Pendiri WhatsApp Desak Siswa Menghapus Akun Facebook

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Pendiri WhatsApp Desak Siswa Menghapus Akun Facebook
Ilustrasi logo Facebook. [Shutterstock]

Salah satu pendiri WhatsApp, Brian Acton, mendesak mahasiswa di Stanford University untuk menghapus akun Facebook mereka.

Suara.com - Salah satu pendiri WhatsApp, Brian Acton, mendesak mahasiswa di Stanford University untuk menghapus akun Facebook mereka. Sebelumnya, ia menjual WhatsApp ke Mark Zuckerberg sebesar 19 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2014.

Namun, ia baru meninggalkan perusahaan pada akhir tahun 2017 karena Facebook mempertimbangkan untuk memperkenalkan iklan ke platform WhatsApp dan menawarkan bisnis saluran langsung untuk berkomunikasi dengan WhatsApp.

Ini bukan kali pertama Brian Acton mengajak orang-orang menghapus akun Facebook. Pada Maret 2018, Acton juga meminta orang untuk menghapus Facebook setelah terjadi skandal Cambridge Analytica.

Menurut laporan Business Insider, Acton diundang sebagai pembicara tamu di Stanford University dengan mengkritik Facebook karena menghasilkan uang dengan memperdagangkan privasi pengguna untuk mendapatkan penghasilan.

Salah satu pendiri WhatsApp, Brian Acton. [Twitter]
Salah satu pendiri WhatsApp, Brian Acton. [Twitter]

"Itu (WhatsApp) tidak menghasilkan uang luar biasa, dan jika Anda memiliki satu miliar pengguna, itu hanya akan memberi Anda 1 miliar dolar AS. Tapi bukan itu yang diinginkan Facebook. Mereka menginginkan miliaran dolar," ucap Acton, seperti yang dikutip dari Firstpost.

Salah satu pendiri WhatsApp sebelumnya, Jan Koum, menyatakan dalam sebuah laporan bahwa ia berada di bawah tekanan CEO Mark Zuckerberg dan COO Sheryl Sandberg untuk memonetisasi WhatsApp.

Komentar

loading...
Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS