PBB: Sebanyak 1 Juta Spesies Terancam Punah, Bumi Butuh Pertolongan

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta
PBB: Sebanyak 1 Juta Spesies Terancam Punah, Bumi Butuh Pertolongan
Kutub Utara. [Shutterstock]

Laporan PBB ini harus memicu semua negara untuk menyelamatkan Bumi.

Suara.com - Pada laporan PBB yang dirilis Senin (4/7/2019) mengungkapkan bahwa sesuatu mengejutkan terjadi. Ratusan peneliti yang bertanggung jawab pada laporan itu menyatakan bahwa saat ini, satu juta spesies di Bumi terancam punah.

Lebih dari sepertiga mamalia laut dan lebih dari 40 persen spesies amfibi termasuk dalam kategori yang mengkhawatirkan.

Laporan itu disusun lebih dari tiga tahun oleh ratusan ahli yang bekerja untuk badan penelitian yang berafiliasi dengan PBB.

Mereka mengambil lebih dari 15.000 penelitian dan sumber lain untuk melengkapi laporan tersebut.

Laporan yang berjudul Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services (IPBES) telah ditandatangani oleh perwakilan dari 132 negara anggota.

Para penulis mendesak pemerintah dunia untuk mengatasi penurunan keanekaragaman hayati secara global.

Tak hanya itu, para peneliti juga mendesak pemerintah di seluruh dunia berkomitmen bersama menghadapi perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.

Ilustrasi Bumi yang mulai sekarat. (Pixabay/ Tumisu)
Ilustrasi Bumi yang mulai sekarat. (Pixabay/ Tumisu)

Laporan tersebut didukung dari sebuah penelitian yang cukup mengagetkan.

Lebih dari sepertiga dari tanah dunia sekarang telah berubah menjadi lahan pertanian atau lahan produksi ternak.

Dari tahun 1980 hingga tahun 2000, tercatat sebanyak 100 juta hektar hutan tropis telah hilang.

Hutan tropis yang menjadi paru-paru dunia telah hilang karena dijadikan lahan ternak dan lahan pertanian seperti kelapa sawit.

Robert Watson selaku ketua panel sekaligus ahli kimia Inggris menjelaskan bahwa penurunan keanekaragaman hayati juga mengikis fondasi ekonomi manusia.

Sebagai contoh, ekosistem laut mengalami penurunan signifikan ketika suhu naik ke 2 derajat Celcius.

Ilustrasi Bumi yang mulai sekarat. (Pixabay/ Gerhard Gellinger)
Ilustrasi Bumi yang mulai sekarat. (Pixabay/ Gerhard Gellinger)

Terumbu karang yang hilang karena pemanasan dan pengasaman laut dapat menyebabkan jatuhnya perikanan komersial.

Itu juga akan mempengaruhi miliaran penduduk dunia yang tinggal di pesisir dan sangat bergantung pada hasil laut.

''Mari kita berterus terang. Kami tidak berada di jalur menuju 2 derajat Celcius. Kami berada di jalur ke 3, 3 ½ derajat Celcius. Sistem karang dunia benar-benar dalam kesulitan,'' kata Watson dikutip dari Washington Post.

Satu juta spesies yang terancam punah termasuk serangga seperti lebah.

Jumlah spesies lebah diketahui telah berkurang signifikan. Bahkan salah satu penelitian menyebutkan bahwa 100 tahun lagi lebah akan punah jika kita tidak bertindak.

Ilustrasi industri yang menyebabkan pemanasan global. (Pixabay/ Chris LeBoutillier)
Ilustrasi industri yang menyebabkan pemanasan global. (Pixabay/ Chris LeBoutillier)

Punahnya lebah akan berpengaruh pada penyerbukan sehingga hasil pertanian akan berkurang drastis.

Ratusan miliar dolar atau ribuan triliun rupiah akan menguap seiring dengan hilangnya lebah.

Laporan PBB yang mengejutkan mengenai potensi satu juta spesies yang terancam punah seharusnya menjadi lampu merah untuk semua negara, jika Bumi sekarat, manusia juga akan menderita.(HiTekno.com)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS