Kisah BJ Habibie dan Pesawat Pertama Indonesia N250 Gatot Kaca

Dinar Surya Oktarini
Kisah BJ Habibie dan Pesawat Pertama Indonesia N250 Gatot Kaca
Mantan Presiden BJ Habibie menunjukan foto dirinya bersama pesawat hasil karyanya N-250 Gatotkaca usai membuka pameran foto Cinta Sang Inspirator Bangsa Kepada Negeri di Museum Bank Mandiri, Jakarta, Minggu (24/7/2016). [Antara/Muhammad Adimaja]

Pesawat N250 Gatot Kaca pertama kali mengudara di langit Indonesia pada 10 Agustus 1995.

Suara.com - Dikenal sebagai ilmuwan kelas dunia dan bapak teknologi Indonesia, sosok BJ Habibie memiliki dedikasi tinggi dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama dunia teknologi penerbangan. 

Dedikasinya dalam teknologi penerbangan ini dibuktikan dengan karya emas yang paling dibanggakan bangsa, Pesawat N250 Gatot Kaca.

Saat itu tahun 1995, N250 Gatot Kaca yang dibuat oleh IPTN atau sekarang PT Dirgantara Indonesia, karya besar BJ Habibie mampu terbang di langit nusantara.

Pesawat IPTN N-250 merupakan transportasi resgional turboprop yang merupakan gagasan bapak teknologi Indonesia BJ Habibie.

Kode huruf N pada nama pesawat memiliki arti Nurtanio atau Nusantara, sedangkan 250 berarti pesawat bermesin ganda atau dua berkapasitas 50 penumpang.

Dilansir dari laman Wikipedia, pesawat N250 merupakan kebanggan IPTN dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya.

Pesawat N250 Gatot Kaca karya BJ Habibie. (Wikipedia/Public Domain)
Pesawat N250 Gatot Kaca karya BJ Habibie. (Wikipedia/Public Domain)

Bahkan pada tahun yang sama 1995, N250 menjadi bintang pameran saat Indonesia Air Show di Cengkareng.

Pesawat karya emas pemilik nama asli Bacharuddin Jusuf Habibie ini menggunakan mesin turboprop 2439 KW dari Allison AE 2100 C buatan perusahaan Allison.

N250 ini memiliki baling 6 bilah ini mampu terbang dengan kecepatan maksimal 610 km/jam dan kecepatan ekonomis 555km/jam yang merupakan kecepatan tertinggi di kelas turprop 50 penumpang.

Rencana pengembangan N250 pertama kali diungkapkan oleh IPTN pada pameran Paris Air Show di tahun 1989, tapi sebenarnya sudah pertama kali diperkenalkan di 1986 pada event Indonesia Air Show 1986.

Prototipe pertamanya dengan nomor seri PA-1 dengan sandi Gatot Kaca berkapasitas 50 penumpang mengudara di langit Indonesia pertama kali pada tanggal 10 Agustus 1995 dan terbanng selama 55 menit dan masuk program sertifikasi FAA (Federal Aviation Administration)

Sedangkang PA-2 dengan sandi Krincing Wesi, terbang perdana pada tanggal 19 Desmeber 1996.

Kemarin, Rabu (11/9/2019) Presiden Republik Indonesia ke-3 sekaligus bapak teknologi Indonesia, BJ Habibie menghembuskan napas terakhirnya pada usia 83 tahun.

Safe flight, bapak teknologi Indonesia, BJ Habibie.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS