Akademisi : Perang Dunia III Bisa Meletus Kapan Saja dan Berakibat Fatal

Dythia Novianty

Senin, 16 September 2019 | 08:31 WIB
Akademisi : Perang Dunia III Bisa Meletus Kapan Saja dan Berakibat Fatal
Ilustrasi Perang Dunia III. [Shutterstock]

"Kecenderungan meningkatnya perang adalah hal paling menakutkan yang saya temukan dalam penelitian ini," tambah dia.

Jumlah konflik di seluruh dunia sudah pasti berkurang sejak Perang Dunia II, dengan ancaman kehancuran yang saling meyakinkan membekukan Rusia dan AS menjadi Perang Dingin yang tidak pernah meletus, menjadi pertempuran habis-habisan.

Tetapi ini tidak berarti ancaman perang besar telah hilang begitu saja karena ada masa-masa sebelumnya dalam sejarah ketika perdamaian memerintah untuk waktu yang sangat lama sebelum dihancurkan oleh konflik berdarah.

"Kami melihat penurunan dalam tingkat inisiasi konflik pada akhir Perang Dingin, tapi itu hanya tentang kabar baik. Selain itu, setidaknya selama 200 tahun terakhir, saya tidak dapat menemukan tren penurunan dalam insiden atau kematian perang. Jika ada, yang terjadi adalah sebaliknya." ujar Braumoeller.

Orang-orang menganggap perang besar, seperti perang dunia, sebagai sesuatu yang luar biasa, sesuatu yang memiliki sebab yang berbeda dari perang lainnya.

Tragedi yang mendalam adalah bahwa perang yang mematikan dan paling mematikan jauh lebih biasa daripada yang kita pikirkan. Mereka dihasilkan dari serangkaian keputusan oleh orang-orang yang tidak ingin berhenti berkelahi.

Kondisi tersebut membuatnya jauh lebih berbahaya daripada yang kita sadari. 'Dalam bukunya, Braumoeller menghitung seberapa mematikan perang berikutnya.

Ilustrasi Perang Dunia I. [Shutterstock]
Ilustrasi Perang Dunia I. [Shutterstock]

Konflik bersenjata telah menyebabkan lebih dari 1.000 kematian dalam pertempuran. Kemungkinan kira-kira ada 50 persen itu akan sama menghancurkannya dengan Perang Irak 1990 di mana 20.000 hingga 35.000 pejuang tewas.

Ada kemungkinan 2 persen bahwa perang seperti itu bisa berakhir menghancurkan bagi para pejuang seperti Perang Dunia I.

baca juga

"Ini sangat suram. Tidak hanya perang tidak hilang, tetapi akan sangat mudah terjadinya perang yang jauh lebih besar daripada yang pernah kita saksikan dalam sejarah, "kata Braumoeller dilansir dari Metro.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jack Ma Khawatir Teknologi Akan Picu Perang Dunia III

Jack Ma Khawatir Teknologi Akan Picu Perang Dunia III

Tekno | Kamis, 24 Januari 2019 | 16:22 WIB

Penjelajah Waktu dari Masa Depan Bongkar Kapan Perang Dunia III

Penjelajah Waktu dari Masa Depan Bongkar Kapan Perang Dunia III

Tekno | Sabtu, 24 Februari 2018 | 07:19 WIB

Warga di Negara Barat Yakin Terjadi Perang Dunia III

Warga di Negara Barat Yakin Terjadi Perang Dunia III

News | Sabtu, 07 Januari 2017 | 10:47 WIB

PM Ukraina: Rusia Ingin Memulai Perang Dunia Ketiga

PM Ukraina: Rusia Ingin Memulai Perang Dunia Ketiga

News | Jum'at, 25 April 2014 | 16:08 WIB

Terkini

Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga

Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga

Bogor | Senin, 24 Agustus 2026 | 03:49 WIB

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

×