Suara.com - Film Netflix Extraction: Tygo yang dibintangi Lisa BLACKPINK tengah menjadi sorotan setelah warganet mengetahui latar ceritanya bukan Indonesia, melainkan Myanmar.
Padahal proses syuting film internasional tersebut berlangsung intensif di Tangerang dan Banten sejak akhir Januari 2026.
Akibatnya, kawasan Pintu Air 10 atau Bendungan Pasar Baru menjadi pusat utama aktivitas produksi berskala besar.
Lokasi syuting membentang sepanjang Jalan K.S. Tubun, mulai dari Jembatan Pintu Air 10 hingga Simpang Tujuh, Kecamatan Neglasari.
Selain Tangerang, tim produksi juga mengambil gambar di Kota Tua Jakarta dan kawasan Karst Citatah, Bandung Barat.
Pengambilan gambar utama dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 30 dan 31 Januari 2026, dengan pengamanan ketat.
Area sekitar lokasi telah disterilkan oleh kru produksi internasional serta aparat keamanan untuk menjaga kelancaran proses syuting.
Sejak pagi hari, berbagai peralatan produksi berukuran besar tampak disiagakan, termasuk kendaraan aksi dan properti pendukung adegan laga.
Baca Juga: Film Baru Lisa BLACKPINK Bikin Jalan di Tangerang Ditutup, Warga Mengeluh
Meski syuting dilakukan di Indonesia, latar cerita film Extraction: Tygo secara naratif digambarkan berlangsung di wilayah Myanmar.
Di lokasi Pintu Air 10, kru melakukan modifikasi besar dengan mengganti papan toko dan marka jalan menggunakan aksara Myanmar.
Set juga dirancang menyerupai suasana demonstrasi era 1980-an dengan mobil tua terbakar, bus kuno, dan poster tuntutan politik.
Indonesia dipilih karena arsitektur Kota Tua Jakarta dinilai memiliki kemiripan visual dengan kawasan kolonial di Yangon, Myanmar.
Sementara itu, Karst Citatah dipilih karena lanskap tebing kapurnya mampu menghadirkan kesan zona konflik yang dramatis dan realistis.
Namun fakta bahwa Indonesia hanya menjadi "pemeran lokasi" memicu kekecewaan warganet yang merasa negaranya kurang mendapat pengakuan.