Hubble Siap Abadikan Fenomena Tabrakan Antar Dua Galaksi

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Hubble Siap Abadikan Fenomena Tabrakan Antar Dua Galaksi
Teleskop Hubble sebagai perbandingan Teleskop Kepler. [Shuttlestock]

NASA melaporkan adanya tabrakan antar dua galaksi yang kini telah menyatu.

Suara.com - Berkat teleskop antariksa Hubble, NASA melaporkan adanya tabrakan antar dua galaksi yang kini telah menyatu. Dalam konstelasi 230 juta tahun cahaya, dua galaksi yang selama ini memang saling beradu, akhirnya bertabrakan dan bergabung menjadi satu.

Menurut Science Alert, pertempuran antara dua galaksi ini rupanya sudah terjadi sejak tahun 1784 saat pertama kali ditemukan astronom William Herschel. Saat ditemukan pertama kali, Herschel mengira bahwa hal tersebut hanyalah satu galaksi besar dengan bentuk bulat yang tidak normal.

Kedua galaksi tersebut ditarik gravitasi yang cukup kuat sehingga bintang-bintang dalam galaksi tersebut akhirnya bersatu. Proses penyatuan bintang-bintang itu terjadi saat masing-masing galaksi mengeluarkan bintang dari orbit dan menempatkannya ke jalur yang baru.

Penggabungan dua galaksi ini diabadikan teleskop antariksa Hubble dengan menggunakan Wide Field dan Planetary Camera 2 (WFPC2) versi lama. Meski tabrakan antar dua galaksi terdengar menakutkan, namun tabrakan keduanya tidak memberikan dampak serius karena terjadi di ruang angkasa yang merupakan ruang kosong.

Ilustrasi asteroid tabrak bumi. (Shutterstock)
Ilustrasi asteroid tabrak bumi. (Shutterstock)

Walau begitu, fenomena tabrakan dua galaksi bukanlah sesuatu yang baru. Tidak bisa dipungkiri, suatu saat nanti galaksi Bimasakti juga akan mengalami tabrakan dengan galaksi tetangga, yaitu Andromeda.

Menurut prediksi para ilmuwan, tabrakan antara Bimasaksi dan Andromeda akan terjadi sekitar empat miliar tahun yang akan datang.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS