gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung masih tak aman bagi wisatawan apabila mendekat.

Dilihat dari sejarahnya, Gunung Anak Krakatau memiliki reputasi kuat baik dalam sejarah di Indonesia maupun sejarah dunia.

Gunung anak Krakatau erupsi tahun 2009 diamati dari Pulau Rakata. (SwissEduc)
Gunung anak Krakatau erupsi tahun 2009 diamati dari Pulau Rakata. (SwissEduc)

Letusan sang induk dari Gunung Anak Krakatau atau disebut Gunung Krakatau tercatat memiliki dampak besar dalam sejarah dunia.

Gunung Anak Krakatau berstatus waspada sejak 26 Januari 2012 sampai sekarang. Radius zona berbahaya ada di dalam radius 2 kilometer.

Berikut sejarah tersembunyi mengenai Gunung Anak Krakatau yang jarang orang tahu:

1. Terbentuk dari ledakan mega dahsyat.

Ilustrasi letusan Krakatau. (Wikipedia)
Ilustrasi letusan Krakatau. (Wikipedia)

Gunung Anak Krakatau terbentuk dari salah satu ledakan dahsyat yang pernah ada dalam sejarah yang dikenal dengan ledakan Gunung Krakatau. Gunung itu meledak pada 23 Agustus 1883.

Ledakannya setara dengan 3.000 bom atom Hiroshima atau 26 kali lebih kuat dari bom hidrogen terkuat saat ini.

Tsunami setinggi 100 kaki atau 30,5 meter langsung tercipta setelah ledakan terjadi. Ledakan Gunung Krakatau melemparkan batu apung sejauh 5.331 kilometer 10 hari kemudian. Korban yang tewas mencapai 36.489 orang.

baca juga

2. Mempunyai waktu yang lama untuk pulih

Gunung anak Krakatau erupsi tahun 2009 diamati dari Pulau Rakata. (SwissEduc)
Gunung anak Krakatau erupsi tahun 2009 diamati dari Pulau Rakata. (SwissEduc)

Setelah ledakan, kondisi Krakatau harus pulih dalam jangka waktu yang lama. Setelah 40 tahun dari ledakan super besar, daerah sekitar Krakatau dihuni oleh 600 spesies hewan termasuk tokek, ular piton, dan ular kawat.

Ular piton menempati pulau pertama kali dengan berenang sementara ular kawat terbawa ke pulau melalui kayu yang hanyut.

3. Menginspirasi seniman ternama pasca letusan.

The Scream 1893. (Total History)
The Scream 1893. (Total History)

Pada 2004, seorang astronom memperkirakan bahwa langit berwarna merah darah yang diperlihatkan dalam lukisan Edvard Munch adalah hasil letusan dari Gunung Krakatau.

Lukisan karya Munch sangat terkenal dengan judul The Scream itu menampilkan warna langit di atas Norwegia pasca letusan Gunung Anak Krakatau.

Dikuti dari The Age, The Scream ada dalam empat versi: dua pastel (1893 dan 1895) dan dua lukisan (1893 dan 1910). Pastel The Scream 1895 bahkan pernah dilelang pada 2012 dengan harga 119.922.500 dolar AS atau Rp 1,8 triliun.

4. Menginspirasi karya ''Pop Culture''

Uang 100 kertas tahun 1992 menampilkan Gunung Anak Krakatau. (Wikipedia)
Uang 100 kertas tahun 1992 menampilkan Gunung Anak Krakatau. (Wikipedia)

Krakatau telah ditampilkan sebagai subjek dan bagian dari cerita di berbagai drama dan film. Pada 1953, film berjudul Fair Wind to Java diciptakan, karena terinspirasi dengan Gunung Krakatau.

Film itu menceritakan tentang seorang kapten laut Amerika dan seorang pemimpin bajak laut berpacu mencari berlian yang tersembunyi di Krakatau.

Krakatau menginspirasi karya film lain seperti Crack of Doom (1966), Krakatau (1977), Krakatoa: Volcano of Destruction (2006), dan Krakatoa (2008).

5. Sangat Aktif

Gunung Anak Krakatau 18 Agustus 2018. (BNPB via Suara)
Gunung Anak Krakatau 18 Agustus 2018. (BNPB via Suara)

Gunung Anak Krakatau merupakan gunung yang sangat aktif dengan ledakan-ledakan yang tak terduga. Gunung ini bisa diam dalam waktu tertentu dan tiba-tiba mengeluarkan lava pijar dan bom lava.

Oleh karena itu Gunung Anak Krakatau berstatus waspada dan wisatawan diharap tak mendekat dalam jangkauan 2 kilometer.

Gunung Anak Krakatau sempat menghilang lima kali sebelum memantapkan dirinya sebagai pulau permanen pada 1930.

Gunung Anak Krakatau tercatat mulai sangat aktif sejak 1972 sehingga semua orang harus berhati-hati di dekat gunung ini.

Itulah tadi sejarah tersembunyi Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda. 

SUMBER: Hitekno.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Data Pengamatan Gunung Anak Krakatau Sampai Terjadi Tsunami Anyer - Lampung

Data Pengamatan Gunung Anak Krakatau Sampai Terjadi Tsunami Anyer - Lampung

News | Minggu, 23 Desember 2018 | 13:22 WIB

Dahsyatnya Tsunami Anyer, Air Menyapu Rumah Sampai Bergeser ke Jalan

Dahsyatnya Tsunami Anyer, Air Menyapu Rumah Sampai Bergeser ke Jalan

News | Minggu, 23 Desember 2018 | 13:02 WIB

Pasca Tsunami Anyer - Lampung, Anak Krakatau Waspada, Jangan Mendekat

Pasca Tsunami Anyer - Lampung, Anak Krakatau Waspada, Jangan Mendekat

News | Minggu, 23 Desember 2018 | 12:33 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×