Selandia Baru: Facebook Tak Bisa Dipercaya, Moralnya Bangkrut

Senin, 08 April 2019 | 20:07 WIB
Selandia Baru: Facebook Tak Bisa Dipercaya, Moralnya Bangkrut
Karangan bunga untuk korban penembakan teroris kulit putih di dua masjid memenuhi tembok Botanical Garden, Christchurch, Selandia Baru, Selasa (19/3/2019). [AFP/Marty Melville]

Suara.com - Gelombang kritik terhadap Facebook tampaknya belum juga reda dan kali ini Selandia Baru kembali mengecam media sosial besutan Mark Zuckerberg dengan menyebutnya tak bisa dipercaya serta bangkrut secara moral.

Sebelumnya Facebook menjadi sorotan di Selandia Baru dan dunia, karena menyiarkan secara langsung aksi teroris kulit putih yang membantai hingga tewas 50 umat Muslim di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru pada Maret lalu.

Menanggapi peran Facebook dalam aksi teror itu, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern sempat mengatakan pihaknya kecewa karena Facebook tidak bisa menghentikan penyebaran serangan teroris tersebut.

Kali ini kritik lebih pedas datang dari John Edwards, salah satu komisioner Komisi Privasi Selandia Baru.

"Facebook tidak bisa dipercaya. Mereka merupakan pembohong yang moralnya bangkrut yang memungkinkan terjadinya genosida (Myanmar), memfasilitasi asing untuk merusak institusi demokrasi," cuit Edwards lewat akun Twitter pribadinya yang kemudian diwartakan The Guardian, Senin (8/4/2019).

"Facebook memperbolehkan live streaming bunuh diri, pemerkosaan, pembunuhan, terus-menerus menayangkan dan mempublikasikan video serangan masjid, mengizinkan pengiklan untuk menyasar para pembenci Yahudi dan segmen pasar kebencian lainnya, dan mereka kemudian menolak untuk bertanggung jawab atas konten serta bahaya apa pun," Edwards melanjutkan litani tudingan terhadap Facebook.

Kritik pedas Edwards ini merupakan reaksi terhadap CEO Facebook, Mark Zuckerberg, yang dalam wawancara dengan stasiun televisi AS, ABC, menolak mengakui bahwa pihaknya atau teknologinya bersalah dalam serangan teroris di Selandia Baru.

Zuckerberg juga kukuh menganggap insiden penembakan di Christchurch merupakan hasil dari tindakan aktor jahat, bukan karena teknologi yang jahat.

Belum lama ini, Facebook juga kembali dikritik oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Media sosial itu disebut oleh PBB belum banyak berbuat untuk mencegah platformnya dimanfaatkan untuk mengumbar propaganda kebencian terhadap kelompok minoritas Rohingya di Myanmar.

Baca Juga: Hina Istri Baru Mantan Suami di Facebook, Perempuan Ini Ditahan di Dubai

Tahun lalu PBB, dalam hasil investigasinya, menyebut Facebook berperan sangat penting dalam mendukung genosida Rohingya di Myanmar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI