Bantah ISRN, Kepala Lapan: Waktu Isya dan Subuh di Indonesia Sudah Tepat

Liberty Jemadu

Kamis, 09 Mei 2019 | 03:30 WIB
Bantah ISRN, Kepala Lapan: Waktu Isya dan Subuh di Indonesia Sudah Tepat
Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Suara.com - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengatakan umat Islam di Indonesia tak perlu risau dengan hasil sebuah penelitian yang mengklaim bahwa waktu Isya dan Subuh di Tanah Air tidak tepat.

Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin, mengatakan bahwa jadwal Isya dan Subuh di Indonesia telah dibuat oleh Kementerian Agama sesuai dengan ketentuan dalam hukum syariat dan astronomi.

"Umat Islam di Indonesia tidak perlu risau dengan hasil penelitian ISRN. Kementerian Agama sudah membuat jadwal sesuai dengan ketentuan syar'i dan astronomi," kata Thomas dalam pesan singkat kepada Suara.com di Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Ia menjelaskan bahwa penetapan waktu Isya di Indonesia didasarkan pada akhir fajar astronomi, pada saat posisi Matahari rata-rata 18 derajat di bahwa ufuk.

"Waktu Subuh didasarkan pada awal fajar astronomi di Indonesia, saat posisi matahari 20 derajat di bawah ufuk," terang Thomas lebih lanjut.

Thomas kemudian memberikan tautan berisi artikel penjelasan masalah serupa yang dia tulis di blog pribadinya pada 2017 silam.

"Benarkah waktu subuh terlalu cepat? Untuk menentramkan umat, saya jawab 'Tidak benar, waktu subuh di Indonesia sudah benar'," tulis Thomas dalam blog bertajuk Benarkah Waktu Shubuh di Indonesia Terlalu Cepat?

Lebih jauh ia menerangkan bahwa waktu subuh sesungguhnya termasuk fajar astronomi, saat cahaya bintang-bintang mulai meredup karena munculnya hamburan cahaya di ufuk timur.

"Per definisi, fajar astronomi terjadi saat Matahari berada pada posisi -18 derajat. Namun itu rata-rata. Fajar itu terjadi karena hamburan cahaya Matahari oleh atmosfer atas. Di wilayah ekuator, atmosfernya lebih tinggi dari daerah lain, sehingga wajar bila fajar terjadi ketika posisi matahari -20 derajat," beber Thomas.

Sebelumnya diwartakan bahwa lembaga (ISRN) mengklaim bahwa waktu Isya di Indonesia terlambat rata-rata 18 sampai 19 menit dari yang seharusnya, padahal waktu Isya adalah saat dimulainya salat tarawih di bulan Ramadan.

"Koreksi yang kami kemukakan adalah hasil riset saintifik menggunakan alat Sky Quality Meter (SQM), pengukur kecerlangan benda langit serta kamera Digital Single Lens Reflex (DSLR) untuk memverifikasi," kata Ketua ISRN Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), Tono Saksono di Jakarta, Rabu.

Tono juga mengatakan bahwa waktu Subuh di Indonesia seharusnya terjadi saat matahari di sudut sun depression angle (dip - matahari di bawah ufuk) -13,4 derajat, sedangkan Isya seharusnya telah masuk saat matahari ada pada dip -11,5 derajat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenag Jelaskan Dasar Ilmiah dan Fikih Penetapan Waktu Subuh: Bukan Perkiraan, Tapi Hasil Ijtihad

Kemenag Jelaskan Dasar Ilmiah dan Fikih Penetapan Waktu Subuh: Bukan Perkiraan, Tapi Hasil Ijtihad

News | Selasa, 02 Desember 2025 | 14:56 WIB

Observatorium Terbesar se-Asia Tenggara di Kupang Segera Diuji Coba

Observatorium Terbesar se-Asia Tenggara di Kupang Segera Diuji Coba

Tekno | Senin, 29 Januari 2024 | 14:58 WIB

Terseret Kasus Ujaran Kebencian Warga Muhammadiyah, Polisi Periksa Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin

Terseret Kasus Ujaran Kebencian Warga Muhammadiyah, Polisi Periksa Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin

News | Rabu, 10 Mei 2023 | 13:48 WIB

Pasal Pidana yang Bisa Jerat Thomas Djamaluddin Terkait Kritik Muhammadiyah

Pasal Pidana yang Bisa Jerat Thomas Djamaluddin Terkait Kritik Muhammadiyah

News | Selasa, 02 Mei 2023 | 19:01 WIB

Jejak Thomas Djamaluddin di Kasus Andi Pangerang hingga Didesak Ditangkap

Jejak Thomas Djamaluddin di Kasus Andi Pangerang hingga Didesak Ditangkap

News | Selasa, 02 Mei 2023 | 15:07 WIB

Peneliti BRIN AP Hasanuddin Ditangkap Jadi Tersangka, Pemuda Muhammadiyah: Proses Juga Thomas Djamaluddin!

Peneliti BRIN AP Hasanuddin Ditangkap Jadi Tersangka, Pemuda Muhammadiyah: Proses Juga Thomas Djamaluddin!

News | Senin, 01 Mei 2023 | 08:23 WIB

Profesor BRIN Thomas Djamaludin Akhirnya Minta Maaf, Kini Puji-puji Muhammadiyah

Profesor BRIN Thomas Djamaludin Akhirnya Minta Maaf, Kini Puji-puji Muhammadiyah

News | Rabu, 26 April 2023 | 06:56 WIB

Anggota DPR Minta Peneliti BRIN Pengancam Warga Muhammadiyah Ditindak Tegas

Anggota DPR Minta Peneliti BRIN Pengancam Warga Muhammadiyah Ditindak Tegas

News | Rabu, 26 April 2023 | 03:05 WIB

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Ancam Gruduk Kantor BRIN Jika Laporannya Tidak Diproses Polisi dalam 3x24 Jam

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Ancam Gruduk Kantor BRIN Jika Laporannya Tidak Diproses Polisi dalam 3x24 Jam

News | Selasa, 25 April 2023 | 18:45 WIB

LBH Muhammadiyah Desak BRIN Pecat Dua Penelitinya karena Sebar Ujaran Kebencian

LBH Muhammadiyah Desak BRIN Pecat Dua Penelitinya karena Sebar Ujaran Kebencian

News | Selasa, 25 April 2023 | 16:01 WIB

Terkini

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 22:07 WIB

Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor

Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 22:02 WIB

Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini

Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 21:58 WIB

Sebelum Digeledah KPK, Ipda Yayat Ternyata Sudah Diperiksa Propam

Sebelum Digeledah KPK, Ipda Yayat Ternyata Sudah Diperiksa Propam

News | Selasa, 22 September 2026 | 21:58 WIB

Amuk Si Jago Merah di Kebayoran Lama Hanguskan Rumah, 85 Personel Damkar Diturunkan

Amuk Si Jago Merah di Kebayoran Lama Hanguskan Rumah, 85 Personel Damkar Diturunkan

News | Selasa, 22 September 2026 | 21:41 WIB

Wajah Baru Harvest, dari Kue Perayaan hingga Roti dan Pastry untuk Menemani Keseharian

Wajah Baru Harvest, dari Kue Perayaan hingga Roti dan Pastry untuk Menemani Keseharian

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 21:31 WIB

Banjir Bandang Solok, Satu Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Banjir Bandang Solok, Satu Korban Ditemukan Meninggal Dunia

News | Selasa, 22 September 2026 | 21:24 WIB

Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis

Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 21:06 WIB

Winger PSM Rizky Eka Dipanggil John Herdman, Dean James dan Calvin Verdonk Belum Nongol

Winger PSM Rizky Eka Dipanggil John Herdman, Dean James dan Calvin Verdonk Belum Nongol

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 21:05 WIB

×