Survei: Orang-orang Arab Semakin Tak Religius

Liberty Jemadu
Survei: Orang-orang Arab Semakin Tak Religius
Suasana di Pasar Medina, Tunis, Tunisia - salah satu negara berbahasa Arab di Afrika Utara - pada April 2018. [Shutterstock]

Meningkatnya sentimen keagamaan di Arab hanya terjadi di Yaman.

Suara.com - Para penduduk Arab telah menjadi semakin kurang religius dalam lima tahun terakhir, demikian hasil sebuah survei yang dilakukan oleh BBC Arabic yang diterbitkan pekan ini.

Survei yang dilakukan di 11 negara berbahasa Arab, dari Timur Tengah hingga Afrika Utara, ditemukan bahwa di Maroko, Tunisia, Libya, dan Aljazair semakin banyak ditemukan orang-orang yang mengaku tidak religius sejak 2013. Sebagian besar berusia di bawah 30 tahun.

Di Tunisia, 31 persen responden mengaku tidak religius. Tetapi di antara mereka yang berusia 18 - 29 tahun, jumlah orang yang mengaku tidak religius meningkat hingga 46 persen.

Sebagai pembanding, hanya sekitar 16 persen penduduk Tunisia yang mengaku tidak religius pada 2013.

Sementara di Libya, negeri yang dikoyak perang saudara sejak 2011, jumlah orang yang mengaku tidak religius naik menjadi 25 persen dari hanya 11 persen pada 2014. Jumlah orang muda yang mengaku tak religius sekitar 36 persen.

Perubahan yang sama juga teramati terjadi di Libanon, Mesir, Sudan, Yordania, Irak, dan Palestina. Hanya di Yaman sentimen keagamaan meningkat sejak 2013.

Dalam beberapa isu, terlihat ada perubahan drastis. Misalnya soal homoseksualitas. Sekitar 26 persen penduduk Aljazair dan 21 persen warga Maroko menilai homoseksualitas bisa diterima.

Sementara kepercayaan terhadap ulama mengalami penurunan di Irak. Hanya 12 persen orang Irak percaya kepada ulama, turun dari 42 persen pada kurun waktu 2012 - 2013.

Di Sudan tinggal 24 persen publik yang memercayai ulama, turun dari 49 persen pada era 2012 - 2013. Fenomena yang sama terjadi di Palestina, yang kini tinggal 22 persen publiknya percaya pada ulama (dari 48 persen pada 2013).

Yaman, sekali lagi, menjadi satu-satunya negara yang publiknya semakin percaya pada ulama: dari 36 persen pada 2013 menjadi 38 persen pada saat studi digelar.

Survei itu sendiri digelar antara Oktober 2018 - April 2019 dan melibatkan lebih dari 25.000 orang di seluruh kawasan tersebut. Survei digelar oleh Arab Barometer, sebuah jejaring riset yang bermarkas di Princeton University, New Jersey, Amerika Serikat.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS