Saham BUMI Terkoreksi Tajam Usai Lonjakan Signifikan, Ini Kata Analis

M Nurhadi

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:50 WIB
Saham BUMI Terkoreksi Tajam Usai Lonjakan Signifikan, Ini Kata Analis
BUMI
baca 10 detik
  • Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami penurunan signifikan 8,33% menjadi Rp242 pada Rabu (4/2/2026) pagi akibat aksi jual masif.
  • Kondisi ini kontras dengan hari sebelumnya saat BUMI sempat naik 20%, dan asing membukukan net buy besar Rp199,9 miliar.
  • BNI Sekuritas merekomendasikan cut loss jika harga bertahan di bawah Rp250, meski target harga terdekat Rp276–Rp296.

Suara.com - Setelah mencatatkan performa gemilang pada perdagangan sebelumnya, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) harus kembali menghadapi tekanan jual yang masif pada sesi pertama hari ini, Rabu (4/2/2026).

Hingga pukul 09.39 WIB, saham emiten pertambangan batu bara milik kolaborasi Grup Bakrie dan Salim ini merosot tajam 8,33% ke level Rp242 per lembar.

Aksi pelepasan aset ini terlihat sangat dominan dengan volume perdagangan mencapai 4,49 miliar saham dan nilai transaksi menembus Rp1,15 triliun.

Pergerakan negatif ini diikuti pula oleh emiten terafiliasi Grup Bakrie lainnya, seperti DEWA dan VKTR, ke zona merah.

Pelemahan hari ini berbanding terbalik dengan kondisi pada penutupan perdagangan Selasa (3/2) kemarin. Saat itu, BUMI sempat terbang 20% hingga menyentuh level Rp264.

Pada momen tersebut, investor asing tercatat melakukan akumulasi besar-besaran dengan nilai beli bersih (net buy) mencapai Rp199,9 miliar.

Data bursa menunjukkan broker UBS Sekuritas Indonesia (AK) menjadi penampung utama dengan net buy asing senilai Rp242 miliar, sementara CGS International Sekuritas (YU) mencatatkan jual bersih tipis sebesar Rp81,8 miliar.

Namun, optimisme tersebut tampaknya langsung dimanfaatkan oleh pelaku pasar untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking) pada pagi ini.

Analisis Teknikal 

baca juga

Merespons fluktuasi yang ekstrem ini, BNI Sekuritas mengeluarkan ulasan teknikal terbaru bagi para pemegang saham BUMI.

Meskipun dalam jangka pendek sedang tertekan, potensi pemulihan dinilai masih ada jika level-level kunci berhasil ditembus.

Berikut adalah poin-poin strategi dari Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas:

  • Level Beli Strategis: Disarankan melakukan akumulasi jika harga mampu kembali menguat dan menembus (break) level Rp268.
  • Target Harga (TP): Sasaran terdekat berada pada rentang Rp276 hingga Rp296.
  • Batas Risiko (Cut Loss): Investor diingatkan untuk segera melakukan pengamanan modal (cut loss) apabila harga bergerak turun dan bertahan di bawah Rp250.
  • Langkah proteksi ini sangat penting mengingat dalam sepekan terakhir, saham BUMI telah terkoreksi sebesar 23,26%. Secara tahun berjalan (year to date), nilai saham ini bahkan sudah menyusut sebanyak 27,87%.

Hingga berita ini disusun, BUMI masih berkutat di kisaran Rp246, yang menunjukkan pelemahan lebih dari 7% dibandingkan harga pembukaan.

Berdasarkan data Stockbit, BUMI menduduki posisi puncak dalam daftar saham dengan nilai jual bersih (net sell) tertinggi oleh asing pagi ini, dengan akumulasi mencapai Rp240,3 miliar.


DISCLAIMER: Pergerakan harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memiliki volatilitas yang sangat tinggi dan dipengaruhi oleh sentimen pasar serta harga komoditas global. Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan perintah jual atau beli. Investor diharapkan melakukan analisis mendalam secara mandiri atau berkonsultasi dengan profesional sebelum melakukan transaksi saham. Penulis tidak bertanggung jawab atas potensi kerugian yang timbul dari keputusan investasi pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya soal Bos BEI-OJK Mundur: Pertanda Baik, Mereka Salah dan Harus Tanggung Jawab

Purbaya soal Bos BEI-OJK Mundur: Pertanda Baik, Mereka Salah dan Harus Tanggung Jawab

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 11:24 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah di Rabu Pagi, Cek Saham Pilihan

IHSG Bergerak Dua Arah di Rabu Pagi, Cek Saham Pilihan

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 09:17 WIB

Profil PT Minna Padi Asset Manajemen: Jaringan, Pemilik Saham dan Afiliasi PADI

Profil PT Minna Padi Asset Manajemen: Jaringan, Pemilik Saham dan Afiliasi PADI

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 09:13 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×