Duh, Jaringan 5G Berpotensi Sebabkan Kanker?

RR Ukirsari Manggalani, Tivan Rahmat

Senin, 22 Juli 2019 | 07:39 WIB
Duh, Jaringan 5G Berpotensi Sebabkan Kanker?
Ilustrasi jaringan 5G [Shutterstock].

Suara.com - Teknologi 5G telah diaktifkan di enam kota besar di Inggris sejak Mei 2019. Diduga, penerapan jaringan telekomunikasi generasi kelima itu diduga mempengaruhi kesehatan manusia.

Teknologi 5G. [Oppo Indonesia]
Teknologi 5G.  Sebagai ilustrasi [Oppo Indonesia]

Pasalnya, jaringan 5G mengandalkan sinyal yang dikirimkan melalui gelombang radio. Gelombang radio sendiri berasal dari radiasi elektromagnetik dan terbentuk ketika objek bermuatan listrik dari gelombang osilator (gelombang pembawa) bertemu dengan gelombang audio.

Di sisi lain, jaringan 5G mendorong penggunanya untuk memanfaatkan teknologi ini dalam mengakses beberapa perangkat elektronik, juga memiliki gelombang radio, misalnya streaming video di TV atau ponsel, atau bermain game berlama-lama.

Padahal, penggunaan gelombang radio dalam waktu yang panjang berpotensi merusak kesehatan, termasuk meningkatkan risiko terkena kanker.

Pada 2014, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tidak ada efek kesehatan yang dirugikan akibat penggunaan ponsel. Namun saat WHO bekerja sama dengan Agensi Internasional untuk Riset Kanker (IARC), mereka mengklarifikasi bahwa semua radiasi frekuensi radio (termasuk sinyal seluler) mempunyai kemungkinan karsinogenik (zat pemicu kanker).

Bahkan pada 2018, Departemen Kesehatan Amerika Serikat merilis sebuah laporan toksikologi (pemahaman mengenai pengaruh bahan kimia yang merugikan makhluk hidup), berupa pemaparan hasil penelitian tentang tikus dengan kanker di jantungnya akibat terpapar radiasi frekuensi tingkat tinggi.

Meski beberapa penelitian membenarkan adanya potensi kanker karena jaringan seluler, namun tidak sedikit ilmuwan yang menyanggah pandangan ini.

"Gelombang radio yang digunakan untuk jaringan ponsel adalah non-ionisasi penyebab kerusakan sel. Orang-orang sangat khawatir apakah itu bisa meningkatkan risiko kanker, namun perlu diperhatikan bahwa belum ada bukti yang bisa dipercaya bahwa ponsel atau jaringan nirkabel telah menyebabkan masalah bagi kita," ujar David Robert Grimes, fisikawan sekaligus peneliti kanker seperti dikutip dari BBC.

Sedangkan dalam pernyataan terakhirnya, WHO menanggapi bahwa dalam pemasangan jaringan 5G, perusahaan penyedia jaringan ini terlebih dahulu harus mendapatkan standar dari Badan Perlindugan Radiasi Non-Ionisasi (ICNIRP).

baca juga

"Rentang frekuensi 5G telah dipertimbangkan secara mendalam oleh ICNIRP dengan level frekuensi jauh dibatas standar, sehingga tidak memiliki konsekuensi yang berpengaruh pada kesehatan," tandas juru bicara WHO.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Internet Jaringan 5G AS Paling Kencang Sedunia, Melebihi Korea Selatan

Internet Jaringan 5G AS Paling Kencang Sedunia, Melebihi Korea Selatan

Tekno | Rabu, 10 Juli 2019 | 14:51 WIB

Ponsel 5G Akan Patahkan Dominasi Ponsel 4G di Tahun Ini

Ponsel 5G Akan Patahkan Dominasi Ponsel 4G di Tahun Ini

Tekno | Selasa, 02 Juli 2019 | 14:10 WIB

Kominfo: Indonesia Tak Buru-buru Gelar Jaringan 5G

Kominfo: Indonesia Tak Buru-buru Gelar Jaringan 5G

Tekno | Senin, 01 Juli 2019 | 22:10 WIB

Terkini

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:57 WIB

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:21 WIB

×